Sekda Katingan Hadiri Rakor Karya Bakti Skala Besar, Upaya Tingkatkan Akses Petak Malai
Ule.co.id – Dalam rangka mempercepat pembangunan daerah terpencil, Sekda Hadiri Rakor Karya Bakti Skala Besar di Aula Makodim 1019/Katingan, Kasongan, pada hari ini. Pertemuan tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah kabupaten, TNI, Polri, serta pemimpin kecamatan dan desa untuk menyusun rencana aksi konkret bagi Kecamatan Petak Malai yang selama dua dekade terisolasi.
Rakor dipimpin oleh Dandim 1019/Katingan Letkol Kav Prima Wahyudi, yang menekankan urgensi penanganan keterbatasan infrastruktur dasar. Ia menyampaikan bahwa Petak Malai, dengan populasi 5.549 jiwa, belum memiliki jaringan listrik yang memadai, sistem penyediaan air bersih yang layak, serta akses jalan yang aman. Warga masih harus menempuh jarak sekitar 60 kilometer melalui jalan logging berbahaya untuk mencapai pusat layanan pemerintah.
Dalam sesi diskusi, Sekda Hadiri Rakor Karya Bakti Skala Besar menegaskan pentingnya data kuat dan perencanaan matang sebelum mengajukan usulan ke tingkat provinsi atau nasional. Ia menambahkan, “Jika proposal disusun dengan data yang akurat dan rencana yang terstruktur, peluang mendapatkan dukungan anggaran akan jauh lebih besar.” Pernyataan tersebut menegaskan komitmen lintas sektor dalam mengatasi masalah keterisolasian.
Berbagai sasaran fisik diusulkan untuk program Karya Bakti Skala Besar, antara lain peningkatan jaringan jalan dan jembatan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), penyediaan instalasi air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni, serta perbaikan fasilitas ibadah. Daftar lengkap target tersebut disajikan dalam bentuk poin berikut:
- Peningkatan dan perbaikan jalan utama serta jembatan penyeberangan.
- Pembangunan PLTMH dengan kapasitas yang dapat memenuhi kebutuhan listrik desa.
- Penyediaan sistem distribusi air bersih berbasis sumur atau pompa.
- Rehabilitasi rumah tidak layak huni dengan material yang tahan lama.
- Renovasi atau pembangunan tempat ibadah yang aman dan layak.
Para perwakilan TNI dan Polri menegaskan dukungan mereka dalam hal keamanan dan logistik selama pelaksanaan proyek. Dandim Wahyudi menambahkan, “Keberhasilan karya bakti tidak hanya bergantung pada dana, tetapi juga pada koordinasi lapangan yang solid antara militer, kepolisian, dan pemerintah daerah.” Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan dan meminimalkan risiko kecelakaan di medan yang sulit.
Secara khusus, Sekda menyoroti prioritas utama yaitu pembangunan akses jalan dan jembatan. Ia berpendapat bahwa konektivitas menjadi pintu gerbang bagi layanan kesehatan, pendidikan, serta distribusi barang dan energi. Dengan jalan yang memadai, jaringan listrik mikro hidro dapat terhubung ke rumah-rumah penduduk, dan distribusi air bersih dapat dilakukan secara teratur.
Selain aspek fisik, rapat juga membahas kebutuhan sosial seperti pelatihan keterampilan bagi warga, program kesehatan preventif, dan peningkatan kualitas pendidikan melalui pembangunan fasilitas sekolah. Semua ini direncanakan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pemantauan.
Rapat koordinasi ini menandai langkah awal yang penting bagi Kabupaten Katingan dalam mengatasi masalah keterisolasian Petak Malai. Diharapkan, dengan sinergi antar lembaga dan dukungan anggaran yang tepat, program Karya Bakti Skala Besar dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan penduduk setempat.

