Wakil Ketua Dewan Ajak Warga Tak Membakar Lahan, Tekankan Buka Lahan Tanpa Bakar di Pulang Pisau
Ule.co.id – Wakil Ketua Dewan Ajak Warga Tak Membakar Lahan menegaskan pentingnya membuka lahan secara ramah lingkungan agar tidak menambah beban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pulang Pisau. Dalam sebuah pertemuan dengan warga setempat, H. Arif Rahman Hakim menekankan bahwa metode pembukaan lahan tanpa bakar (BLTB) harus menjadi standar praktik pertanian dan perkebunan.
Data historis menunjukkan bahwa kebakaran hutan pada tahun 2015 dan 2019 menimbulkan kerugian ekonomi mencapai ratusan miliar rupiah, sekaligus menimbulkan kerugian sosial bagi ribuan petani yang kehilangan lahan produktif. Dengan suhu udara yang kian meningkat dan ketersediaan air yang terbatas, upaya pemadaman menjadi semakin sulit dan mahal.
Wakil Ketua Dewan Ajak Warga Tak Membakar Lahan juga mengingatkan bahwa pemerintah provinsi telah menetapkan sanksi pidana bagi oknum yang terbukti membakar lahan. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan motivasi ekonomi jangka pendek yang sering menjadi alasan utama petani menyalakan lahan.
- Gunakan metode mekanis seperti rotasi tanah atau penanaman penutup tanah.
- Manfaatkan teknologi irigasi tetes untuk mengurangi kebutuhan pembakaran.
- Lakukan pelatihan bagi petani tentang teknik BLTB yang efisien.
Selain tindakan teknis, Hakim menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas petani. “Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Setiap elemen masyarakat harus berperan aktif dalam menjaga lingkungan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa edukasi berkelanjutan tentang bahaya pembakaran lahan harus menjadi agenda rutin di sekolah dan posyandu.
Para ahli lingkungan menilai bahwa pendekatan BLTB tidak hanya mengurangi risiko kebakaran, tetapi juga meningkatkan kesuburan tanah. Tanah yang tidak terbakar tetap mempertahankan struktur mikroba yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau telah menyiapkan program insentif bagi petani yang mengadopsi praktik buka lahan tanpa bakar. Insentif tersebut meliputi bantuan pupuk organik, subsidi alat mekanis, serta pelatihan teknis yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian setempat.
Wakil Ketua Dewan Ajak Warga Tak Membakar Lahan menutup pertemuan dengan ajakan kuat: “Mari kita jaga lingkungan kita dari bahaya karhutla. Dengan langkah kecil seperti tidak membakar lahan, kita berkontribusi pada kesehatan, ekonomi, dan kelestarian alam untuk generasi mendatang.”

