analitik

GIIAS 2026 Ditutup, Koalisi Sipil Tagih Komitmen Industri Soal Kendaraan Listrik

Ule.co.id – GIIAS 2026 ditutup, koalisi sipil tagih komitmen industri soal kendaraan listrik menjadi sorotan utama di penutupan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, cukup optimistis dengan tren positif yang terus berlanjut hingga pameran GIIAS 2026 ditutup.

Anton melanjutkan, pihaknya tetap memastikan keamanan, kenyamanan, dan pengalaman terbaik bagi seluruh pengunjung selama berada di area pameran, bahkan hingga hari terakhir GIIAS 2026. Selain itu, Gaikindo juga berharap GIIAS 2026 bisa memberikan manfaat serta pengalaman terbaik bagi seluruh peserta dan pengunjung.

Baca juga:
Hakim Danish Siap Saingi Veda Ega Pratama di Moto3 Inggris 2026, Persiapan Menggila

Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi edukasi publik dengan membagikan flyer bertajuk “Pilih Kendaraan yang Gak Nyusahin Orang Lain”. Melalui aksi tersebut, koalisi mendorong Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) dan para anggotanya agar lebih serius mempercepat transisi energi di sektor transportasi.

GIIAS 2026 ditutup, koalisi sipil tagih komitmen industri soal kendaraan listrik, menegaskan bahwa tanggung jawab pabrikan otomotif tidak berhenti pada tahap produksi dan pameran, melainkan mencakup emisi Scope 3, yaitu termasuk jejak karbon purna jual dari jutaan kendaraan fosil dan hibrida yang mereka lepas ke jalan raya.

Industri juga perlu memperkuat ekosistem kendaraan listrik, mulai dari infrastruktur pengisian daya hingga memperbanyak pilihan mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV). GIIAS 2026 ditutup, koalisi sipil tagih komitmen industri soal kendaraan listrik, menjadi momentum untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik dan membangun ekosistem BEV.

Pasar kendaraan listrik terus tumbuh, dengan pertumbuhan sebesar 69,4 persen pada semester I 2026. Namun, koalisi masih menyoroti penggunaan mobil hybrid, yang masih menggunakan mesin pembakaran dan bahan bakar minyak sehingga belum sepenuhnya meninggalkan energi fosil.

Baca juga:
Denza N9 Tertangkap Uji Jalan Setir Kanan, SUV Hybrid 680 kW Ini Siap Tantang BMW X7 dan Mercedes GLS

GIIAS 2026 ditutup, koalisi sipil tagih komitmen industri soal kendaraan listrik, menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah sebaiknya semakin mendorong penggunaan kendaraan listrik murni. Bondan Andriyanu, Outreach and Advocacy Manager CERAH, menilai kebijakan pemerintah sebaiknya semakin mendorong penggunaan kendaraan listrik murni.

Dalam upaya mempercepat transisi energi, GIIAS 2026 ditutup, koalisi sipil tagih komitmen industri soal kendaraan listrik, menjadi langkah penting untuk memajukan industri otomotif nasional. Dengan demikian, diharapkan industri dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *