analitik

Kebutuhan Mendesak: Sekolah Pelosok Katingan Belum Tersentuh Makan Bergizi Gratis (MBG)

Ule.co.id – Sejumlah sekolah di pelosok Kabupaten Katingan masih belum menerima bantuan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Situasi ini menegaskan bahwa Sekolah Pelosok Katingan Belum Tersentuh MBG menjadi sorotan utama bagi para orang tua, guru, dan pemangku kebijakan setempat yang mengharapkan kehadiran program Presiden Prabowo di wilayah yang sulit dijangkau.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Daerah Pemilihan I, Siti Nafsiah, mengakui bahwa program strategis pemerintah belum masuk ke beberapa sekolah di daerah terpencil. “Di Tumbang Marak belum ada MBG, begitu pula SMA Negeri 1 Tumbang Sanamang,” ujarnya pada Jumat (11/9). Ia menambahkan bahwa aspirasi tersebut disampaikan secara langsung oleh warga ketika turun ke lapangan, menandakan besarnya kebutuhan akan makanan bergizi bagi siswa yang berada jauh dari pusat kabupaten.

Baca juga:
BGN Larang Makanan MBG Dibawa Pulang: Harus Dimakan di Kelas Sebelum 4 Jam Usai Dimasak

Kebutuhan akan Makan Bergizi Gratis di wilayah pelosok sangat signifikan. Banyak siswa yang mengandalkan program tersebut sebagai satu-satunya sumber gizi seimbang di rumah. Tanpa intervensi ini, risiko kekurangan gizi dan penurunan prestasi akademik dapat meningkat. Pemerintah Provinsi Kalteng telah menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MBG, termasuk koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan standar kualitas dan distribusi yang tepat.

Dalam rangka menutup kesenjangan, Siti Nafsiah menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan secara menyeluruh. Ia mengusulkan langkah konkret, seperti penetapan prioritas daerah, penyediaan logistik yang memadai, serta pelatihan bagi petugas di sekolah agar program dapat berjalan lancar. “Kami akan terus menyerap aspirasi dari lapangan dan meneruskannya kepada instansi terkait,” tegasnya, menegaskan komitmen DPRD Kalteng untuk tidak membiarkan Sekolah Pelosok Katingan Belum Tersentuh MBG tertinggal.

Baca juga:
Pegawai Salon Jadi Tersangka Kasus Dugaan Asusila Terhadap Tujuh Anak

Jika upaya pemetaan dan penyaluran berjalan efektif, diharapkan sekolah‑sekolah di pelosok Katingan dapat merasakan manfaat langsung dari program Makan Bergizi Gratis. Pemerataan layanan gizi tidak hanya meningkatkan kesehatan anak, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah pedalaman. Dengan dukungan lintas sektoral, harapan akan terwujudnya kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan semakin kuat, menutup kesenjangan antara pusat dan pinggiran dalam rangka mencapai tujuan nasional peningkatan gizi dan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *