analitik

Kabupaten Alor Dalam Sorotan: Tantangan Pangan dan Upaya Pemerintah

Ule.co.id – Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menjadi sorotan belakangan ini akibat tantangan pangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Tingkat kemiskinan di daerah ini masih cukup tinggi, dengan 18,29% penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Keterbatasan akses dan distribusi pangan menjadi salah satu penyebab utama masalah ini.

Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP), Adriano Jeconia Padama, baru-baru ini menyampaikan aspirasi kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, tentang kondisi pangan di Kabupaten Alor. Ia menyebutkan bahwa produksi dan jalur distribusi beras di daerah tersebut sangat terbatas, sehingga menyebabkan harga beras menjadi mahal.

Baca juga:
Palapa Ring Putus Sebagian Kapan BAKTI Komdigi Selesai Perbaiki: Pemerintah Targetkan Layanan Normal Kembali pada 11 Agustus 2026

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, merespons aduan tersebut dengan mengambil langkah konkret untuk memantau kondisi pangan di Alor. Pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan beras kepada 37.338 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Alor, dengan alokasi untuk Juli, Agustus, dan September 2026.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga telah memperkuat Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Alor, sebagai upaya menjaga stabilitas harga, memperluas akses masyarakat terhadap pangan, dan memastikan ketersediaan beras. Perum Bulog telah memastikan ketersediaan beras di Kabupaten Alor dalam kondisi aman dan mencukupi, dengan stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Kalabahi Kota mencapai sekitar 1.500 ton.

Pemerintah juga berencana untuk memperkuat produksi dan pendapatan masyarakat di Kabupaten Alor, dengan menyiapkan dukungan benih, alat dan mesin pertanian, serta pompa. Pengembangan komoditas strategis seperti kakao, kelapa, dan jambu mete juga didorong sebagai sumber penghidupan baru yang berkelanjutan.

Baca juga:
Pemerintah Harus Ambil Langkah Cepat untuk Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Alor, pemerintah harus terus memperkuat ekosistem pangan dari hulu produksi hingga hilir distribusi, agar pangan tersedia dan masyarakat mampu mengaksesnya. Dengan demikian, diharapkan kondisi pangan di Kabupaten Alor dapat membaik dan masyarakat dapat menikmati hidup yang lebih sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *