Karim Siregar Resmi Ditunjuk sebagai Country Director Google Cloud Indonesia
Ule.co.id – Google Cloud resmi mengumumkan penunjukan Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Dalam posisi barunya, Karim akan memimpin strategi bisnis dan operasional Google Cloud di Indonesia sekaligus memperkuat adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri.
Pengumuman tersebut disampaikan Google Cloud pada Selasa, 23 Juni 2026. Sebagai Country Director, Karim Siregar akan bekerja sama dengan berbagai tim lintas fungsi untuk menghadirkan solusi berbasis AI yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
Karim juga akan berada di bawah kepemimpinan Mark Micallef, Managing Director Southeast Asia Google Cloud, dalam menjalankan strategi pertumbuhan perusahaan di pasar Indonesia.
Fokus Dorong Transformasi Menuju Era Agentik
Dalam peran barunya, Karim Siregar memiliki tanggung jawab untuk membantu perusahaan dan organisasi di Indonesia memanfaatkan teknologi AI secara lebih optimal.
Google Cloud menilai banyak organisasi di Indonesia kini telah memasuki tahap baru dalam transformasi digital. Jika sebelumnya perusahaan masih fokus pada tahap eksperimen AI, saat ini kebutuhan telah bergeser ke implementasi yang mampu menghasilkan nilai bisnis nyata dalam skala besar.
Melalui kepemimpinan Karim Siregar, Google Cloud ingin membantu berbagai organisasi, mulai dari perusahaan digital native hingga perusahaan tradisional, untuk mengadopsi solusi AI yang terbuka, terintegrasi, dan aman.
Tujuan akhirnya adalah mendukung transformasi bisnis menuju Era Agentik, yaitu fase baru pemanfaatan AI yang memungkinkan sistem bekerja lebih cerdas, otomatis, dan kontekstual.
Memiliki Pengalaman Lebih dari 20 Tahun
Penunjukan Karim Siregar tidak lepas dari pengalaman panjangnya di sektor teknologi, perbankan, dan transformasi digital.
Sebelum bergabung dengan Google Cloud, Karim menjabat sebagai Chief Information Officer di PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Pada posisi tersebut, ia bertanggung jawab terhadap strategi teknologi dan pengembangan sistem digital perusahaan.
Sebelumnya, Karim Siregar juga dikenal sebagai Presiden Direktur pertama PT Bank Jago Tbk. Ia menjadi salah satu figur penting dalam pengembangan Bank Jago sebagai bank digital yang terintegrasi dengan berbagai ekosistem digital di Indonesia.
Pada periode yang sama, Karim juga dipercaya menjabat sebagai CEO Dkatalis Digital Labs, perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan solusi digital dan inovasi keuangan.
Pengalaman tersebut membuatnya memiliki pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan transformasi digital di Indonesia.
Pernah Menempati Posisi Strategis di Industri Perbankan
Selain Bank Jago dan BFI Finance, Karim Siregar juga memiliki rekam jejak kepemimpinan di sejumlah institusi keuangan besar.
Kariernya mencakup posisi Direktur Teknologi Informasi di Bank BTPN yang kini dikenal sebagai Bank SMBC Indonesia. Ia juga pernah menduduki berbagai jabatan strategis di bidang infrastruktur teknologi di Bank Danamon dan Bank Mega.
Pengalaman lintas industri tersebut menjadi modal penting bagi Karim Siregar dalam memahami tantangan digitalisasi yang dihadapi berbagai organisasi di Indonesia.
Dengan latar belakang yang kuat di sektor teknologi dan keuangan, Karim dinilai memiliki kombinasi pengalaman yang relevan untuk memimpin Google Cloud di pasar Indonesia yang terus berkembang.
Google Cloud Soroti Potensi AI di Indonesia
Managing Director Southeast Asia Google Cloud, Mark Micallef, menyebut perusahaan-perusahaan di Indonesia termasuk yang paling agresif dalam memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan berbagai tantangan bisnis.
Menurut Micallef, banyak organisasi kini mulai berfokus pada implementasi AI yang dapat memberikan dampak nyata dibanding sekadar melakukan uji coba teknologi.
Ia menilai Karim Siregar merupakan sosok yang tepat untuk memimpin fase pertumbuhan berikutnya karena memiliki pengalaman dalam membangun institusi digital serta mengelola transformasi teknologi dalam skala besar.
Micallef juga menyoroti pemahaman Karim mengenai sistem digital terintegrasi, inklusi keuangan, dan kolaborasi lintas platform sebagai faktor yang akan memperkuat posisi Google Cloud di Indonesia.
Fokus pada AI yang Aman dan Sesuai Regulasi
Dalam pernyataannya, Karim Siregar menegaskan bahwa nilai utama sebuah teknologi terletak pada kemampuannya menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna.
Ia melihat kebutuhan perusahaan saat ini tidak hanya sebatas mengadopsi AI, tetapi juga memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan secara aman dan bertanggung jawab.
Menurut Karim Siregar, perusahaan digital native maupun organisasi tradisional membutuhkan mitra yang dapat membantu mereka mengintegrasikan AI ke dalam layanan sehari-hari tanpa mengabaikan aspek keamanan data.
Melalui berbagai inisiatif Google Cloud, termasuk program Indonesia BerdAIa serta keberadaan dedicated local security operations data region di Jakarta, perusahaan ingin membantu pelanggan membangun solusi berbasis AI yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Perkuat Ekosistem Digital Indonesia
Selain mendorong pemanfaatan AI, Karim Siregar juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan ekosistem digital nasional.
Ia berharap hubungan antara Google Cloud, pelanggan, mitra teknologi, dan komunitas lokal dapat semakin erat guna mempercepat pengembangan solusi digital yang aman dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemanfaatan AI yang bertanggung jawab akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi digital Indonesia pada masa mendatang.
Penunjukan Karim Siregar sebagai Country Director Google Cloud Indonesia menandai langkah baru perusahaan dalam memperkuat ekspansi layanan cloud dan AI di Tanah Air. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di sektor teknologi dan perbankan digital, Karim dipercaya memimpin strategi Google Cloud untuk membantu berbagai organisasi memanfaatkan AI secara lebih efektif.
Melalui kepemimpinannya, Google Cloud berharap dapat mempercepat transformasi digital, memperluas adopsi AI yang aman, serta mendukung pertumbuhan ekosistem teknologi Indonesia menuju Era Agentik yang semakin berkembang.

