analitik

Celios Kritik URI: Mahasiswa Sulit Bayar UKT, Please Hentikan Pemborosan Ini

Ule.co.id – Indonesia saat ini memiliki 4.303 perguruan tinggi, yang merupakan jumlah yang terlalu banyak. Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, mengkritik Presiden Prabowo Subianto atas pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI). Ia berpendapat bahwa jumlah perguruan tinggi di Indonesia sudah cukup banyak, yaitu 1 kampus per 66.000 penduduk. Hal ini lebih padat dibandingkan dengan Jepang, Australia, dan Inggris. Selain itu, Media Askar juga menyebutkan bahwa kampus-kampus di Indonesia masih kurang tenaga pengajar, laboratorium, riset, dan beasiswa. Bahkan, masih ada kampus yang kekurangan mahasiswa. Ia berpesan kepada pemerintah untuk menghentikan pemborosan anggaran dalam bentuk pembentukan URI.

Media Askar juga menyoroti bahwa pemerintah masih memiliki utang Rp5,7 triliun untuk tunjangan dosen PNS yang belum dibayar. Selain itu, anggaran beasiswa per tahun hanya Rp15 triliun, yang hanya dapat menutup biaya mahasiswa selama 12 hari. Dana riset juga hanya 0,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Ia berpendapat bahwa mahasiswa sulit membayar UKT karena anggaran yang tidak mencukupi.

Baca juga:
Bupati Kotim Ajak Petani Sukseskan Gerakan Tanam Serempak untuk Kemakmuran Petani

Mengenai pembentukan URI, Presiden Prabowo Subianto berdalih bahwa universitas ini dibentuk untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul yang nantinya akan menjadi pemimpin Indonesia di masa mendatang. Namun, Media Askar berpendapat bahwa pembentukan URI tidaklah tepat karena masih banyak kampus lain yang membutuhkan sumber daya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Perlu diingat bahwa pembentukan URI masih merupakan langkah awal yang belum tentu efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus berhati-hati dalam mengalokasikan anggaran dan sumber daya untuk pembentukan URI.

Baca juga:
Gempa Venezuela: Korban Tewas Terus Bertambah, Capai 6.100 Orang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *