analitik

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Dorong Pahlawan Nasional, Rotasi Senior, dan 48 Buku Studi Polri: Kebijakan Besar untuk Keamanan Indonesia

Ule.co.id – Kepala kepolisian negara republik indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menegaskan komitmen kuatnya dalam memperkuat institusi kepolisian melalui serangkaian langkah strategis yang meliputi dukungan terhadap pengajuan pahlawan nasional, rotasi jabatan perwira senior, serta peluncuran 48 buku hasil Pusat Studi Kepolisian. Dalam kunjungan ke Sukabumi pada 3 September 2026, Kapolri menyampaikan dukungan penuh terhadap usulan penetapan Mr. R. Syamsudin, tokoh bersejarah asal Sukabumi, sebagai Pahlawan Nasional, sekaligus menekankan peran penting organisasi Persatuan Umat Islam (PUI) dalam menjaga keutuhan NKRI.

Acara seremonial yang dihadiri lebih dari 5.400 peserta kemah PUI di Selabintana, Kabupaten Sukabumi, menjadi panggung bagi Kapolri untuk menegaskan posisi PUI sebagai organisasi moderat (Wasathiyah) yang telah berkontribusi sejak masa pra‑kemerdekaan. Ia menambahkan, “PUI sudah lahir sebelum zaman kemerdekaan dan berada di posisi Wasathiyah. Ini tentunya menjadi salah satu yang harus terus kita jaga,” sambil mengingatkan pentingnya sinergi antara lembaga keagamaan dan aparat keamanan dalam menjaga persatuan.

Baca juga:
Disdik TKG Kalteng Batalkan Setoran Rp500 Ribu untuk Guru 3T, Dugaan Pungutan Ditelusuri

Selain menyoroti peran PUI, Kapolri juga mengimbau pemerintah daerah dan instansi pusat untuk mempercepat proses administrasi pengajuan gelar Pahlawan Nasional bagi Mr. R. Syamsudin. “Saya mendukung usulan untuk mengusulkan Mr. R. Syamsudin menjadi pahlawan nasional. Ini tugas dari Pak Bupati, Pak Walikota, dan wabilkhusus yang sekarang berada di Staf Kepresidenan. Saya bagian mengawal dari belakang,” tegasnya, menegaskan peran koordinatif Kapolri dalam proses tersebut.

Tak lama setelah acara di Sukabumi, Kapolri kembali tampil di panggung nasional pada upacara sertijab di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada 2 September 2026. Dalam rangka rotasi jabatan yang bertujuan menyegarkan dinamika organisasi, Brigadir Jenderal (Brigjen) Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau resmi diangkat menjadi Kapolda Papua Barat Daya. Penggantinya, Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru, dipindahkan menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri, menandai siklus pembinaan karier yang berkelanjutan.

Rotasi senior lainnya mencakup penunjukan Irjen Pol Roycke Harry Langie sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, menggantikan Komjen Pol Mohammad Fadil Imran yang memasuki masa pensiun. Langkah ini mencerminkan strategi Kapolri dalam menyiapkan generasi perwira yang siap menghadapi tantangan keamanan modern, termasuk ancaman siber, terorisme, dan dinamika sosial‑ekonomi.

Di sisi lain, pencapaian karier perwira intelijen asal Bojonegoro, Dekananto Eko Purwono, turut menjadi sorotan. Pada 2 September 2026, ia resmi mengenakan pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) bintang dua, sekaligus melanjutkan tugasnya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya. Sebelumnya, Dekananto pernah memimpin Dirintelkam Polda Jawa Timur, mengatasi konflik antar kelompok silat dengan mengubah 686 tugu perguruan menjadi Tugu Pancasila, serta memimpin inisiatif “Jaga Jakarta On The Spot” untuk memperkuat sinergi antara Polri, TNI, dan masyarakat.

Sementara itu, Pusat Studi Kepolisian yang diresmikan pada 10 Maret 2026 oleh Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, kini merayakan terbitnya 48 buku yang mencakup bidang ilmu kepolisian, hukum, kriminologi, keamanan, teknologi, dan kebijakan publik. Buku-buku tersebut, antara lain “Teknologi Kepolisian: Automasi dalam Dinamika Keamanan Modern” dan “Rasa Bhayangkara Nusantara: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital,” diharapkan menjadi landasan evidence‑based policing bagi anggota Polri di seluruh Indonesia.

Baca juga:
Terungkap Hasil Muktamar NU 2026 Ketua PBNU: Gus Kikin Resmi Pimpin Organisasi Islam Terbesar

Dedi Prasetyo menegaskan, “Kita ingin membangun evidence‑based policing. Kebijakan kepolisian harus semakin kuat karena didukung ilmu pengetahuan, data, penelitian, dan pengalaman empiris.” Ia menambahkan bahwa pusat studi akan terus menjadi jembatan antara permasalahan lapangan dan kajian akademik, memastikan bahwa rekomendasi ilmiah dapat diimplementasikan dalam operasi sehari‑hari.

Berbagai inisiatif ini menunjukkan sinergi antara kepemimpinan kepala kepolisian negara republik indonesia dengan struktur internal Polri, serta kolaborasi lintas sektor. Dukungan Kapolri terhadap pengajuan pahlawan nasional, penataan kembali jabatan senior, dan dorongan pada literasi kepolisian mencerminkan upaya holistik untuk memperkuat keamanan nasional, meningkatkan profesionalisme, dan menumbuhkan rasa kebanggaan di kalangan anggota Polri serta masyarakat luas.

Dengan agenda yang padat dan terarah, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan kembali posisi Polri sebagai institusi yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Ke depan, kebijakan‑kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat, memperlancar koordinasi antar lembaga, serta menegakkan supremasi hukum di seluruh wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *