Persib Bandung Akhiri 14.000 km Perjalanan dengan Kemenangan Dramatis di Jepara
Ule.co.id – Persib Bandung kembali menorehkan kemenangan penting pada pekan ketiga Super League 2026/2027 setelah menutup rangkaian tiga pertandingan tandang dalam 17 hari dengan skor 2-1 melawan Persijap Jepara. Kemenangan ini menandai akhir dari perjalanan yang menempuh sekitar 13.000 hingga 14.000 kilometer, melintasi tiga kompetisi sekaligus, termasuk AFC Champions League Two di Korea Selatan.
Jadwal padat menuntut Persib menyiapkan diri secara fisik dan taktis. Sebelum menjejakkan kaki di Jepara, Maung Bandung pertama kali terbang ke Seoul untuk menghadapi FC Seoul dalam laga pembuka grup E AFC Champions League Two. Pada pertandingan itu, Julio Cesar mencetak gol di menit kelima, memberikan Persib kemenangan tipis 1-0 di tanah lawan. Selanjutnya, tim kembali ke tanah air dan langsung dijadwalkan melawan Persija Jakarta di Liga Super, yang berakhir dengan kekalahan 1-2.
Pelatih asal Kroasia, Igor Tolic, menilai bahwa beban perjalanan dan tiga laga berturut‑turut dalam waktu singkat merupakan tantangan besar. “Saya merasa senang setelah menempuh perjalanan sekitar 13.000 atau 14.000 kilometer dalam 17 hari terakhir dan melakoni tiga pertandingan, kami mengakhirinya dengan tiga poin. Ini sangat layak kami dapatkan,” ujar Tolic usai melawan Persijap.
Pertandingan melawan Persijap dimulai dengan tekanan tinggi. Pada menit ke-12, Jose Antonio Ruiz Lopez berhasil mengeksekusi tendangan penalti, memberi keunggulan 1-0 bagi tuan rumah. Persib tidak lama bersabar; hanya sembilan menit kemudian, Thom Haye menyamakan kedudukan melalui sundulan di menit ke-21. Kedua gol tersebut menunjukkan ketangguhan mental tim dalam menanggapi situasi tertinggal.
Memasuki babak kedua, Uilliam Barros menjadi penentu. Pada menit ke-55, ia memanfaatkan kesalahan lini belakang Persijap dan menembakkan bola ke gawang, mengantarkan Persib unggul 2-1. Gol tersebut menjadi penutup skor akhir dan memastikan tiga poin tambahan bagi Maung Bandung. Tolic menilai bahwa tim memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol, namun sepakbola memang tidak selalu dapat diprediksi.
Selain pencapaian di lapangan, Igor Tolic memberikan apresiasi kepada Persijap yang meskipun berada di papan bawah klasemen, menunjukkan kualitas organisasi permainan yang baik. “Mereka tim yang terorganisir, dan saya yakin mereka akan bangkit kembali,” kata Tolic.
Namun, kemenangan di Jepara tidak menutup semua pekerjaan rumah Persib. Menurut pengamat Erix Exvrayanto, tim masih perlu memperbaiki akurasi umpan dan mengurangi pelanggaran. “Jangan banyak salah umpan. Pun, jangan banyak pelanggaran!” tegasnya, menekankan pentingnya konsistensi di tengah jadwal yang padat.
Di sisi lain, pemain asal Argentina, Mariano Peralta, meski belum mencetak gol, tetap berperan penting dalam proses serangan. Ia mencatatkan dua umpan kunci yang berujung pada gol Thom Haye dan Uilliam Barros. Peralta telah menempuh total 210 menit dalam tiga laga terakhir, menunjukkan kepercayaan pelatih untuk mengandalkannya di lini depan.
Keberhasilan Persib di Jepara juga menambah catatan positif dalam konteks kompetisi Asia. Sebelumnya, Persib berhasil mengalahkan FC Seoul, menempatkan mereka di antara klub-klub ASEAN yang pernah menumbangkan wakil Korea Selatan, seperti Tampines Rovers, Johor Darul Ta’zim, Buriram United, Muangthong United, dan Lion City Sailors.
Dengan tiga poin tambahan, Persib Bandung kini berada pada posisi yang lebih aman di klasemen sementara Liga Super. Namun, tantangan belum usai. Jadwal berikutnya akan melibatkan pertandingan domestik dan internasional, menuntut tim untuk menjaga konsistensi, disiplin, serta kondisi fisik pemain.
Para pendukung Persib, yang dikenal dengan sebutan Bobotoh, menyambut kemenangan ini dengan antusias. Mereka berharap tim dapat melanjutkan performa positif dan mengatasi catatan kritis yang masih ada, terutama dalam hal penguasaan bola dan pengendalian emosi di lapangan.

