analitik

Penurunan Stunting Pulang Pisau Jadi Fokus, P3AP2KB Bahas Validitas Data Kependudukan

PULANG PISAU, Ule.co.id – Upaya penurunan stunting Pulang Pisau terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pulang Pisau menggelar rapat koordinasi bersama mitra kerja terkait data kependudukan dan percepatan penanganan stunting di Kecamatan Banama Tingang.

Kegiatan yang berlangsung pekan lalu itu menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus meningkatkan kualitas data kependudukan guna mendukung program penurunan stunting Pulang Pisau secara lebih tepat sasaran.

Baca juga:
Pulpis Minta Sumur Bor Permanen ke Pusat: Upaya Tegas Atasi Karhutla di Kalimantan Tengah
➜

Rapat koordinasi dihadiri Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Sigit Purnomo, Camat Banama Tingang Yanoadi Setiawan, penyuluh KB, kader, hingga tenaga kesehatan yang selama ini aktif melakukan pelayanan dan pendampingan masyarakat.

Penurunan Stunting Pulang Pisau Butuh Data Valid

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Pulang Pisau dr Pande Putu Gina melalui Kepala Bidang Dalduk KB Sigit Purnomo mengatakan validitas data kependudukan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pemerintah, terutama dalam percepatan penurunan stunting Pulang Pisau.

Menurut dia, pemutakhiran data keluarga berisiko stunting harus dilakukan secara berkala agar program intervensi pemerintah dapat berjalan lebih efektif sesuai kebutuhan masyarakat.

“Rapat koordinasi lintas sektor ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan efektivitas program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak serta upaya penanganan stunting di masyarakat,” ujar Sigit.

Ia menjelaskan data yang akurat sangat membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan dan program pendampingan bagi keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.

Penyuluh KB dan Tenaga Kesehatan Punya Peran Penting

Dalam rapat tersebut, P3AP2KB juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif penyuluh KB, kader, dan tenaga kesehatan dalam mendukung penurunan stunting Pulang Pisau.

Mereka dinilai memiliki peran strategis dalam melakukan pendampingan kepada keluarga, terutama terkait edukasi kesehatan dan pemenuhan gizi anak.

Selain itu, masyarakat juga perlu terus diberikan pemahaman mengenai pola hidup sehat dan pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak dini.

Menurut Sigit, keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat.

“Peran aktif penyuluh KB, kader, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam melakukan pendampingan kepada keluarga,” katanya.

Banama Tingang Perkuat Kolaborasi

Camat Banama Tingang Yanoadi Setiawan mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program penurunan stunting Pulang Pisau.

Baca juga:
Sinergisitas Kebakaran: Pemerintah Pulang Pisau Perkuat Koordinasi Atasi Karhutla 2026
➜

Ia berharap koordinasi antarinstansi dan mitra kerja semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Menurut dia, kerja sama lintas sektor menjadi kunci penting dalam mempercepat penanganan berbagai persoalan kesehatan masyarakat, termasuk stunting.

“Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak terus memperkuat kerja sama dan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat demi terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujar Yanoadi.

Fokus pada Kesehatan Ibu dan Anak

Dalam upaya penurunan stunting Pulang Pisau, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.

Program pendampingan terus didorong agar masyarakat memahami pentingnya asupan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pola asuh yang baik bagi anak.

Pemerintah juga menilai edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran terhadap pencegahan stunting semakin meningkat.

Dengan dukungan data kependudukan yang valid, program pemerintah diharapkan dapat menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan dan pendampingan.

Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan

P3AP2KB Pulang Pisau menegaskan percepatan penurunan stunting Pulang Pisau membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.

Melalui koordinasi yang kuat dan data yang akurat, pemerintah optimistis berbagai program penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah daerah juga berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkala untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antarinstansi demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *