TNI AD Siapkan Lima Kodam Baru, Perkuat Pertahanan Nasional pada HUT ke-81
Ule.co.id – Dalam rangka memperkuat struktur pertahanan wilayah, TNI Angkatan Darat resmi mengumumkan rencana pembentukan lima kodam baru yang akan diresmikan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI. Pengumuman ini disampaikan oleh Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, saat acara TNI Fair di Silang Monas, Jakarta, Senin (21 September 2026). Penambahan kodam baru ini menandai langkah signifikan dalam upaya memperluas jaringan komando militer di daerah strategis.
Kelima kodam baru akan ditempatkan di wilayah Flores (Nusa Tenggara Timur), Daerah Istimewa Yogyakarta, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Kepulauan Riau. Jenderal Maruli menegaskan bahwa penempatan ini tidak bersifat terpisah; misalnya, kodam di Flores mencakup seluruh provinsi Nusa Tenggara Timur. Meskipun nama resmi dan nomor kodam belum diungkapkan, lokasi tersebut dipilih karena kebutuhan penguatan pertahanan dan pengawasan teritorial yang tinggi.
Fungsi utama kodam baru akan serupa dengan kodam yang sudah ada, meliputi tugas teritorial seperti menjaga keamanan warga, melakukan pendataan wilayah, serta memperbaiki fasilitas umum yang rusak. Selain itu, kodam baru diharapkan dapat berperan sebagai ujung tombak dalam penanggulangan bencana dan situasi darurat, memastikan respons cepat dan koordinasi lintas lembaga.
Jenderal Maruli menambahkan bahwa dalam kondisi darurat pertahanan, kodam baru akan memimpin perlawanan rakyat semesta. Konsep ini menegaskan peran kodam sebagai unsur komando yang dapat mengorganisir perlawanan terkoordinasi apabila negara menghadapi ancaman militer. Hal ini sejalan dengan doktrin pertahanan berlapis yang mengintegrasikan kekuatan militer dengan komponen pertahanan sipil.
Berkenaan dengan konflik di Papua, Maruli menegaskan bahwa penanganan Organisasi Papua Merdeka (OPM) tetap berada di bawah Satgas Habema, yang merupakan satuan khusus TNI. Kodam baru, termasuk yang akan dibentuk di Papua Tengah, akan mengambil alih tugas teritorial setelah wilayah tersebut dinyatakan aman oleh Satgas. Ini menegaskan pemisahan peran antara operasi militer khusus dan fungsi teritorial kodam.
Peresmian kelima kodam baru dijadwalkan bersamaan dengan upacara HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 di Monumen Nasional (Monas). Presiden Republik Indonesia diproyeksikan akan memimpin upacara peresmian, menandai komitmen pemerintah terhadap peningkatan kapasitas pertahanan. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, mengonfirmasi agenda tersebut, meski menolak memberikan detail lebih lanjut tentang nomenklatur atau batas wilayah kodam baru.
Rencana ini merupakan bagian dari target jangka panjang TNI AD untuk meningkatkan jumlah kodam dari 21 menjadi 38 unit pada akhir tahun 2026. Penambahan 17 kodam baru, termasuk lima yang akan diresmikan segera, diharapkan dapat memperbaiki distribusi sumber daya militer, mempercepat respons keamanan, dan memperkuat kehadiran negara di daerah-daerah yang sebelumnya kurang tercover.
Keberadaan kodam baru di wilayah strategis seperti Kepulauan Riau dan Maluku Utara juga memiliki implikasi geopolitik penting. Kedekatan dengan jalur laut internasional menjadikan daerah tersebut kunci dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Dengan adanya kodam baru, koordinasi antara TNI, Badan Keamanan Laut, dan pemerintah daerah diharapkan menjadi lebih sinergis.
Penguatan kodam baru diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Melalui program-program teritorial, penduduk akan merasakan peningkatan keamanan, layanan publik yang lebih baik, serta peluang kerja yang muncul dari pembangunan infrastruktur militer. Selain itu, kolaborasi antara panglima daerah dan pangdam baru diharapkan memperkuat sinergi dalam penanggulangan bencana alam, yang sering melanda wilayah-wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, pembentukan lima kodam baru menandai fase evolusi penting dalam strategi pertahanan Indonesia. Dengan menambah kapasitas komando di wilayah-wilayah kunci, TNI AD berupaya memastikan kesiapan operasional yang lebih tinggi, memperkuat pertahanan rakyat semesta, dan mendukung stabilitas nasional dalam era tantangan keamanan yang semakin kompleks.

