Kanwil BPN Kalteng & UMPR Jalin Kerja Sama Edukasi Isu Pertanahan
Palangka Raya, ULE.CO.ID – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) secara resmi mengukuhkan kerja sama strategis dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Kalimantan Tengah. Kolaborasi ini bertujuan krusial untuk mendukung upaya penyelesaian dan edukasi isu pertanahan yang kompleks di wilayah Kalimantan Tengah, dengan fokus utama pada pelibatan aktif mahasiswa.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak dilangsungkan pada Kamis, 26 Februari 2026, di Ballroom Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya. Dokumen penting ini ditandatangani langsung oleh Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., MAP, bersama Kepala Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Tengah. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kanwil BPN Provinsi Kalteng dan Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Administrasi, dan Komunikasi (FISIP-ADKOM) UMPR, yang diwakili oleh Wakil Dekan FISIP-ADKOM, Dr (Cand) Milka, M.AP.
Kebutuhan BPN dan Peran Mahasiswa dalam Isu Pertanahan
Rektor UMPR, Muhamad Yusuf, menjelaskan bahwa inisiatif kerja sama ini berakar dari kebutuhan mendesak BPN untuk melibatkan setidaknya 30.000 anggota masyarakat dalam mendukung program-program pertanahan dan menyelesaikan berbagai persoalan agraria. Salah satu pendekatan strategis yang dipilih adalah menggandeng institusi pendidikan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.
Melalui skema kolaborasi ini, mahasiswa UMPR akan mendapatkan kesempatan berharga untuk terjun langsung ke lapangan. Mereka akan bertugas memberikan edukasi awal kepada masyarakat, khususnya terkait persoalan wakaf dan tanah-tanah rumah ibadah. Program ini juga dirancang untuk terintegrasi secara penuh dengan sistem akademik universitas, memungkinkan aktivitas lapangan mahasiswa dapat dikonversikan menjadi nilai mata kuliah yang relevan.
BACA JUGA: Pemkot Palangka Raya Prioritas Layanan Kependudukan Korban Kebakaran
Fokus Awal dan Prospek Pengembangan Program
Yusuf menambahkan bahwa pada tahap awal implementasi, program ini akan memprioritaskan pelibatan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Administrasi, dan Komunikasi (FISIP-ADKOM). Namun, tidak menutup kemungkinan untuk diperluas ke program studi lain yang memiliki relevansi dalam penanganan isu pertanahan di masa mendatang. Hal ini menunjukkan komitmen UMPR untuk memberikan kontribusi nyata dalam berbagai aspek pembangunan daerah.
Meningkatkan Literasi dan Akselerasi Penyelesaian Masalah Agraria
Kolaborasi ini merupakan perwujudan konkret peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan dan kebutuhan strategis di tingkat daerah. Rektor UMPR menyatakan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada institusinya. Beliau menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya akan memperkaya pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga akan hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat, menawarkan edukasi dan solusi praktis, terutama dalam menangani isu-isu pertanahan yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara UMPR dan Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Tengah, diharapkan dapat terjadi peningkatan signifikan dalam literasi pertanahan masyarakat. Lebih jauh, kolaborasi ini diharapkan mampu mengakselerasi proses penyelesaian berbagai persoalan agraria yang masih banyak ditemukan di daerah, demi terwujudnya tata kelola pertanahan yang lebih baik dan adil.

