Honor Perkenalkan Agentic OS, Agen AI Diklaim Mampu Menyelesaikan Tugas Lintas Aplikasi Secara Otomatis
Ule.co.id – Agen AI diprediksi akan menjadi teknologi yang mengubah cara manusia menggunakan smartphone dalam beberapa tahun ke depan. Jika selama ini ponsel pintar bergantung pada aplikasi yang harus dibuka dan dijalankan satu per satu, di masa mendatang pengguna cukup menyampaikan tujuan yang ingin dicapai, sementara Agen AI akan menyusun langkah dan mengeksekusi seluruh proses secara otomatis.
Pandangan tersebut disampaikan Presiden Lini Produk Honor, Fang Fei, dalam subforum Mobile World Congress (MWC) Shanghai 2026. Dalam forum tersebut, Honor juga memperkenalkan Agentic OS, sebuah arsitektur sistem operasi generasi baru yang dirancang untuk mendukung kehadiran Agen AI sebagai pusat pengalaman pengguna di berbagai perangkat.
Honor Prediksi Peran Smartphone Akan Berubah
Menurut Fang Fei, industri perangkat seluler sedang memasuki fase transformasi besar. Dalam sepuluh tahun ke depan, smartphone tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat memasang dan menjalankan aplikasi.
Sebaliknya, perangkat akan berkembang menjadi ruang kerja bagi Agen AI, yaitu sistem kecerdasan buatan yang mampu memahami maksud pengguna, merencanakan langkah penyelesaian tugas, lalu menjalankannya secara mandiri.
Dengan konsep tersebut, pengguna tidak lagi harus berpindah-pindah aplikasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Cukup memberikan instruksi menggunakan bahasa alami, sementara Agen AI akan mengelola seluruh proses hingga selesai.
Tiga Perubahan Besar pada Terminal Seluler
Dalam paparannya, Fang Fei menjelaskan bahwa terdapat tiga perubahan mendasar yang akan mengubah industri smartphone.
1. Cara Berinteraksi Berubah
Interaksi antara manusia dan perangkat tidak lagi bergantung pada layar sentuh maupun antarmuka grafis.
Sebagai gantinya, Agen AI akan menerima berbagai jenis masukan, seperti:
- Perintah suara.
- Bahasa alami.
- Gerakan mata.
- Gestur tangan.
- Gerakan tubuh.
Pendekatan ini membuat komunikasi dengan perangkat menjadi lebih intuitif dan menyerupai percakapan dengan asisten pribadi.
2. Nilai Smartphone Tak Lagi Ditentukan Aplikasi
Menurut Honor, selama bertahun-tahun nilai sebuah smartphone ditentukan oleh jumlah aplikasi yang tersedia dalam ekosistemnya.
Namun, paradigma tersebut mulai berubah.
Ke depan, perangkat akan lebih mengandalkan kemampuan memahami kebiasaan pengguna melalui data penggunaan jangka panjang.
Dengan memahami pola aktivitas tersebut, Agen AI dapat memberikan layanan yang lebih personal sekaligus mengambil keputusan sesuai kebutuhan pemilik perangkat.
3. Distribusi Layanan Digital Ikut Berubah
Perubahan ketiga menyangkut cara layanan digital dikembangkan.
Saat ini hampir seluruh aplikasi dirancang untuk digunakan langsung oleh manusia.
Di masa depan, layanan juga harus dapat diakses oleh Agen AI yang bertindak sebagai perwakilan pengguna.
Artinya, agen kecerdasan buatan dapat berkomunikasi dengan berbagai layanan digital tanpa pengguna harus membuka setiap aplikasi secara manual.
Menurut Fang Fei, terminal akan menjadi jalur utama bagi AI untuk hadir dalam kehidupan sehari-hari manusia.
Perangkat Menjadi Mitra Cerdas
Honor menilai posisi smartphone akan semakin penting seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan.
Jika sebelumnya perangkat hanya berfungsi sebagai perangkat keras sekaligus pintu masuk aplikasi, kini smartphone diproyeksikan menjadi mitra digital yang memahami konteks penggunaan.
Karena Agen AI membutuhkan akses terhadap data perilaku pengguna, status perangkat, hingga berbagai skenario penggunaan, smartphone akan menjadi pusat koordinasi seluruh aktivitas tersebut.
Transformasi ini juga membuka peluang baru bagi produsen perangkat untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih cerdas.
Honor Perkenalkan Agentic OS
Dalam kesempatan yang sama, Honor memperkenalkan Agentic OS, arsitektur sistem operasi tingkat atas yang dirancang khusus untuk era terminal AI generasi berikutnya.
