Tragedi Dior: Mathilde Favier Meninggal dalam Kecelakaan Mobil, Dunia Fashion Berduka
Ule.co.id – Mathilde Favier, direktur hubungan masyarakat Dior, meninggal pada Senin 17 Agustus 2026 setelah mobilnya menabrak truk berat di wilayah Deux‑Sèvres, Prancis. Kecelakaan yang terjadi saat ia dan pasangannya, produser film Nicolas Altmayer, mencoba menyalip kendaraan lain menewaskan keduanya seketika. Kejadian ini mengguncang industri mode global, mengingat peran penting Favier dalam mengelola citra dan jaringan selebriti Dior selama lebih dari satu dekade.
Menurut laporan kepolisian Niort, kendaraan yang dikemudikan Favier menabrak truk yang melaju berlawanan arah pada jalur tiga lajur antara Parthenay dan Thouars. Kedua korban dinyatakan meninggal di tempat setelah tim penyelamat tiba sekitar pukul 16.03. Penyidikan atas dugaan pembunuhan tidak disengaja telah dibuka untuk mengungkap penyebab pasti tabrakan, termasuk pemeriksaan alkohol dan narkoba yang hasilnya negatif.
Karier Favier di dunia mode dimulai di Prada sebelum ia bergabung dengan Christian Dior Couture pada tahun 2011. Sejak saat itu, ia menjadi salah satu tokoh PR paling berpengaruh di Paris, menghubungkan rumah mode dengan selebriti, klien elit, dan media internasional. Keahliannya dalam merancang strategi komunikasi membantu Dior mempertahankan posisi terdepan dalam industri mewah, sekaligus memperkuat hubungan dengan para duta merek.
Di antara nama-nama terkenal yang pernah dibantu oleh Favier terdapat Rihanna, Natalie Portman, dan Jennifer Lawrence. Ia dikenal mampu menciptakan momen-momen ikonik di karpet merah, mengatur pertemuan pribadi antara artis dan desainer, serta mengatur liputan media yang menonjolkan nilai estetika dan warisan Dior. Peranannya yang berada di balik layar namun sangat krusial membuatnya menjadi figur sentral dalam setiap peluncuran koleksi.
Berita duka ini memicu serangkaian pernyataan penghormatan dari para eksekutif Dior dan LVMH. Delphine Arnault, ketua dan CEO Christian Dior Couture, menyebut Favier sebagai sosok yang penuh semangat, optimis, dan profesional. Bernard Arnault, kepala LVMH, menyoroti dedikasi dan energi yang ia curahkan selama bertahun‑tahun. Sementara itu, Jonathan Anderson, direktur kreatif Dior, menggambarkan Favier sebagai “wujud elegansi” yang selalu hadir di setiap pertunjukan. Bahkan Jisoo, anggota BLACKPINK dan duta besar Dior, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam melalui pesan emosional di media sosial, menekankan ikatan pribadi yang terjalin di antara mereka.
Di luar pekerjaan, Mathilde Favier adalah ibu dua anak, Héloïse dan Carlo, hasil pernikahannya dengan eksekutif keuangan Robert Agostinelli. Pada tahun 2024, ia menerbitkan buku “Mathilde à Paris”, yang menelusuri kecintaan pada kota Paris, tempat ia menemukan inspirasi kreatif dan jaringan profesionalnya. Buku tersebut mendapat pujian karena menampilkan pandangan pribadi tentang budaya, seni, dan mode yang membentuk identitasnya.
Kehilangan Favier meninggalkan kekosongan yang sulit diisi. Rekan-rekannya menyebut bahwa kehadirannya selalu membawa kehangatan dan kepercayaan diri dalam setiap proyek. Industri mode, yang bergantung pada hubungan manusia yang kuat, kini harus menyesuaikan diri dengan absennya seorang pemimpin yang mengerti seluk‑beluk dinamika selebriti dan media internasional.
Upaya penghormatan terus berlanjut, dengan Dior menyiapkan memorial internal dan mengumumkan rencana dedikasi khusus pada koleksi mendatang sebagai bentuk penghormatan kepada kontribusi Favier. Sementara penyelidikan kecelakaan masih berjalan, dunia fashion tetap mengenang warisan dan semangatnya yang tak lekang oleh waktu.

