Gaya Arumi Bachsin Sekeluarga Peringati Hari Kemerdekaan, Tampil Anggun dengan Busana Adat Dayak Kenyah
Ule.co.id – Gaya Arumi Bachsin sekeluarga peringati Hari Kemerdekaan [titlebase] tampak memukau saat mereka hadir dalam upacara HUT ke-81 RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Arumi Bachsin memilih busana adat Dayak Kenyah yang dipadukan dengan sentuhan modern, sementara suami Emil Dardak dan ketiga anaknya mengenakan pakaian serupa, menciptakan penampilan kompak yang sarat makna kebangsaan.
Penampilan Arumi menonjolkan pakaian tradisional berwarna hitam yang dihiasi manik-manik berwarna-warni, menambah kesan megah sekaligus etnik. Mahkota adat khas Dayak Kenyah yang dilengkapi bulu putih menjadi pusat perhatian, menegaskan identitas budaya Kalimantan Timur. Riasan natural yang dipilih Arumi memperkuat kesan elegan tanpa mengalihkan fokus dari busana tradisional yang dikenakan.
Suami Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, turut melengkapi nuansa kebangsaan dengan mengenakan baju adat Dayak Kenyah berwarna cokelat gelap, dipadukan celana panjang tradisional. Ketiga anak mereka, masing‑masing berusia 7, 9, dan 12 tahun, tampil serasi dalam setelan mini adat yang menampilkan motif tenun khas Kenyah, menambah kehangatan keluarga dalam momen perayaan.
Gaya Arumi Bachsin sekeluarga peringati Hari Kemerdekaan [titlebase] tidak hanya sekadar penampilan, melainkan juga simbol persatuan ragam budaya Indonesia. Dengan menampilkan busana Dayak di upacara nasional, keluarga ini menegaskan pentingnya menghargai warisan budaya dari Sabang sampai Merauke, sekaligus menginspirasi publik untuk lebih mengenal keragaman tradisi lokal.
Berikut detail elemen utama busana yang dikenakan:
- Pakaian utama Arumi: Baju adat Dayak Kenyah hitam dengan hiasan manik-manik warna-warni dan bordir tradisional.
- Mahkota adat: Topi khas Dayak Kenyah berlapis bulu putih, simbol status dan keanggunan.
- Riasan: Makeup natural, fokus pada kulit berseri dan alis rapi.
- Pakaian suami: Baju adat berwarna cokelat gelap dengan motif tenun, dipadukan celana panjang tradisional.
- Pakaian anak: Setelan mini adat dengan motif tenun Kenyah, lengkap dengan aksesoris kepala kecil.
Selain menampilkan keindahan busana, keluarga Bachsin juga menyampaikan pesan penting tentang kebangsaan. Dalam wawancara singkat setelah upacara, Arumi menegaskan bahwa setiap 17 Agustus ia berupaya mengenakan pakaian adat dari daerah berbeda, sebagai wujud penghormatan terhadap keragaman budaya Indonesia. “Ini kostum Dayak, khususnya Dayak Kenyah Kalimantan Timur,” ujarnya, menambahkan bahwa ia ingin mengajak masyarakat Jawa Timur untuk lebih menghargai dan melestarikan tradisi lokal.
Reaksi publik di media sosial pun positif. Banyak netizen memuji keberanian keluarga Bachsin dalam mengangkat budaya Dayak ke panggung nasional, sekaligus mengapresiasi penampilan yang elegan dan penuh makna. Beberapa komentar menyoroti bagaimana busana tradisional dapat menjadi pilihan fashion yang modern dan relevan dalam konteks perayaan kemerdekaan.
Secara keseluruhan, Gaya Arumi Bachsin sekeluarga peringati Hari Kemerdekaan [titlebase] menjadi contoh konkret bagaimana selebriti dapat memanfaatkan momentum nasional untuk mempromosikan warisan budaya Indonesia. Penampilan mereka tidak hanya menambah warna pada upacara resmi, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan kebudayaan bangsa.

