Alexander Zverev Siapkan Jalan Bebas ke Semifinal US Open 2026: Tantangan Baru di Ronde Ketiga
Ule.co.id – alexander zverev menatap peluang emas untuk melaju ke semifinal US Open 2026 setelah menaklukkan dua lawan dalam duel lima set yang menguras tenaga. Kedua pertandingan tersebut berlangsung di Arthur Ashe Stadium, menandai fase awal turnamen yang penuh kejutan.
Di babak pertama, Zverev bertemu dengan Lorenzo Sonego, pemain Italia peringkat 89 dunia yang belum pernah mengalahkannya secara langsung. Pertandingan berlangsung selama hampir lima jam, berakhir dengan skor 6-4 3-6 6-7(4) 7-6(5) 6-3. Meskipun hampir tersingkir pada set keempat, Zverev berhasil memanfaatkan servis kuatnya dan backhand slice yang mengacaukan ritme lawan, sehingga berhasil menahan tekanan hingga kemenangan di set penentu.
Berlanjut ke babak kedua, Zverev menghadapi Quentin Halys, petenis asal Prancis berperingkat 52 dunia. Duel ini kembali menuntut lima set, berakhir 4-6 7-5 6-3 6-7(6) 7-5, dan selesai pada pukul 02:15 dini hari. Halys sempat mendominasi set keempat dengan tiebreak, namun Zverev kembali menunjukkan mental baja, memecah servis lawan di momen krusial dan menutup pertandingan dengan kemenangan dramatis.
Keberhasilan menahan dua pertandingan panjang tersebut menjadikan Zverev sebagai satu-satunya unggulan yang masih memiliki jalur relatif bersih menuju babak semifinal. Semua pesaing potensial—Lorenzo Musetti, Alex de Minaur, Felix Auger‑Aliassime, serta Jannik Sinner yang mengundurkan diri karena cedera—telah tersingkir lebih awal, memperlebar “jalan raya” yang kini terbuka lebar bagi sang Jerman.
Ronde ketiga menanti Zverev dengan lawan yang tidak kalah menantang: Alejandro Tabilo, petenis asal Chili berperingkat 28 dunia. Tabilo baru saja mencatat kemenangan mengesankan atas Alexei Popyrin (peringkat 130) dan menyiapkan diri untuk melawan Zverev pada malam hari di arena yang sama. Menurut jadwal resmi, pertandingan akan dimulai sekitar pukul 21:00 waktu setempat, disiarkan secara langsung melalui ESPN serta platform streaming Disney+.
Statistik menunjukkan bahwa pertemuan antara Zverev dan Tabilo belum pernah berakhir dengan kemenangan pemain Chili; rekor head‑to‑head masih 2-0 untuk Zverev. Namun, Tabilo menunjukkan performa konsisten di babak sebelumnya, dan penampilannya di lapangan keras dapat menjadi faktor penentu. Jika Zverev berhasil melewati Tabilo, lawan potensial di perempat final dapat berasal dari pemain seperti Botic van de Zandschulp, Luciano Darderi, atau bahkan Grigor Dimitrov, yang semuanya belum menembus peringkat 20 dunia.
Turnamen ini juga menyaksikan kejatuhan sejumlah pemain top 10 pada hari yang sama. Flavio Cobolli (peringkat 6) kalah dari Alexander Blockx, sementara Taylor Fritz (peringkat 10) tersingkir oleh Francisco Cerúndolo. Kejutan-kejutan ini menambah dinamika kompetitif, namun sekaligus menegaskan posisi Zverev sebagai salah satu favorit utama untuk meraih gelar.
Para analis menilai bahwa kemampuan Zverev dalam mengatasi tekanan lima set menjadi keunggulan psikologis yang signifikan. Ia telah mencatat 12 comeback dalam lima set sepanjang kariernya, dan pengalaman tersebut diyakini dapat membantu mengatasi kemungkinan perlawanan sengit dari Tabilo. Di sisi lain, kebugaran fisik tetap menjadi pertanyaan, mengingat total hampir 10 jam bermain dalam dua hari pertama turnamen.
Dengan jadwal yang padat dan persaingan yang semakin ketat, Zverev harus mengoptimalkan strategi servis, variasi forehand, serta kemampuan mengubah tempo permainan. Jika berhasil, ia tidak hanya melanjutkan tradisi Jerman di US Open, tetapi juga menambah koleksi gelar Grand Slam yang sudah mengesankan.

