analitik

Nama Norman Joesoef mencuat sebagai wamenhan, Komisi I DPR: Tunggu keputusan presiden, Mencari Figur Tepat untuk Mengisi Posisi Wakil Menteri Pertahanan

Ule.co.id – Wacana reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat, salah satu nama yang santer dikabarkan berpeluang masuk ke jajaran pemerintahan adalah pengusaha muda sekaligus profesional industri pertahanan, Norman Joesoef. CEO Republikorp tersebut diisukan bakal mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) menggantikan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto.

Menanggapi kabar tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan peluang figur dari kalangan nonmiliter untuk menempati posisi tersebut tetap terbuka. Dave menilai latar belakang nonmiliter bahkan penguasaha tidak serta-merta menjadi persoalan dalam struktur Kementerian Pertahanan (Kemhan) maupun menimbulkan gesekan dengan TNI.

Baca juga:
Menteri LH Jumhur Hidayat Nangis, Sedih MBG Dicerca: Kalau Salah Tindak Pelakunya, Bukan Programnya

Hal yang lebih penting adalah adanya pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang berjalan dengan baik. "Apabila nantinya posisi tersebut diisi oleh sosok dari kalangan nonmiliter, saya kira hal itu tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang otomatis menimbulkan gesekan dengan TNI. Selama pembagian tugas dan kewenangan jelas, komunikasi berjalan baik, serta seluruh pihak bekerja dalam kerangka kebijakan pertahanan yang sama, sinergi dapat berjalan secara profesional. Yang utama adalah menjaga soliditas dan menempatkan kepentingan pertahanan negara di atas kepentingan lainnya," kata Dave.

Dave berpandangan latar belakang profesi bukan menjadi faktor tunggal dalam menentukan seseorang untuk menduduki jabatan Wamenhan. Ia menyebut terdapat sejumlah aspek lain yang perlu menjadi pertimbangan. Di antaranya adalah kompetensi, pengalaman, pemahaman mengenai persoalan strategis di bidang pertahanan, serta kemampuan membangun koordinasi dengan berbagai pihak.

Peneliti pertahanan dan intelijen, Wawan H Purwanto, menilai pergantian Wamenhan harus dilihat sebagai kewenangan Presiden untuk menentukan figur yang paling dipercaya sekaligus memiliki kapasitas menjalankan agenda pertahanan nasional. Menurut Wawan, faktor kepercayaan atau trust tidak dapat dipisahkan dari kapabilitas dalam menentukan figur yang akan mendampingi Menteri Pertahanan.

Norman Joesoef mencuat sebagai wamenhan, Komisi I DPR: Tunggu keputusan presiden. Nama Norman Joesoef mencuat sebagai wamenhan, karena ia berasal dari kalangan sipil-profesional dengan rekam jejak di industri pertahanan, bukan dari jalur karier militer. Norman diketahui telah berkecimpung di sektor alat utama sistem senjata (alutsista), perlengkapan taktis, serta teknologi strategis sejak 2013.

Ia juga disebut memiliki pengalaman membangun kemitraan dengan berbagai jejaring internasional di bidang pertahanan. Namun, terlepas dari nama yang beredar, keputusan pengangkatan Wamenhan sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari hak prerogatif Presiden. Nama Norman Joesoef mencuat sebagai wamenhan, Komisi I DPR: Tunggu keputusan presiden, karena keputusan tersebut masih menunggu keputusan resmi dari Presiden.

Baca juga:
DPR Dukung Siaga 1 TNI: Komitmen Kuat Jaga Keamanan Nasional

Menurut Dave, latar belakang profesi tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan sosok yang layak menduduki jabatan Wamenhan. Ia menilai posisi tersebut membutuhkan figur yang memiliki kompetensi, pengalaman, pemahaman terhadap isu strategis pertahanan, serta kemampuan membangun koordinasi. "Menurut saya, latar belakang militer maupun nonmiliter tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran. Posisi Wakil Menteri Pertahanan membutuhkan kompetensi, pengalaman, pemahaman terhadap isu strategis pertahanan, serta kemampuan membangun koordinasi yang baik," ujarnya.

Dengan kapasitas tersebut, seorang Wamenhan dapat menjalankan tugasnya secara efektif dan memberikan dukungan yang optimal kepada Menteri Pertahanan, terlepas dari latar belakang profesinya. Nama Norman Joesoef mencuat sebagai wamenhan, Komisi I DPR: Tunggu keputusan presiden, karena keputusan tersebut masih menunggu keputusan resmi dari Presiden.

Keputusan mengenai siapa yang akan mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Dave meminta publik tidak mendahului proses yang masih berjalan dan menunggu keputusan resmi dari Presiden. Nama Norman Joesoef mencuat sebagai wamenhan, Komisi I DPR: Tunggu keputusan presiden, karena keputusan tersebut masih menunggu keputusan resmi dari Presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *