Drama Menegangkan di Selhurst Park: Ipswich Kalahkan 10 Pemain Crystal Palace 3-2
Ule.co.id – Pertandingan Premier League antara crystal palace vs ipswich pada Sabtu 12 September 2026 menyajikan aksi menegangkan di Selhurst Park. Meskipun Crystal Palace bermain dengan sembilan pemain setelah Axel Disasi mendapat kartu merah pada menit ke-34, tim tamu Ipswich Town berhasil mengamankan kemenangan tipis 3-2 berkat gol-gol krusial di babak pertama dan akhir laga.
Babak pertama dimulai dengan gol cepat Anan Khalaili pada menit ke-14, memberi keunggulan awal bagi tuan rumah. Namun, Ipswich tidak tinggal diam. Emersonn menyamakan kedudukan pada menit ke-23, diikuti Leif Davis yang mencetak gol penentu pada menit ke-45 menjelang jeda. Kedua gol tersebut menandai catatan kelanjutan Ipswich dalam mengakhiri rekor 23 pertandingan beruntun Premier League tanpa menjaga gawang bersih.
Setelah jeda, Crystal Palace kembali menekan. J. Strand Larsen mengeksekusi gol pada menit ke-75, memperkecil selisih menjadi 2-1. Menjelang akhir pertandingan, pada menit ke-90, Z. Flemming menambah keunggulan Ipswich menjadi 3-2, memastikan tiga poin penting bagi tim dari East Anglia.
- 14′ – Anan Khalaili (Crystal Palace)
- 23′ – Emersonn (Ipswich Town)
- 45′ – Leif Davis (Ipswich Town)
- 75′ – J. Strand Larsen (Crystal Palace)
- 90′ – Z. Flemming (Ipswich Town)
Kartu merah yang dikeluarkan kepada Axel Disasi pada menit ke-34 menjadi titik balik tak terduga. Tanpa bek tengah utama, Crystal Palace harus menyesuaikan taktik defensifnya, namun tidak mampu menahan serangan balik Ipswich. Di sisi lain, kiper andalan Crystal Palace, Dean Henderson, absen karena masalah kaki, digantikan oleh Walter BenÃtez. Keputusan ini menambah beban pada lini pertahanan yang sudah terganggu oleh red card.
Manajer Crystal Palace, Pierre Sage, mengakui bahwa absennya Henderson merupakan keputusan medis, namun menegaskan kepercayaan pada BenÃtez yang tampil cukup solid. Sementara itu, Ipswich Town yang dipimpin Gary O’Neil menunjukkan konsistensi dalam menyerang, memanfaatkan peluang yang muncul meski harus berhadapan dengan pertahanan yang sudah berkurang.
Pertandingan ini juga menandai akhir pekan keempat Premier League sebelum jeda internasional yang lebih lama dari biasanya, dimulai 21 September hingga 9 Oktober. Kedua tim kini harus menyiapkan diri untuk jeda tersebut, dengan fokus pada pemulihan cedera dan perbaikan taktik.
Selain aksi di lapangan, penonton di Inggris tidak dapat menonton pertandingan secara langsung di televisi karena jam tayang masuk dalam zona blackout pada hari Sabtu. Sorotan pertandingan kemudian akan muncul di program “Match of the Day” pada malam hari melalui BBC One dan BBC iPlayer. Penayangan internasional tetap berlangsung secara penuh di luar wilayah Inggris.
Statistik pertandingan menegaskan dominasi serangan Ipswich. Mereka mencatat total tembakan lebih tinggi, serta penguasaan bola yang lebih baik di babak pertama. Crystal Palace, meski bermain dengan sembilan pemain, berhasil menciptakan peluang melalui serangan balik, namun kurang efektif dalam mengeksekusi akhir tembakan.
Sejarah pertemuan antara kedua tim menunjukkan bahwa Crystal Palace biasanya memiliki catatan kuat di kandang, namun musim ini mereka masih mencari kestabilan setelah dua kekalahan awal di liga. Kemenangan 3-2 ini menjadi bukti bahwa Ipswich mampu menantang tim-tim papan atas, sekaligus menambah tekanan pada manajemen Palace untuk memperbaiki lini belakang.
Dengan hasil ini, Ipswich Town naik satu posisi di klasemen, sementara Crystal Palace tetap berada di zona perlawanan, menunggu peluang untuk memulihkan diri pada pertandingan berikutnya.

