Kolaborasi Kesehatan Humanis Jadi Kunci Sukses Hari Kesehatan Nasional di Gunung Mas
Ule.co.id – Perlu Kolaborasi dan Pelayanan Kesehatan Humanis menjadi sorotan utama pada kick‑off Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke‑62 yang digelar di Kabupaten Gunung Mas, Kualak Kurun, Selasa 22 September 2026. Acara pembukaan yang dipimpin Wakil Bupati Efrensia LP Umbing ini menegaskan bahwa kesehatan tidak dapat dipandang sebagai tugas tunggal sektor medis, melainkan sebagai fondasi bersama bagi kemajuan daerah.
Dalam sambutannya, Efrensia menekankan bahwa HKN lebih dari sekadar agenda tahunan; ia merupakan momentum untuk mengingatkan seluruh pemangku kepentingan bahwa kualitas hidup masyarakat sangat dipengaruhi oleh layanan kesehatan yang bersifat humanis. Ia menambahkan, “Kesehatan bukan urusan sektor medis semata, melainkan landasan utama bagi perkembangan sebuah wilayah dan generasi masa depan.”
Wabup juga menyoroti pentingnya menyiapkan generasi tangguh sebagai bagian dari visi Indonesia Emas. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga medis, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil harus menjadi pola kerja yang konsisten. “Kita harus sepakat bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban dan kemajuan daerah di masa depan,” ujarnya.
Acara kick‑off tidak hanya berisi seremonial, melainkan juga rangkaian kegiatan yang mendukung persiapan akreditasi rumah sakit pada tahun 2027. Direktur RSUD Kuala Kurun, Heriyanto, memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang berada di garis depan. Ia menegaskan, “Tugas kita masih panjang. Kita harus bergotong‑royong memastikan akses pelayanan kesehatan yang cepat, tanggap, dan tidak tebang pilih.”
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan dalam acara tersebut:
- Penguatan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan efektivitas program kesehatan.
- Peningkatan kualitas pelayanan publik yang mengedepankan pendekatan humanis.
- Promosi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai upaya preventif.
- Persiapan akreditasi RSUD Kuala Kurun pada tahun 2027 dengan standar pelayanan yang lebih tinggi.
Para peserta juga diajak untuk memperluas kesadaran akan pentingnya layanan kesehatan yang tidak diskriminatif. Heriyanto menekankan bahwa setiap lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, harus mendapatkan akses yang setara. “Kita tidak boleh memilih‑pilih dalam memberikan layanan. Setiap warga berhak mendapatkan perawatan yang layak,” tegasnya.
Pentingnya kolaborasi tidak hanya terbatas pada pemerintah daerah. Efrensia mengajak lembaga pendidikan, organisasi non‑pemerintah, serta sektor swasta untuk berperan aktif dalam program-program kesehatan. Ia mencontohkan beberapa inisiatif yang sudah berjalan, seperti pelatihan kader kesehatan di desa, penyuluhan gizi di sekolah, dan kampanye kebersihan lingkungan.
Dalam konteks kebijakan nasional, HKN 2026 sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang menekankan kesehatan sebagai hak dasar manusia. Pemerintah pusat telah menetapkan target peningkatan indeks kesehatan daerah, yang menuntut sinergi antara kebijakan pusat dan daerah.
Penutup acara diisi dengan penyerahan simbolis kepada tim pelaksana HKN, sebagai bentuk motivasi untuk terus menjaga semangat kolaboratif. Semua pihak diharapkan dapat menindaklanjuti komitmen yang telah disepakati, sehingga pelayanan kesehatan di Gunung Mas dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Dengan menekankan pentingnya kolaborasi dan pelayanan yang humanis, diharapkan HKN 2026 tidak hanya menjadi perayaan tahunan, melainkan katalisator perubahan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gunung Mas.

