analitik

Sekolah Rakyat Pamekasan Diperkuat, Mensos Sebut 40 Persen Bansos Diduga Tak Tepat Sasaran

PAMEKASAN, Ule.co.id – Program Sekolah Rakyat Pamekasan mendapat perhatian khusus dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu. Dalam kunjungan tersebut, Mensos tidak hanya meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Pamekasan, tetapi juga mengevaluasi penyaluran bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).

Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program prioritas nasional berjalan efektif dan tepat sasaran. Sekolah Rakyat Pamekasan disebut sebagai salah satu program strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membantu masyarakat miskin memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

“Salah satu program prioritas Presiden RI adalah Sekolah Rakyat dan program ini merupakan hasil kolaborasi dengan program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan sebelumnya, seperti Program Keluarga Harapan,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di sela kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, Mensos melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat Pamekasan dengan mencocokkan data penerima manfaat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah Rakyat Pamekasan Terintegrasi dengan DTSEN

Mensos menjelaskan pemutakhiran data menjadi fokus utama pemerintah agar seluruh bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Saat ini, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) telah bertransformasi menjadi DTSEN yang memuat informasi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan masyarakat berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Menurut Mensos, keberadaan DTSEN sangat penting untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat Pamekasan maupun program bansos lainnya.

“Data ini menjadi fondasi utama untuk melaksanakan program prioritas Presiden guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan berkeadilan,” ujar Saifullah Yusuf.

Dengan sistem data yang lebih terintegrasi, pemerintah berharap pelaksanaan Sekolah Rakyat Pamekasan dapat berjalan lebih akurat dan tepat sasaran.

Selain itu, validitas data juga dianggap penting untuk mencegah penyalahgunaan bantuan sosial yang selama ini masih menjadi perhatian pemerintah pusat.

Mensos Soroti Dugaan Bansos Tidak Tepat Sasaran

Dalam kunjungan tersebut, Mensos juga mengungkap adanya dugaan sekitar 40 persen penerima bantuan sosial tidak tepat sasaran.

Temuan tersebut diperoleh dari laporan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang bekerja langsung di lapangan.

“Ini diketahui atas temuan pendamping PKH di lapangan yang menyebutkan bahwa di antara penerima bantuan ada orang mampu,” kata Mensos.

Pernyataan itu menjadi sorotan dalam pembahasan penguatan Sekolah Rakyat Pamekasan dan penyaluran bansos nasional.

Karena itu, pemerintah terus mendorong proses pemutakhiran data agar program bantuan sosial maupun Sekolah Rakyat Pamekasan benar-benar menyasar masyarakat miskin dan rentan.

Mensos menegaskan ketepatan data menjadi kunci utama keberhasilan seluruh program sosial pemerintah.

Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Sekolah Rakyat Pamekasan

Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Islam Negeri (UIN) Madura tersebut mengusung tema “Kolaborasi Program Prioritas dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi”.

Acara itu dihadiri pekerja sosial, pendamping PKH, operator desa, hingga berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat Pamekasan.

Mensos menjelaskan program Sekolah Rakyat Pamekasan dirancang untuk membantu warga miskin dan kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Menurut dia, pendidikan menjadi salah satu cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan di masyarakat.

“Sekolah Rakyat bertujuan untuk memfasilitasi warga miskin dan kurang mampu untuk bisa tetap melanjutkan pendidikan,” katanya.

Pelaksanaan Sekolah Rakyat Pamekasan juga melibatkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS).

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat integrasi data, pengawasan program, hingga efektivitas pelaksanaan di lapangan.

Sekolah Rakyat Pamekasan Diharapkan Cetak SDM Mandiri

Pemerintah berharap Sekolah Rakyat Pamekasan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kalangan masyarakat kurang mampu.

Melalui pendidikan yang lebih mudah diakses, peserta didik diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan mencapai kemandirian ekonomi.

Program Sekolah Rakyat Pamekasan juga dipandang sebagai bagian dari strategi nasional dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

Dengan dukungan data yang lebih akurat melalui DTSEN, pemerintah optimistis penyaluran bantuan sosial dan pelaksanaan Sekolah Rakyat Pamekasan akan semakin efektif.

Selain meninjau program pendidikan dan bansos, Mensos juga berdialog langsung dengan para pendamping PKH terkait berbagai kendala di lapangan.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap masukan mengenai proses pendataan, distribusi bantuan, hingga pengawasan penerima manfaat.

Di akhir kegiatan, Mensos Saifullah Yusuf berfoto bersama pendamping PKH, operator desa, dan siswa Sekolah Rakyat Pamekasan yang hadir dalam acara tersebut.

Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat Sekolah Rakyat Pamekasan sebagai program prioritas nasional yang terintegrasi dengan sistem bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *