analitik

Gempa Susulan Guncang NTT, Peserta Apel Panik Saat Upacara HUT ke-81 RI, Mendagri Rasakan Goyangan

Ule.co.id – Peserta apel panik, gempa susulan guncang Ende Manggarai Timur NTT, Menteri PU-Mendagri ikut rasakan [titlebase] ketika gempa susulan magnitude 5,8 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Senin pagi, 17 Agustus 2026. Guncangan terasa kuat di beberapa kabupaten, termasuk Ende, Manggarai Timur, dan Nagekeo, memicu kepanikan di tengah upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 07.46 WIB (08.46 WITA) dengan pusat gempa berada di koordinat 8,38 LS dan 121,52 BT, tepatnya 40 kilometer timur laut Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer. Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) tercatat mencapai III‑IV di Ende, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo, serta III di Sumba Timur, menandakan getaran yang dapat dirasakan secara jelas oleh penduduk setempat.

Baca juga:
Investasi Emas atau Perak: Pilihan Mana yang Aman untuk Jangka Panjang?

Gempa susulan ini menambah beban bagi wilayah yang masih berjuang pulih dari gempa utama magnitude 7,7 yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal mencapai 68 jiwa, dengan 26 jiwa di Kabupaten Manggarai, 24 jiwa di Manggarai Timur, delapan jiwa di Nagekeo, dan empat jiwa di Sikka. Selain itu, 213 orang dilaporkan mengalami luka, mulai dari ringan hingga berat, dan ribuan warga mengungsi ke tenda darurat.

Upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Kabupaten Manggarai Timur sempat terganggu. Peserta yang berada di lantai dasar panggung utama berhamburan keluar ruangan setelah merasakan getaran kuat. “Peserta apel panik, gempa susulan guncang Ende Manggarai Timur NTT, Menteri PU-Mendagri ikut rasakan [titlebase]” menjadi sorotan utama ketika laporan lapangan menggambarkan situasi kacau namun berhasil dikendalikan kembali oleh aparat keamanan dan tim penyelenggara.

Setelah kejadian, koordinasi darurat segera digerakkan. Tim BNPB bersama TNI, Polri, serta relawan lokal melakukan evakuasi terhadap warga yang masih berada di rumah-rumah yang rusak. Di RT 05, Desa Natatoto, Kecamatan Wolowae, Nagekeo, beberapa kepala keluarga tetap mengungsi di tenda terpal hingga bantuan logistik tiba. Pemerintah daerah setempat membuka posko bantuan di beberapa titik strategis, termasuk di Ende dan Manggarai Timur, untuk menyalurkan makanan, air bersih, serta peralatan medis.

Menteri PU-Mendagri, yang berada di lokasi upacara, menyatakan bahwa ia merasakan guncangan secara langsung dan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana di seluruh wilayah Indonesia. “Kami merasakan gempa susulan secara nyata, dan itu mengingatkan kita akan pentingnya prosedur evakuasi yang cepat dan terkoordinasi,” ujar Tito Karnavian dalam konferensi pers singkat setelah upacara dilanjutkan kembali dengan khidmat.

Baca juga:
Paskibraka Pulang Pisau Diminta Menjadi Generasi Berkualitas Untuk Masa Depan

Upaya penanggulangan terus berlanjut. Tim SAR dari TNI dan Polri bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan untuk mengevakuasi korban yang masih terperangkap di bangunan runtuh. Sementara itu, BNPB memperkirakan bahwa angka korban jiwa dapat bertambah seiring dengan penemuan mayat di area yang belum terjangkau. Pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan darurat berupa paket makanan, selimut, dan obat-obatan ke wilayah terdampak.

Keadaan di NTT masih memerlukan perhatian serius. Pemerintah daerah dan pusat berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat infrastruktur tahan gempa, serta mempercepat proses rehabilitasi. Masyarakat diharap tetap waspada dan mengikuti arahan resmi untuk menghindari risiko lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *