Lingkungan

Pembasahan Karhutla: Tim OPD Bergerak Malam Hari di Tiga Titik Palangka Raya

Pembasahan Karhutla: Tim OPD Bergerak Malam Hari di Tiga Titik Palangka Raya

Ule.co.id – Bergerak Malam Hari Tiga Titik Karhutla Jadi Sasaran Pembasahan menjadi fokus utama tim gabungan OPD di Palangka Raya pada malam Minggu (20/9/2026), saat mereka menurunkan armada untuk mengatasi lahan kering yang rawan terbakar kembali.

Koordinator Satpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto, memulai operasi sekitar pukul 20.00 WIB. Ia menegaskan bahwa langkah pembasahan ini bersifat preventif, mengingat lahan yang tidak tersiram air pada siang hari cepat mengering dan memunculkan titik api baru.

Lokasi yang dipilih meliputi Jalan Soekarno, Jalan Mahir Mahar, dan Jalan Tjilik Riwut kilometer 17. Ketiga titik tersebut dianggap paling berpotensi menjadi sumber kebakaran karena kondisi tanah yang sangat kering serta vegetasi yang lebat. Tim melakukan penyiraman intensif menggunakan truk tangki serta pompa portable untuk memastikan area tetap lembab hingga dini hari.

Pengerahan personel dilakukan secara terpadu. Sekitar 15 armada kendaraan disiapkan, masing‑masing dilengkapi dengan tim minimal tiga orang per OPD pada setiap shift. Dengan partisipasi 34 OPD, total personel yang terlibat dapat mencapai ratusan orang, memastikan rotasi kerja yang optimal antara shift pagi dan malam. Shift pertama beroperasi hingga pukul 16.00 WIB, setelah itu tim beristirahat, briefing, dan kembali turun lagi pada pukul 20.00 WIB.

Strategi pembasahan ini selaras dengan kebijakan daerah yang menekankan penanganan dini karhutla. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup setempat, selama tiga bulan terakhir terjadi peningkatan signifikan pada kasus kebakaran hutan di wilayah perkotaan, terutama pada musim kemarau. Dengan melakukan pembasahan pada malam hari, diharapkan lahan tidak kembali mengering sebelum hujan turun, sehingga mengurangi peluang munculnya percikan api.

Selain penyiraman, tim juga melakukan pembersihan sampah organik dan pengangkatan bahan mudah terbakar di sekitar jalur utama. Upaya ini bertujuan mengurangi bahan bakar potensial yang dapat memicu kebakaran bila terjadi percikan listrik atau aktivitas manusia. Seluruh kegiatan tercatat dalam laporan harian yang akan diajukan ke Dinas Penanggulangan Bencana untuk evaluasi lanjutan.

Berlianto menambahkan, “Pembasahan Karhutla tidak hanya sekadar menyiram air, tetapi juga melibatkan koordinasi lintas sektor, pemantauan cuaca, serta edukasi masyarakat sekitar. Kami terus mengajak warga untuk melaporkan titik panas dan tidak membakar sampah sembarangan.”

Keberhasilan operasi malam ini juga didukung oleh teknologi pemantauan satelit yang memberikan data real‑time tentang kelembaban tanah dan suhu permukaan. Informasi tersebut membantu tim menentukan prioritas area yang paling membutuhkan intervensi.

Dengan langkah proaktif ini, diharapkan Palangka Raya dapat menurunkan angka kebakaran hutan dan lahan secara signifikan, melindungi ekosistem lokal serta mengurangi dampak kesehatan akibat polusi udara. Upaya berkelanjutan dan sinergi antar‑OPD menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan kota.

Eumann Mansoor Mansoor

Di kota Malang yang sejuk, sebuah jiwa kreatif berkembang, Eumann Mansoor Mansoor, seorang penulis dengan latar belakang teknik yang tak terduga. Dengan irama musik indie yang mengalun di pikirannya dan semangat e-sports yang memacu adrenaline, ia memulai perjalanan menulisnya sejak 2009, menciptakan karya-karya yang inspiratif dan penuh dengan sentuhan poetis. Dalam setiap kata yang ditulis, terpancar semangat dan kebebasan, mencerminkan jiwa yang tak pernah berhenti mengeksplorasi dan berinovasi.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *