Bawa Timnas Basket raih sejarah! Simak catatan prestasi mendiang Tjetjep Firmansyah
Ule.co.id – Bawa Timnas Basket raih sejarah! Simak catatan prestasi mendiang Tjetjep Firmansyah. Pelatih bola basket legendaris Indonesia, Tjetjep Firmansyah, meninggal dunia dalam usia 67 tahun di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Sabtu (15/8), pada pukul 10.00 WIB. Almarhum dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah bola basket Indonesia. Bawa Timnas Basket raih sejarah! Simak catatan prestasi mendiang Tjetjep Firmansyah, yang mengawali kiprahnya dari level klub sebelum dipercaya menangani tim nasional.
Pada Kejuaraan SEABA 1996 di Surabaya, Tjetjep membawa timnas putra Indonesia mencatat sejarah dengan mengalahkan Filipina untuk pertama kali dan sekaligus menjadi juara Asia Tenggara. Bawa Timnas Basket raih sejarah! Simak catatan prestasi mendiang Tjetjep Firmansyah, yang prestasinya berlanjut saat menangani Aspac. Bersama klub tersebut, dia mempersembahkan empat gelar, yakni masing-masing dua gelar Kobatama pada musim 2000-2001 dan 2002-2003, serta dua gelar Indonesian Basketball League (IBL) pada 2003-2004 dan 2005-2006.
Sementara itu, di luar dunia bola basket, keluarga Hartono juga membuat berita dengan pewarisan kekayaan yang sangat besar. Empat anak mendiang Michael Hartono dikabarkan menerima pengalihan saham senilai setidaknya US$ 2,93 miliar atau sekitar Rp 52,3 triliun untuk masing-masing anak dari perusahaan induk (holding company) milik keluarga tersebut. Bawa Timnas Basket raih sejarah! Simak catatan prestasi mendiang Tjetjep Firmansyah, ini menjadi salah satu proses pemindahan kekayaan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir.
Michael Hartono meninggal dunia pada Maret lalu di usia 86 tahun. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia menguasai lebih dari separuh saham Bank Central Asia (BCA) melalui PT Dwimuria Investama Andalan. Sebanyak 49% kepemilikan saham Michael di Dwimuria telah dibagi secara merata kepada empat ahli warisnya, berdasarkan dokumen pendaftaran resmi pemerintah.
Bawa Timnas Basket raih sejarah! Simak catatan prestasi mendiang Tjetjep Firmansyah, ini menunjukkan bahwa pewarisan ini menjadi contoh terbaru dari pergeseran takhta kekayaan para konglomerat tertua di Asia yang kini mulai diturunkan ke generasi penerus. Nilai pengalihan kekayaan keluarga Hartono ini bahkan mengalahkan warisan senilai sekitar US$ 10 miliar yang ditinggalkan oleh Wee Cho Yaw, mendiang pendiri dan pimpinan United Overseas Bank Ltd. asal Singapura.