Kerangka teknis lengkapnya dijadwalkan diperkenalkan secara resmi pada bulan depan.
Melalui Agentic OS, Agen AI diklaim mampu menyelesaikan pekerjaan lintas aplikasi dari awal hingga akhir tanpa banyak campur tangan pengguna.
Misalnya, ketika pengguna ingin memesan tiket perjalanan sekaligus mengatur jadwal di kalender dan mengirimkan informasi kepada rekan kerja, seluruh proses dapat dijalankan secara otomatis oleh sistem.
Mampu Menyelesaikan Tugas Lintas Aplikasi
Salah satu kemampuan utama Agentic OS adalah menjalankan berbagai layanan secara terpadu.
Selama ini pengguna harus membuka beberapa aplikasi berbeda untuk menyelesaikan satu pekerjaan.
Dengan hadirnya Agen AI, berbagai aplikasi dapat bekerja secara terintegrasi melalui satu perintah saja.
Pendekatan ini diharapkan mampu menghemat waktu sekaligus menyederhanakan pengalaman menggunakan perangkat.
Mendukung Berbagai Bentuk Input
Agentic OS tidak hanya mengandalkan layar sentuh sebagai media interaksi.
Platform tersebut dirancang untuk menerima berbagai bentuk masukan, antara lain:
- suara,
- bahasa alami,
- gerakan mata,
- gestur,
- gerakan tubuh.
Kombinasi tersebut memungkinkan pengguna berinteraksi dengan perangkat secara lebih alami tanpa harus terus-menerus menyentuh layar.
Menghubungkan Seluruh Perangkat
Honor juga merancang Agentic OS agar mampu menghubungkan berbagai perangkat dalam satu ekosistem.
Perangkat yang dapat terintegrasi meliputi:
- smartphone,
- komputer pribadi,
- tablet,
- jam tangan pintar,
- perangkat wearable,
- perangkat rumah pintar.
Melalui integrasi tersebut, Agen AI dapat mengelola berbagai aktivitas lintas perangkat tanpa mengharuskan pengguna berpindah dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
Sistem Operasi Tradisional Dinilai Mulai Terbatas
Menurut Fang Fei, sistem operasi konvensional yang selama ini berfokus pada pengelolaan aplikasi mulai menghadapi keterbatasan.
Model tersebut dinilai belum mampu mendukung kolaborasi otonom antaragen kecerdasan buatan yang diperkirakan akan menjadi kebutuhan utama di masa depan.
Karena itu, Agentic OS dikembangkan sebagai fondasi baru agar Agen AI dapat bekerja secara lebih efisien dalam mengelola berbagai layanan digital.
AI Diprediksi Menjadi Pusat Pengalaman Pengguna
Honor memandang perkembangan AI tidak lagi sebatas chatbot atau asisten virtual yang hanya merespons pertanyaan.
Tahap berikutnya adalah menghadirkan sistem yang mampu memahami konteks, menyusun rencana kerja, lalu menjalankan tugas secara mandiri.
Dalam skenario tersebut, Agen AI akan menjadi pusat pengalaman pengguna, sementara aplikasi hanya berfungsi sebagai layanan pendukung yang bekerja di balik layar.
Konsep ini diyakini akan mengubah cara masyarakat menggunakan smartphone dalam beberapa tahun mendatang.
Membuka Peluang Baru bagi Industri Smartphone
Transformasi menuju era Agen AI juga diperkirakan menciptakan peluang baru bagi industri perangkat seluler.
Produsen tidak lagi hanya bersaing dari sisi spesifikasi perangkat keras, tetapi juga kemampuan menghadirkan sistem kecerdasan buatan yang mampu memahami kebutuhan pengguna secara lebih mendalam.
Persaingan diperkirakan akan bergeser dari jumlah aplikasi yang tersedia menuju kualitas pengalaman AI yang mampu diberikan kepada pengguna.
Dengan diperkenalkannya Agentic OS, Honor menunjukkan arah pengembangan smartphone generasi berikutnya, di mana Agen AI berperan sebagai penghubung utama antara manusia, aplikasi, dan seluruh ekosistem perangkat digital. Apabila konsep ini berkembang sesuai proyeksi industri, pengalaman menggunakan smartphone dalam satu dekade mendatang berpotensi berubah secara signifikan, dari perangkat yang menunggu perintah menjadi mitra digital yang mampu bekerja secara proaktif dan mandiri.

