analitik

Kualitas Udara Pekanbaru Hari Ini: PM2.5 Melampaui 130 µg/m³, Warga Diberi Puluhan Ribu Masker

Ule.co.id – Kualitas udara pekanbaru hari ini menurun drastis, dengan indeks AQI mencapai 207 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 131,9 µg/m³, menandakan kategori sangat tidak sehat. Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Riau serta provinsi tetangga terus menyelimuti kota, memaksa warga mengurangi aktivitas luar ruangan dan memakai masker.

Data pemantauan yang dirilis oleh IQAir pada Selasa, 15 September 2026 pukul 10.00 WIB menunjukkan peningkatan tajam kualitas udara pekanbaru hari ini dibandingkan pemantauan sebelumnya. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 96 hotspot di wilayah Riau, dengan 70 di antaranya berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Titik panas ini menjadi sumber utama asap yang menurunkan visibilitas dan kualitas udara di ibu kota provinsi.

Baca juga:
Kualitas Udara Palangka Raya Pecah Rekor, Tingkat Bahaya Mencapai 1.195,5 µg/m³

Menanggapi situasi kritis, PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Perawang menyalurkan puluhan ribu masker kepada masyarakat di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Distribusi masker dimulai dari lampu lalu lintas Kilometer 5 Perawang dan melibatkan Satlantas Polres Siak untuk membantu penyaluran. Manajer Public Affairs IKPP Perawang, Armadi, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan mengurangi paparan langsung warga terhadap kabut asap yang semakin parah.

Warga setempat, seperti Dina (43) dari Kelurahan Perawang, menyambut baik bantuan tersebut. “Kami berterima kasih kepada IKPP Perawang karena masker ini sangat membantu, terutama saat kualitas udara pekanbaru hari ini semakin buruk,” ujarnya. Pendapat serupa juga diungkapkan oleh warga lain yang mengaku mengalami gangguan pernapasan sejak kabut asap melanda.

Selain Pekanbaru, kota lain di wilayah Sumatera juga mengalami kondisi serupa. Pada hari yang sama, IQAir mencatat Kota Jambi dengan AQI + US 247 dan konsentrasi PM2.5 172,3 µg/m³, menempatkannya pada kategori sangat tidak sehat. Pontianak berada di urutan teratas dengan AQI + US 977, sementara Palembang mencatat AQI 218. Data ini menegaskan bahwa fenomena kabut asap merupakan masalah regional yang membutuhkan koordinasi lintas daerah.

Berikut rangkuman data kualitas udara pada Selasa, 15 September 2026:

Baca juga:
Kabut Asap Makin Tebal di Gunung Mas, DPRD Imbau Pengurangan Jam Belajar TK‑SMP
Kota AQI (US) PM2.5 (µg/m³)
Pekanbaru 207 131,9
Jambi 247 172,3
Pontianak 977
Palembang 218

BMKG memperkirakan kabut asap akan terus menyebar hingga dini hari, dengan suhu sekitar 32 °C, kecepatan angin 9 km/jam, dan kelembapan 50 %. Kondisi ini memperparah risiko kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Puskesmas di 21 wilayah melaporkan lonjakan pasien ISPA hingga 400 orang per hari, jauh melampaui rata-rata harian 170 orang.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menghimbau warga untuk tetap waspada. “Jika kualitas udara pekanbaru hari ini masih sangat tidak sehat, gunakan masker saat keluar rumah dan batasi aktivitas di luar ruangan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa upaya pemadaman hotspot terus dilakukan, meski tantangan geografis dan cuaca membuat prosesnya lambat.

Dengan kondisi kualitas udara pekanbaru hari ini yang masih berada pada level sangat tidak sehat, para ahli lingkungan menekankan pentingnya tindakan preventif jangka panjang, termasuk pengendalian kebakaran hutan, peningkatan kapasitas pemantauan kualitas udara, dan edukasi masyarakat tentang penggunaan alat pelindung pernapasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *