Nasional

Pasutri Korban Kebakaran Padang Pariaman Berimpitan di Ruang Tamu, Minta Polisi Usut Kejanggalan

Pasutri Korban Kebakaran Padang Pariaman Berimpitan di Ruang Tamu, Minta Polisi Usut Kejanggalan

Ule.co.id – Pasutri korban kebakaran Padang Pariaman berimpitan di ruang tamu, minta polisi usut kejanggalan yang terjadi di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Kebakaran ini menghanguskan satu unit rumah dan menyebabkan dua orang penghuni rumah tewas di lokasi kejadian.

Kedua korban meninggal dunia teridentifikasi berinisial N (70), pemilik rumah, dan D (50), yang merupakan pasangan suami istri. Kasat Pol PP dan Damkar Padang Pariaman, Rifki Monrizal, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian dari pihak kepolisian pada pukul 02.02 WIB.

Armada bergerak dari posko pukul 02.04 WIB dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 02.12 WIB. Rifki menduga kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri karena sedang tertidur lelap saat api mulai membesar. Petugas menemukan kedua korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah.

Proses pemadaman hingga pendinginan membutuhkan waktu lebih dari satu jam dan baru selesai sepenuhnya pada pukul 03.35 WIB. Pasutri korban kebakaran Padang Pariaman berimpitan di ruang tamu, minta polisi usut kejanggalan yang terjadi di lokasi kejadian. Kebakaran ini juga mengingatkan kita akan kejadian serupa yang terjadi di Ponpes Bustanul Yaqin, yang terletak di Korong Kampuang Tangah, Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Ponpes Bustanul Yaqin dilaporkan mengalami kebakaran pada Kamis (23/7/2026) siang, yang menghanguskan sejumlah fasilitas vital ponpes. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 600 juta. Pasutri korban kebakaran Padang Pariaman berimpitan di ruang tamu, minta polisi usut kejanggalan yang terjadi di lokasi kejadian, serta kejadian kebakaran di Ponpes Bustanul Yaqin, menunjukkan bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kejadian kebakaran. Pasutri korban kebakaran Padang Pariaman berimpitan di ruang tamu, minta polisi usut kejanggalan yang terjadi di lokasi kejadian, serta kejadian kebakaran di Ponpes Bustanul Yaqin, merupakan contoh nyata bahwa kebakaran dapat menyebabkan kerugian besar dan korban jiwa.

Kita harus selalu mengutamakan keselamatan dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kejadian kebakaran. Pasutri korban kebakaran Padang Pariaman berimpitan di ruang tamu, minta polisi usut kejanggalan yang terjadi di lokasi kejadian, serta kejadian kebakaran di Ponpes Bustanul Yaqin, menunjukkan bahwa kita harus selalu waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kejadian kebakaran.

Monica Hilariao

Di kota Malang yang sejuk, ada seorang penulis yang memiliki nama unik, Monica Hilariao. Ia pernah bergelut di industri kreatif, yang membentuknya menjadi pengamat sosial media yang tajam dan juga penggemar investasi saham yang handal. Ketika tidak menyusun kata-kata, Monica suka memantau fluktuasi saham dan mengamati dinamika sosial media sejak ia memulai karirnya pada 2009. Dengan latar belakang yang kaya, Monica memiliki perspektif yang unik dalam melihat dunia sekitarnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *