analitik

Kenangan Rudy Ariffin: Pemimpin Karismatik yang Tinggalkan Jejak Mendalam di Kalimantan Selatan

Ule.co.id – Rudy Ariffin, mantan Gubernur Kalimantan Selatan, meninggal dunia pada 6 September 2026 di usia 73 tahun. Kepergian beliau menimbulkan duka yang mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat Banua, termasuk para tokoh politik, akademisi, dan warga biasa yang mengenalnya sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Berita duka itu pertama kali menyebar dari rumah duka di Banjarbaru, di mana keluarga, sahabat, dan rekan kerja berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Wakil Gubernur periode 2010-2015, Rudy Resnawan, terlihat meneteskan air mata saat mengenang almarhum. “Kita semua sangat terkejut mendengar kabar ini. Kalimantan Selatan kehilangan salah satu putra terbaik yang telah banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Baca juga:
Friedrich Merz Soroti Serangan Drone Leipzig dan Kebijakan Kerja Jerman

Rudy Resnawan menambahkan bahwa hubungan mereka tidak sekadar profesional. “Beliau bukan hanya mantan atasan, melainkan teman, sahabat, bahkan seperti kakak bagi saya. Kepergiannya meninggalkan lubang yang sangat besar di hati saya,” katanya. Ia mengajak semua pihak untuk mendoakan agar arwah Rudy Ariffin mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT serta diampuni segala dosa dan kesalahannya.

Selain pernyataan dari Rudy Resnawan, perwakilan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (Unukase), Dr. Ir. Murjani, juga menyampaikan belasungkawa. “Rudy Ariffin adalah sosok pemimpin yang telah memberikan banyak pengabdian dan pemikiran untuk kemajuan Kalimantan Selatan. Jasa dan keteladannya akan selalu dikenang,” ujar Murjani, menambahkan doa untuk keluarga yang ditinggalkan.

Berbagai organisasi keagamaan pun turut berduka. Ketua Takmir Masjid Al Jihad Banjarmasin, H. Taufik Hidayat, menyampaikan rasa kehilangan yang dalam, mengingat peran aktif Rudy Ariffin dalam kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah tersebut.

Selama dua periode menjabat sebagai Gubernur (2005-2015), Rudy Ariffin dikenal sebagai pemimpin yang sederhana namun visioner. Berikut beberapa capaian penting yang tercatat dalam masa kepemimpinannya:

  • Peningkatan infrastruktur jalan raya di seluruh kabupaten, termasuk pembangunan dan perbaikan jembatan strategis.
  • Program revitalisasi sungai yang berhasil menurunkan tingkat pencemaran air di beberapa daerah kritis.
  • Penerapan kebijakan agraria yang memperkuat hak kepemilikan petani kecil.
  • Peningkatan angka harapan hidup melalui program kesehatan daerah yang terintegrasi.
  • Pemberian penghargaan Muhammadiyah Award Kalsel 2024 atas sumbangsihnya dalam bidang sosial dan keagamaan.

Karier politik Rudy Ariffin dimulai sejak masa muda, ketika ia menjabat sebagai Ketua MPP Kecamatan Sungai Tabuk (1979-1982). Selanjutnya, ia menjadi Bupati Banjar (1999-2005) sebelum terpilih menjadi Gubernur Kalimantan Selatan. Latar belakang pendidikannya di bidang Sosial‑Politik menambah kedalaman perspektifnya dalam mengelola pemerintahan.

Baca juga:
Kondisi Joe Biden Memburuk, Kanker Telah Menyebar ke Tulang

Ritual pemakaman almarhum dilaksanakan secara khidmat di Masjid Al Jihad Banjarmasin, dilanjutkan dengan prosesi ke Masjid Agung Al‑Karomah Martapura, sebelum dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin. Seluruh proses disaksikan oleh ribuan warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah mengabdikan hidupnya untuk Banua.

Reaksi masyarakat di media sosial pun mengalir deras. Banyak yang menuliskan kenangan pribadi, mengingat kebijakan pro‑rakyat, serta mengapresiasi sifat rendah hati Rudy Ariffin. Salah satu komentar menulis, “Beliau selalu turun ke lapangan, mendengarkan keluh kesah warga, dan tidak pernah mengabaikan aspirasi kecil sekalipun.”

Kepergian Rudy Ariffin tidak hanya menandai akhir sebuah era, namun juga mengingatkan generasi penerus akan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan integritas, empati, dan visi jangka panjang. Sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang analis politik lokal, “Warisan Rudy Ariffin akan terus hidup dalam kebijakan yang masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kalimantan Selatan hingga hari ini.”

Dengan segala pencapaian, dedikasi, dan hubungan pribadi yang kuat, Rudy Ariffin tetap menjadi tokoh yang dikenang tidak hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai sahabat, mentor, dan panutan bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *