Bupati Pulang Pisau Percepat Identifikasi dan Investigasi Karhutla, Minta Tindakan Cepat
Ule.co.id – Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa’i, menegaskan pentingnya Bupati Minta Identifikasi dan Investigasi Setiap Karhutla dalam upaya menekan dampak kebakaran hutan dan lahan yang mengganggu kehidupan masyarakat. Pada rapat pembentukan Pos Komando dan Pos Lapangan di Pusdalop, Senin (24/8/2026), sang bupati menekankan perlunya respons cepat sejak munculnya indikasi kebakaran.
Rapat tersebut juga membahas pembentukan Pos Komando dan Pos Lapangan di setiap kecamatan. Pos-pos ini diharapkan menjadi titik awal deteksi dini, sehingga Bupati Minta Identifikasi dan Investigasi Setiap Karhutla dapat dilaksanakan secara terstruktur. Dengan jaringan pos yang tersebar, laporan kebakaran dapat diproses lebih cepat, meminimalkan risiko meluasnya api.
Selain penempatan pos, bupati menekankan pentingnya prosedur standar operasional (SOP) yang jelas. Berikut langkah-langkah yang diusulkan:
- Pengaduan warga diterima melalui hotline dan aplikasi mobile.
- Tim lapangan dikerahkan dalam 30 menit setelah laporan masuk.
- Identifikasi penyebab dilakukan dengan bantuan satelit dan tim forensik.
- Jika penyebab bersifat kriminal, proses penyelidikan dilanjutkan ke aparat kepolisian.
- Setelah penyebab teridentifikasi, tindakan pemadaman dan rehabilitasi segera dijalankan.
Rifa’i juga menyinggung contoh kebakaran di Tumbang Nusa yang menimbulkan kerugian besar. “Kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama,” tegasnya, menambahkan bahwa koordinasi antar instansi harus lebih solid. Ia meminta semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, hingga relawan, untuk berperan aktif dalam pencegahan.
Upaya pencegahan tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga edukasi masyarakat. Bupati mengajak warga untuk melaporkan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, seperti pembakaran sampah terbuka. “Keterlibatan masyarakat sangat vital,” kata Rifa’i. Dengan dukungan komunitas, proses Bupati Minta Identifikasi dan Investigasi Setiap Karhutla dapat berjalan lebih efektif.
Dalam penutupannya, Rifa’i menegaskan bahwa pembentukan Pos Komando dan Pos Lapangan di Pusdalop merupakan bagian dari kesiapsiagaan daerah. Ia berharap setiap kejadian atau potensi kebakaran dapat ditangani secara maksimal, mengurangi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan.

