analitik

Generasi Z: Dari Gelas Alkohol hingga Selfie Politik, Fenomena Baru yang Mengubah Wajah Muda

Ule.co.idGenerasi Z kini menjadi sorotan utama dalam berbagai bidang, mulai dari peningkatan konsumsi alkohol hingga cara politisi berinteraksi lewat selfie, serta peran penting di industri hiburan dan tanggung jawab keluarga di Kenya. Perubahan ini menandai pergeseran citra generasi muda yang sebelumnya dianggap paling sober.

Penelitian terbaru dari IWSR mengungkap bahwa 74% orang dewasa berusia 18‑29 tahun (generasi Z) melaporkan mengonsumsi alkohol secara reguler, hampir menyamai 76% populasi dewasa secara keseluruhan. Angka ini naik signifikan dari 66% tiga tahun lalu, menunjukkan tren peningkatan minat minuman beralkohol di kalangan muda.

Baca juga:
Cara Cek Desil Bansos Lewat cekbansos.kemensos.go.id, Apakah Anda Termasuk Penerima?
Kelompok Persentase
Generasi Z 74%
Populasi Dewasa 76%

Walaupun konsumsi meningkat, studi mencatat bahwa generasi Z cenderung lebih patuh pada rekomendasi kesehatan, memilih minum secara moderat dan lebih menyukai koktail daripada bir atau minuman keras tradisional. Andrea Shipka, 27 tahun, mengakui ia hanya keluar sekali atau dua kali seminggu dan menekankan pentingnya mengenali batas diri.

Di ranah politik, Gubernur Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, mengubah citra kerasnya dengan mengambil selfie bersama anak-anak, mahasiswa asing, dan perempuan, termasuk saat merayakan Hari Raksha Bandhan. Gerakan ini, yang tersebar luas di media sosial, tampak dirancang untuk menarik simpati generasi Z yang aktif di platform digital.

Sementara itu, di Kenya, generasi Z yang merupakan anak sulung menghadapi beban ekonomi yang berat. Mereka sering berperan sebagai “orang tua kedua”, mengelola keuangan keluarga, membantu usaha kecil, dan menjadi sumber dukungan emosional. Kondisi ini muncul di tengah tingginya pengangguran pemuda dan kenaikan biaya hidup.

Di dunia hiburan Indonesia, artis senior Cut Keke menyoroti profesionalitas para aktor muda generasi Z dalam serial “Jodoh Wasiat Bapak Reborn”. Ia memuji kemampuan adaptasi cepat dan dedikasi tinggi para pemain muda, meski perbedaan usia menciptakan dinamika unik di set. Kolaborasi lintas generasi ini memperlihatkan bagaimana generasi Z membawa energi baru dalam produksi konten.

Baca juga:
Diskominfo Kotim Dorong Pemanfaatan Media Sosial yang Produktif untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Berbagai fenomena tersebut menggambarkan transformasi nilai dan perilaku generasi Z di tingkat global. Dari kebiasaan konsumsi yang lebih terbuka, cara berinteraksi politik yang lebih personal, hingga peran ekonomi keluarga yang lebih signifikan, generasi Z tampak menolak stereotip lama dan menciptakan identitas yang lebih kompleks.

Pengamat menilai bahwa perubahan ini tidak hanya mencerminkan adaptasi terhadap lingkungan sosial‑ekonomi yang berubah, tetapi juga menandakan bahwa generasi Z akan menjadi kekuatan utama dalam menentukan arah budaya, politik, dan pasar di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *