Vietnam vs Malaysia: Kemenangan 2-0 Bawa Vietnam ke Final Asean Hyundai Cup 2026
Ule.co.id – Dalam laga penentu semifinal Asean Hyundai Cup 2026, pertemuan vietnam vs malaysia menyajikan skor tipis 2-0 yang cukup untuk mengukir tiket ke final melawan Thailand. Pertandingan yang digelar di Stadion Mỹ Đình, Hanoi, menyaksikan aksi gemilang dari striker asal Brazil‑Vietnam, Nguyễn Xuân Son, yang mencetak dua gol pada menit ke-62 dan ke-89. Kemenangan ini menambah keunggulan agregat 4-0 atas tim Tan Cheng Hoe, menegaskan dominasi Vietnam sebagai juara bertahan.
Pelatih Kim Sang-sik memberikan jeda satu hari bagi skuadnya setelah laga pertama di Kuala Lumpur berakhir 2-0. “Kami hanya memiliki satu hari istirahat, jadi persiapan fisik menjadi prioritas utama,” ujar Kim dalam konferensi pers sesaat sebelum pertandingan. Keputusan mengganti beberapa pemain di lini tengah terbukti efektif, terutama ketika Nguyễn Xuân Son masuk pada menit ke-59 setelah penampilan impresif penjaga gawang Malaysia, Azri Ghani, yang terus menahan serangan Vietnam.
Statistik pertandingan menegaskan keunggulan Vietnam: penguasaan bola 58%, tembakan ke gawang 9 kali, dan 5 serangan berbahaya. Sementara Malaysia mencatat 3 tembakan ke gawang dan 2 serangan berbahaya. Berikut rangkuman singkat dalam bentuk tabel:
| Aspek | Vietnam | Malaysia |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 58% | 42% |
| Tembakan ke Gawang | 9 | 3 |
| Serangan Berbahaya | 5 | 2 |
| Gol | 2 | 0 |
Gol pertama tercipta melalui serangan terorganisir yang dimulai dari sisi kanan lapangan. Nguyễn Đình Bắc mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti, namun Phan Tuấn Tài gagal mengarahkan bola ke gawang. Đình Bắc kemudian melakukan tembakan jarak jauh yang diblokir Azri Ghani. Pada menit ke-62, Xuân Son menerima umpan pendek di dalam kotak, menembakkan bola ke sudut bawah kanan, memanfaatkan kekosongan di antara bek Malaysia.
Gol kedua muncul hampir pada menit akhir pertandingan. Setelah serangkaian serangan cepat, Xuân Son kembali menemukan ruang di sisi kiri dan melepaskan tembakan keras yang melesat ke sudut kiri atas gawang, menambah keunggulan tim Kim. “Saya selalu siap memberi kontribusi kapan saja, baik 30 menit maupun 90 menit,” ujar Xuân Son setelah dinobatkan sebagai Hyundai Player of the Match.
Reaksi pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, menilai bahwa timnya telah bermain dengan semangat juang tinggi meski kalah. “Azri Ghani menunjukkan performa luar biasa, namun kami harus meningkatkan koordinasi di lini serang,” kata Tan dalam sesi pasca‑pertandingan.
Keberhasilan Vietnam di semifinal ini tidak lepas dari dukungan infrastruktur dan sponsor. Carlsberg Asia, yang baru saja memperluas kerja sama dengan RedNote, menyoroti pentingnya promosi digital dalam meningkatkan eksposur liga sepak bola di pasar Asia, termasuk Vietnam dan Malaysia. Sementara itu, peningkatan investasi energi di kawasan ASEAN, seperti yang dilaporkan oleh Business Times, memberi sinyal bahwa negara‑negara ASEAN semakin memperkuat fasilitas stadion dan pusat data, mendukung pertumbuhan olahraga profesional.
Di tingkat makro, hubungan perdagangan antara negara‑negara ASEAN juga menjadi latar belakang penting. Brazil, melalui ApexBrasil, berencana memperluas kehadirannya di Asia Tenggara, menargetkan pasar Indonesia, Vietnam, dan Malaysia. Meskipun tidak langsung terkait dengan sepak bola, peningkatan aliran investasi dan pertukaran budaya dapat memperkaya ekosistem olahraga regional.
Jadwal final Asean Hyundai Cup 2026 akan berlangsung pada 1 September di Bangkok, Thailand. Vietnam akan menghadapi Thailand dalam pertemuan yang diprediksi akan sangat kompetitif, mengingat kedua tim pernah bertemu di final 2024 dengan hasil yang sama. Pelatih Kim Sang‑sik menegaskan bahwa timnya akan memanfaatkan dua hari istirahat di Thailand untuk pemulihan total dan analisis taktik lawan.
Para penggemar dapat menantikan pertandingan final yang dipenuhi sorakan, drama, dan peluang emas bagi Vietnam untuk meraih gelar beruntun pertama dalam sejarah kompetisi. Dengan performa konsisten dan kedalaman skuad, harapan besar menanti tim Kim dalam mengukir sejarah sepak bola ASEAN.

