analitik

Reaksi Guntur Romli soal 2 Orang Ditangkap Buntut Pidato Prabowo Tentang Nuklir: Represif and Otoriter

Ule.co.id – Reaksi Guntur Romli soal 2 Orang Ditangkap Buntut Pidato Prabowo Tentang Nuklir: Represif and Otoriter menjadi sorotan publik saat ini. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli menyoroti penangkapan dua konten kreator terkait unggahan di media sosial Threads. Keduanya, yakni AYP (49) dan AF (40), ditangkap Polda Jawa Barat buntut unggahan yang membahas pidato Presiden Prabowo Subianto soal nuklir Iran.

Guntur Romli menilai penangkapan tersebut menunjukkan sikap represif dan otoriter aparat dalam menghadapi kritik di ruang digital. Menurutnya, konten yang dibuat AYP dan AF merupakan diskusi mengenai kebijakan publik, bukan hasutan untuk melakukan kekerasan. Ia juga mempertanyakan langkah polisi yang menetapkan AYP sebagai tersangka karena diduga membuat, mengedit, dan mentransmisikan konten di Threads. Sementara AF diduga mengunggah komentar bernada provokatif pada unggahan tersebut.

Baca juga:
Magang Kemenkeu 2026: Informasi Terbaru tentang Pendaftaran dan Prospek Karir

Reaksi Guntur Romli soal 2 Orang Ditangkap Buntut Pidato Prabowo Tentang Nuklir: Represif and Otoriter ini menimbulkan pertanyaan tentang kebebasan berpendapat di ruang digital. Guntur Romli mendesak AYP dan AF segera dibebaskan dan mempertanyakan dasar penindakan terhadap konten tersebut. Ia menilai kritik terhadap presiden, meski disampaikan dengan keras, tidak semestinya diperlakukan sebagai tindak pidana.

Di lain pihak, Lucky Sugeha, ketua panitia drag race maut Upai, diperiksa sekitar delapan jam di Polres Kotamobagu. Usai pemeriksaan hingga dini hari, Lucky memilih menyerahkan seluruh proses kepada penyidik. Polisi menyebut belum ada tersangka dan masih memeriksa sejumlah pihak sebelum gelar perkara. Reaksi Guntur Romli soal 2 Orang Ditangkap Buntut Pidato Prabowo Tentang Nuklir: Represif and Otoriter ini menunjukkan bahwa isu kebebasan berpendapat dan penanganan kasus oleh aparat masih menjadi perhatian publik.

Baca juga:
Kapolri Resmi Tutup Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 Tegaskan Komitmen Polri Dukung Prestasi Atlet Nasional

Reaksi Guntur Romli soal 2 Orang Ditangkap Buntut Pidato Prabowo Tentang Nuklir: Represif and Otoriter ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana seharusnya pemerintah menangani kasus-kasus yang terkait dengan kebebasan berpendapat. Apakah pemerintah harus lebih terbuka dan transparan dalam menangani kasus-kasus tersebut, atau apakah pemerintah harus lebih ketat dalam mengawasi konten-konten di ruang digital? Reaksi Guntur Romli soal 2 Orang Ditangkap Buntut Pidato Prabowo Tentang Nuklir: Represif and Otoriter ini menunjukkan bahwa isu kebebasan berpendapat masih menjadi perhatian publik dan memerlukan penanganan yang lebih baik oleh pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *