Gempa bumi Cilacap terkini mengguncang pulau Jawa, ribuan rumah bergetar, bantuan nasional digerakkan
Ule.co.id – Gempa bumi terkini yang terjadi pada Jumat siang mengguncang wilayah selatan Cilacap dengan magnitude 5,4, menimbulkan getaran kuat hingga Ciamis, Kulon Progo, dan Pacitan. Guncangan berpusat di laut selatan Cilacap pada pukul 12.04 WIB, kedalaman 10 km, dan dirasakan oleh ribuan warga di seantero Jawa bagian selatan.
Di Ciamis, warga Andi mengaku rumahnya tiba‑tiba bergetar. “Terasa cukup kencang, awalnya kaget karena tiba‑tiba rumah terasa bergetar. Setelah itu saya langsung cek kondisi rumah dan keluarga,” ujarnya. Di desa Sukamaju, Kabupaten Ciamis, beberapa rumah mengalami retakan dinding akibat getaran.
Warga Kulon Progo juga melaporkan sensasi serupa. Slamet, seorang jemaah masjid, menyampaikan bahwa ia sedang melaksanakan salat Jumat ketika gempa terjadi. “Saat gempa kan sedang berdoa, jadi berusaha fokus, usaha dan khusyu,” kata Slamet, menambahkan bahwa sebagian jemaah memegang tembok untuk menahan diri.
Di Pacitan, Suntoro mengaku terkejut saat gempa terasa saat ia sedang berdoa. “Saya kaget saat terasa gempa. Tapi tidak lari keluar, saya tetap melanjutkan berdoa,” ujarnya. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Pacitan menyatakan belum ada laporan kerusakan signifikan, namun tetap memantau situasi.
Sementara itu, di Sulawesi Utara, gempa magnitude 3,8 mengguncang wilayah Bolaang Uki, Bolsel, pada dini hari 5 September. BMKG mencatat pusat gempa berada pada kedalaman 45 km dan belum menimbulkan kerusakan atau korban jiwa. Meskipun intensitasnya lebih rendah, peristiwa ini menambah daftar gempa bumi terkini yang melanda Indonesia.
Respons kemanusiaan pun segera digerakkan. Baznas Bazis DKI Jakarta menyiapkan 10.000 porsi makanan siap santap untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur, sekaligus menyediakan layanan kesehatan gratis dan distribusi air bersih. Kolaborasi dengan BNPB, Chef Nusantara, dan berbagai lembaga lain memperkuat jaringan bantuan.
Di Flores, RRI Ende bersama mitra dan Perkumpulan BERGUNA menggelar aksi peduli di Desa Mukusaki, Ende. Ratusan paket sembako disalurkan langsung kepada kepala keluarga, disertai edukasi kebencanaan dan sesi trauma healing bagi anak‑anak. Kepala LPP RRI Ende, Robinhod Simbolon, menekankan pentingnya edukasi “drop, cover, hold on” serta penanganan psikologis pasca‑gempa.
Petugas BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah Indonesia. Hingga 4 September, tercatat 18 kejadian gempa di sekitar Pacitan, dengan dua di antaranya dirasakan masyarakat. Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada, dan melaporkan setiap kerusakan kepada pihak berwenang.
Gempa bumi terkini ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan, mitigasi, dan sinergi antara pemerintah, lembaga bantuan, serta masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, dampak sosial‑ekonomi dapat diminimalisir, serta proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

