MTQ XI Murung Raya: Syiar Islam dan Memperkuat Pemahaman Nilai Al-Qur’an bagi Generasi Muda
Ule.co.id – Acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI tingkat Kabupaten Murung Raya yang dibuka pada 24 September 2026 menjadi panggung penting untuk Syiar Islam dan Memperkuat Pemahaman Nilai Al-Qur an di tengah masyarakat setempat. Bupati Murung Raya, Heriyus, menegaskan bahwa kompetisi ini tidak sekadar menilai kemampuan melafalkan ayat, melainkan sebagai sarana edukasi spiritual yang menancapkan nilai-nilai Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Heriyus memuji kerja keras panitia, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), serta seluruh relawan yang terlibat. Ia menekankan bahwa MTQ berfungsi sebagai wahana syiar Islam yang mengajak warga untuk lebih mendalami ajaran Al‑Qur’an, sekaligus memperkuat ikatan sosial antar‑kecamatan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi batu loncatan bagi generasi muda untuk menginternalisasi nilai moral dan etika yang terkandung dalam kitab suci.
Selain menonjolkan aspek kompetitif, Bupati Heriyus menambahkan bahwa MTQ berperan sebagai platform pembinaan mental‑spiritual. Ia berharap setiap peserta dapat mengasah kemampuan membaca, memperluas wawasan keagamaan, dan menumbuhkan rasa persaudaraan. “Kami mengajak semua kafilah untuk menjadikan ajang ini sebagai kesempatan belajar, bukan sekadar lomba,” ujar Heriyus.
Penekanan pada Syiar Islam dan Memperkuat Pemahaman Nilai Al-Qur an juga tercermin dalam harapan Bupati terhadap dewan hakim. Ia menuntut agar penilaian dilakukan secara objektif, adil, dan transparan, sehingga hasilnya dapat melahirkan qari, qari’ah, hafiz, dan hafizah berkualitas. Dengan standar penilaian yang tinggi, diharapkan nama Kabupaten Murung Raya dapat dikenal di tingkat provinsi maupun nasional.
Acara ini berlangsung di Muara Laung, Kecamatan Laung Tuhup, dengan partisipasi peserta dari berbagai kecamatan. Selama kompetisi, lantunan ayat-ayat suci mengalun merdu, menciptakan suasana khidmat yang menginspirasi warga setempat. Bupati menilai bahwa resonansi suara Qur’an dapat menjadi doa kolektif untuk keselamatan daerah, menjauhkan masyarakat dari bahaya, serta memperkuat semangat gotong‑royong.
Keberhasilan MTQ XI diharapkan dapat memberi dampak jangka panjang. Pemerintah Kabupaten Murung Raya menargetkan peningkatan minat baca Al‑Qur’an di kalangan pelajar, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kurikulum lokal. Program pendampingan pasca‑MTQ, seperti kelas tahsin dan hafalan, direncanakan untuk memastikan bahwa semangat kompetisi tidak berakhir pada hari penutupan.
Selain aspek keagamaan, acara ini juga menjadi ajang promosi budaya daerah. Peserta yang datang dari berbagai latar belakang budaya memperlihatkan keragaman tradisi lokal, memperkaya pengalaman sosial peserta dan penonton. Interaksi antar‑kecamatan ini menegaskan pentingnya persatuan dalam keragaman, selaras dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.
Dengan dibukanya MTQ XI, Kabupaten Murung Raya menegaskan komitmen terhadap Syiar Islam dan Memperkuat Pemahaman Nilai Al-Qur an sebagai bagian integral dari pembangunan karakter generasi muda. Diharapkan, semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al‑Qur’an akan terus tumbuh, memberikan kontribusi positif bagi kehidupan keagamaan, sosial, dan budaya di wilayah ini.

