analitik

Hilang saat bertugas, sekuriti Waduk Jatiluhur ditemukan tewas dalam kondisi terborgol, Misteri Kematian Satpam di Purwakarta

Ule.co.idHilang saat bertugas, sekuriti Waduk Jatiluhur ditemukan tewas dalam kondisi terborgol di Purwakarta, Jawa Barat. Sumarna, 40, petugas keamanan Waduk Jatiluhur ditemukan mengambang di kawasan Tanggul Kayat, Kampung Kembang Kuning, Purwakarta pada Jumat pagi. Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui sempat menegur sekelompok orang yang melakukan aksi vandalisme di area objek vital tersebut.

Dugaan itu mencuat usai beredarnya rekaman status WhatsApp yang diduga diunggah oleh Sumarna beberapa saat sebelum kejadian. Dalam unggahan video tersebut, korban memperlihatkan adanya coretan di jalan area tanggul Waduk Jatiluhur dan mengeluhkan aksi tak bertanggung jawab itu. Hilang saat bertugas, sekuriti Waduk Jatiluhur ditemukan tewas dalam kondisi terborgol, merupakan kasus yang cukup menghebohkan di Purwakarta.

Adapun kronologi insiden ini bermula ketika keberadaan Sumarna memicu tanda tanya sejak Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, rekan kerjanya mendapati pos jaga dalam kondisi kosong melompong. Di lokasi tersebut, hanya terlihat sepeda motor milik korban yang masih terparkir dengan rapi.

Upaya rekan korban untuk menghubungi ponselnya pun tak membuahkan hasil karena nomor telepon Sumarna mendadak tidak aktif. Petunjuk awal mulai ditemukan saat perangkat handy talky (HT) milik Sumarna ditemukan tergeletak di atas sebuah perahu yang bersandar di sekitar lokasi. Ketiadaan kabar tersebut berakhir duka pada Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WIB ketika tubuh Sumarna ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur, tak jauh dari posisi HT tersebut.

Hilang saat bertugas, sekuriti Waduk Jatiluhur ditemukan tewas dalam kondisi terborgol, menjadi sorotan karena kondisi korban yang ditemukan dengan tangan terborgol ke belakang. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan memeriksa sejumlah saksi. Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa korban sempat mengunggah status WhatsApp tentang aksi vandalisme di Waduk Jatiluhur sebelum ditemukan tewas.

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi kedua tangannya terborgol ke belakang. Peristiwa itu terjadi di kawasan Tanggul Kayat, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, pada Jumat pagi, 24 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Penemuan jenazah tersebut sempat menggegerkan warga sekitar.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang petugas keamanan yang kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan, mengatakan korban diketahui bekerja sebagai satpam. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat dicari rekan-rekannya karena sejak dini hari tidak dapat dihubungi.

Saat ditemukan, kondisi korban menjadi perhatian penyidik lantaran berada dalam posisi telungkup dengan kedua tangan terborgol. Temuan itu langsung ditindaklanjuti polisi dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti, meminta keterangan saksi, serta membawa jenazah ke rumah sakit untuk menjalani autopsi.

Menurut Hendra, hingga kini penyidik Polres Purwakarta masih bekerja mengungkap penyebab pasti kematian korban. Seluruh kemungkinan masih didalami, termasuk melalui pemeriksaan saksi dan analisis rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Sebelumnya, Sumarna dilaporkan hilang kontak sejak sekitar pukul 03.00 WIB saat menjalankan tugas piket malam di kawasan Waduk Jatiluhur. Hilang saat bertugas, sekuriti Waduk Jatiluhur ditemukan tewas dalam kondisi terborgol, merupakan kasus yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa kematian Sumarna masih dalam penyelidikan polisi. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan memeriksa sejumlah saksi. Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa korban sempat mengunggah status WhatsApp tentang aksi vandalisme di Waduk Jatiluhur sebelum ditemukan tewas. Hilang saat bertugas, sekuriti Waduk Jatiluhur ditemukan tewas dalam kondisi terborgol, menjadi sorotan karena kondisi korban yang ditemukan dengan tangan terborgol ke belakang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *