Sutik Dorong Pompa dan Selang di Tiap RT: Upaya Penanggulangan Kebakaran di Kalteng
Ule.co.id – Sutik Dorong Pompa dan Selang di Tiap RT menjadi sorotan utama di Palangka Raya setelah anggota DPRD Kalteng mengusulkan pemasangan peralatan pemadam kebakaran di setiap rukun tetangga (RT). Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah provinsi.
Keberadaan pompa selang RT di lingkungan permukiman diharapkan dapat mempercepat respons ketika api muncul. Tanpa peralatan yang memadai, relawan lokal hanya mampu melakukan evakuasi tanpa kemampuan memadamkan api secara efektif. Sutik menekankan bahwa peralatan tersebut bukan sekadar tambahan, melainkan elemen krusial dalam strategi mitigasi kebakaran.
Prioritas utama dalam distribusi peralatan adalah kawasan pinggiran yang memiliki banyak lahan kosong. Daerah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi karena jarak antar rumah yang relatif jauh, sehingga api mudah menyebar. “Kalau di sekitaran kota mungkin belum perlu. Pinggir-pinggir itu yang masih tanah kosong itu yang rawan,” jelas Sutik. Daftar prioritas meliputi RT di wilayah Cempaka, Jangkung, dan Sabang, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi titik panas kebakaran.
Sutik juga menyoroti peran aktif relawan yang telah terbentuk di banyak RT. “Sebetulnya sudah terbentuk relawan‑relawannya, tapi alatnya yang enggak ada,” tegasnya. Dengan pompa selang RT, relawan dapat melakukan pemadaman awal sebelum api meluas, mengurangi beban pada tim pemadam kebakaran profesional dan personel militer yang telah dikerahkan.
Pengajuan ini muncul di tengah masa tanggap darurat karhutla yang akan berlangsung hingga 29 September 2026. Pemerintah Provinsi Kalteng telah menyiagakan ribuan personel gabungan, termasuk TNI, Polri, dan relawan sipil, untuk memperkuat penanganan kebakaran. Namun, tanpa dukungan peralatan di tingkat RT, upaya pemadaman tetap terbatas pada titik masuk yang sudah jauh dari sumber api.
Sutik mengusulkan agar pengadaan pompa selang RT dilakukan secara bertahap. Tahap pertama difokuskan pada wilayah dengan indeks kerawanan tertinggi, diikuti oleh penambahan perlengkapan di area menengah, dan akhirnya ke seluruh RT di provinsi. Pendanaan diharapkan dapat diperoleh melalui alokasi anggaran daerah, bantuan pusat, serta partisipasi sektor swasta yang ingin berkontribusi pada program mitigasi kebakaran.
Jika implementasi berjalan lancar, diharapkan masyarakat dapat melakukan pemadaman awal secara mandiri, meminimalkan kerusakan hutan, lahan pertanian, serta mengurangi risiko kehilangan nyawa. Sutik menutup dengan harapan bahwa kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan warga dapat menjadikan Kalteng lebih tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebakaran hutan di masa depan.

