analitik

Deportivo vs Sevilla: Analisis Taktik, Kelemahan, dan Dampak Kekalahan Perdana di La Liga

Ule.co.id – Debutan pertandingan deportivo vs sevilla musim ini menyisakan rasa pahit bagi para pendukung Deportivo La Coruña. Pada Selasa malam, tim asal Galisia menelan kekalahan tipis 0-1 di kandang Sevilla, menandai titik hitam pertama mereka di klasemen La Liga 2026/27. Kekalahan ini tidak hanya mengubah urutan poin, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang kesiapan skuad Antonio Hidalgo menghadapi jadwal padat dan persaingan sengit di puncak klasemen.

Sejak awal laga, perubahan signifikan terlihat pada lini pertahanan Deportivo. Hanya Josema Giménez yang kembali dipertahankan, sementara tiga pemain baru—Altimira, Loureiro, dan Angeliño—diangkat ke starting XI. Sayangnya, kombinasi tersebut belum menunjukkan sinergi yang diharapkan. Angeliño bahkan terpaksa menerima kartu merah langsung setelah melakukan tekel keras terhadap pemain Sevilla, menambah beban defensif tim. Sementara itu, Altimira tampak belum menemukan ritme yang sama dengan performa gemilang musim lalu, dan Loureiro tidak mampu menahan serangan sayap lawan.

Baca juga:
Aubameyang Bawa Deportivo Menang Dramatis 3-2 atas Villarreal, Rekor Gol Beruntun Keempat
➜

Di lini tengah, Riki dipilih menjadi pengatur permainan, namun kehadirannya terasa cukup biasa saja. Ketiadaan pemain kunci seperti Casadó dan Soriano terasa jelas, terutama dalam hal distribusi bola ke depan. Sevilla memanfaatkan kekosongan tersebut dengan menekan secara fisik, mengunci ruang-ruang gerak Deportivo dan memaksa mereka bermain dalam zona rendah. Serangan Deportivo pun terhenti, dengan peluang yang sangat minim dan tidak ada tembakan tepat sasaran yang berhasil menembus pertahanan lawan.

Pelatih Antonio Hidalgo mengakui setelah pertandingan bahwa selisih dua hari istirahat antara Deportivo dan Sevilla berpengaruh besar. “Kami merasa kurang segar, sementara lawan datang dalam kondisi prima,” ujar Hidalgo di ruang ganti. Luis García, asisten pelatih, menambahkan bahwa keputusan untuk tetap menurunkan pemain yang kurang tampil, seperti Nsongo Bil, serta tidak memanfaatkan David Mella sebagai alternatif, menjadi faktor yang memperparah situasi. Kedua teknisi sepakat bahwa rotasi pemain menjadi kunci untuk mengembalikan performa tim dalam beberapa pekan ke depan.

Kekalahan ini menurunkan Deportivo ke posisi ketujuh dengan sembilan poin, masih berada di zona aman dari relegasi dengan selisih enam poin. Namun, jarak dengan tim-tim papan atas semakin melebar, terutama mengingat Barcelona dan Real Madrid terus menambah poin secara konsisten. Dengan hanya tiga pertandingan tersisa di pekan ini, Deportivo harus mengumpulkan poin maksimal untuk tetap bersaing dalam perburuan tempat di zona Eropa.

Jadwal selanjutnya menuntut Deportivo untuk bangkit cepat. Pada hari Minggu, mereka akan menjamu Betis dalam laga tandang pukul 18:30 WIB. Betis juga memiliki kelebihan istirahat dibandingkan Deportivo, sehingga tekanan untuk menampilkan permainan yang lebih solid akan semakin tinggi. Pelatih Hidalgo diharapkan akan melakukan penyesuaian taktis, mungkin dengan mengembalikan beberapa pemain yang lebih berpengalaman ke lini belakang dan memberikan peluang lebih besar kepada penyerang muda seperti Yeremay.

Baca juga:
Drama di RCDE Stadium: Real Madrid Tumbangkan Espanyol, Klasemen Liga Spanyol Bergeser
➜

Sementara itu, kisah kebangkitan Deportivo tidak dapat dilepaskan dari narasi “Super Depor” yang kembali menggebrak La Liga setelah delapan tahun absen. Sejak promosi kembali pada musim 2024/25, klub telah menunjukkan pertumbuhan signifikan, mengingat kembali masa kejayaan akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Dukungan fanbase yang disebut “Deportivismo” menjadi motor penggerak utama, mengembalikan semangat dan ambisi klub untuk bersaing di level tertinggi kembali.

Dalam konteks performa pemain kunci, contoh keberhasilan Carlos Espí di Real Madrid menjadi pelajaran penting bagi Deportivo. Espí, yang menjadi senjata rahasia José Mourinho, berhasil mencetak dua gol dalam 42 menit pertandingan melawan Elche, mengantarkan Madrid kembali ke jalur juara. Keberhasilan seorang penyerang yang mampu mengubah hasil dalam waktu singkat menjadi inspirasi bagi Deportivo untuk mencari sosok serupa yang dapat menambah daya tembak di lini depan.

Secara keseluruhan, pertemuan deportivo vs sevilla membuka babak baru bagi Deportivo La Coruña. Kekalahan ini menyoroti kelemahan taktis, kebutuhan akan rotasi pemain yang lebih cermat, serta pentingnya mentalitas juara dalam menghadapi tim-tim kuat. Dengan dukungan fanbase yang solid dan strategi manajerial yang tepat, harapan tetap terbuka bagi Deportivo untuk kembali bersaing di puncak klasemen pada sisa musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *