Raphinha Ganda, Barca Tundukkan Sevilla 3-1 dalam Laga Barakah di Sánchez-Pizjuán
Ule.co.id – Pertandingan barca vs sevilla yang digelar pada 19 September 2026 di Estadio Ramón Sánchez-Pizjuán menyajikan drama penuh aksi, berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Barcelona. Sorotan utama jatuh pada Raphinha, yang mencetak hat-trick dan mengokohkan posisi Barca sebagai pemimpin tak terbendung di La Liga. Penampilan gemilang Raphinha menambah catatan impresif Barca musim ini.
Sevilla membuka skor lebih cepat daripada yang diperkirakan. Pada menit ke-19, Youssouf Fofana berhasil menyundul bola masuk ke gawang lawan, memberi keunggulan 1-0 bagi tim tuan rumah. Gol tersebut memicu semangat pendukung Sevilla, yang berharap dapat menahan laju serangan Barcelona yang dikenal agresif.
Tidak lama setelah itu, Barcelona merespons dengan cepat. Tiga menit kemudian, Raphinha menerima umpan dari Andreas Christensen, menaklukkan ruang pertahanan Sevilla, dan menembakkan bola ke sudut atas gawang, menyamakan kedudukan 1-1. Gol ini menandai awal dominasi Brasil itu di lapangan, sekaligus menegaskan bahwa serangan balik cepat menjadi senjata utama Barca.
Pada babak pertama, kedua tim saling bertukar serangan, namun keputusan wasit menjadi sorotan. Pada menit ke-30, keputusan kontroversial diambil ketika wasit Martínez Munuera menghentikan serangan potensial Sevilla, yang menimbulkan keluhan keras dari pelatih Luis García Plaza dan suporter. Meskipun demikian, Barcelona tetap fokus dan berhasil menambah keunggulan pada babak pertama lewat gol kedua Raphinha pada menit ke-45, yang dihasilkan dari kerja sama dengan Lamine Yamal.
Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi. Lamine Yamal, bintang muda Barcelona, berperan sebagai kreator utama, memberikan umpan krusial pada menit ke-52 yang kembali diubah menjadi gol oleh Raphinha, kini menjadi 2-1 untuk Barca. Gol ketiga Raphinha datang pada menit ke-78 setelah serangan terorganisir, dengan Yamal kembali menjadi penyedia assist, menutup skor menjadi 3-1. Penampilan luar biasa Raphinha memukau penonton dan menegaskan kelasnya di panggung internasional.
Gabriel Suazo, kapten Sevilla, mengakui keunggulan lawan dalam wawancara pasca-pertandingan. “Kami tahu kami menghadapi tim yang sangat kuat, dan mereka memang salah satu tim yang bermain paling bagus,” ujarnya. Suazo menambahkan bahwa meski timnya berjuang keras, kekurangan energi di babak kedua menjadi faktor penentu.
Di sisi lain, pelatih Barcelona, Hansi Flick, menilai pertandingan sebagai tantangan terbesar sejak awal musim. “Hari ini mungkin pertandingan paling komplikasi yang kami hadapi, namun tim menunjukkan karakter kuat,” kata Flick. Ia memuji Raphinha yang kini mencatat 14 gol dalam delapan pertandingan kompetisi, dan menyoroti kontribusi Yamal yang terus berkembang.
Sevilla, meski kalah, tetap menunjukkan beberapa momen berbahaya. Penyerang mereka, Lucas Stassin, hampir mencetak gol pada menit ke-67, namun tembakan meleset tipis. Kegagalan mengkonversi peluang menjadi gol menjadi titik lemah yang dimanfaatkan Barcelona.
Statistik pertandingan menampilkan dominasi Barcelona dalam penguasaan bola (62%) dan tembakan ke gawang (15 tembakan, 7 tepat sasaran). Sevilla hanya mencatat 8 tembakan dengan 3 tepat sasaran. Raphinha mencatat tiga gol, satu assist, dan dua kali menciptakan peluang kunci. Lamine Yamal menambahkan dua assist, menegaskan peranannya sebagai playmaker muda.
- Skor akhir: Barcelona 3-1 Sevilla
- Gol: Raphinha (3), Youssouf Fofana (1)
- Assist: Lamine Yamal (2), Andreas Christensen (1)
- Penguasaan bola: Barcelona 62% vs Sevilla 38%
- Tembakan ke gawang: Barcelona 15 (7 tepat sasaran) vs Sevilla 8 (3 tepat sasaran)
Dengan hasil ini, Barcelona melanjutkan catatan sempurna mereka di La Liga, mencatat tujuh kemenangan beruntun. Posisi mereka di puncak klasemen semakin kuat, sementara Sevilla turun ke peringkat lima, masih berjuang untuk kembali ke zona juara.
Ke depan, Barcelona akan menghadapi pertandingan penting melawan Real Madrid dalam derby El Clásico pada akhir pekan berikutnya, yang diprediksi akan menjadi ujian serius bagi dominasi mereka. Sevilla, di sisi lain, akan berusaha bangkit melawan Levante UD pada 12 Oktober, berharap memperbaiki performa dan kembali menancapkan diri di papan atas.

