Resmi IPO di Nasdaq, Saham SpaceX Melonjak 22 Persen pada Hari Perdana, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia
JAKARTA, Ule.co.id – Debut saham SpaceX di bursa Nasdaq menjadi salah satu peristiwa paling bersejarah di pasar modal global. Perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut resmi melantai di bursa dengan kode perdagangan SPCX dan langsung menarik perhatian investor dari seluruh dunia.
Pada hari pertama perdagangan, saham SpaceX mencatat lonjakan signifikan yang mengangkat valuasi perusahaan ke level fantastis. Kesuksesan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) tersebut juga membuat Elon Musk mencatatkan sejarah baru sebagai individu pertama di dunia dengan kekayaan yang melampaui USD1,1 triliun atau sekitar Rp19.470 triliun.
Langkah SpaceX menuju pasar publik sebelumnya telah menjadi bahan spekulasi selama berbulan-bulan. Banyak analis memperkirakan IPO perusahaan ini akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Wall Street, dan prediksi tersebut terbukti benar.
Saham SpaceX Langsung Melonjak pada Hari Pertama
Perdagangan perdana saham SpaceX menunjukkan antusiasme investor yang sangat tinggi.
Berdasarkan data perdagangan hari pertama, saham perusahaan dibuka jauh di atas harga IPO yang telah ditetapkan sebelumnya.
Berikut rincian kinerja saham SpaceX saat debut di Nasdaq:
- Harga IPO: USD135 per saham
- Harga pembukaan: USD150 per saham
- Harga tertinggi intraday: USD176 per saham
- Harga penutupan: USD160,95 per saham
Dari angka tersebut terlihat bahwa saham SpaceX berhasil mencatat kenaikan sekitar 22 persen dibandingkan harga IPO.
Kenaikan tajam ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek bisnis SpaceX, khususnya di sektor teknologi, internet satelit, kecerdasan buatan, dan eksplorasi luar angkasa.
Elon Musk Resmi Menjadi Triliuner Pertama Dunia
Lonjakan saham SpaceX secara langsung berdampak terhadap kekayaan Elon Musk.
Sebagian besar kekayaan Musk berasal dari kepemilikannya di SpaceX yang diperkirakan bernilai sekitar USD870 miliar. Selain itu, ia juga masih memiliki porsi saham besar di Tesla dengan nilai sekitar USD287 miliar.
Kombinasi kedua aset tersebut membuat total kekayaan Musk menembus angka USD1,1 triliun.
Pencapaian ini menjadikannya sebagai orang pertama dalam sejarah modern yang memiliki kekayaan lebih dari satu triliun dolar Amerika Serikat.
Status tersebut semakin memperkuat posisi Musk sebagai salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di dunia, terutama dalam sektor teknologi dan inovasi.
Masuk Klub Perusahaan Bernilai Triliunan Dolar
Dengan keberhasilan IPO ini, SpaceX kini bergabung dalam kelompok perusahaan global dengan valuasi di atas USD1 triliun.
Klub eksklusif tersebut sebelumnya dihuni oleh sejumlah nama besar seperti:
- Nvidia
- Microsoft
- Apple
- Alphabet (Google)
- Saudi Aramco
Keberhasilan SpaceX dinilai unik karena perusahaan tersebut berasal dari sektor antariksa yang selama bertahun-tahun dianggap memiliki risiko tinggi dan membutuhkan investasi sangat besar.
Kini, model bisnis SpaceX yang menggabungkan layanan peluncuran roket, internet satelit, hingga kecerdasan buatan berhasil mengubah persepsi pasar terhadap industri antariksa.
IPO Terbesar dalam Sejarah
Proses pencatatan saham SpaceX dimulai ketika perusahaan mengajukan dokumen S-1 kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat pada Mei 2026.
Dalam dokumen tersebut, SpaceX menargetkan penggalangan dana sekitar USD75 miliar dengan valuasi lebih dari USD2 triliun.
Target tersebut akhirnya berhasil dicapai, menjadikan IPO SpaceX sebagai salah satu yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal global.
Keberhasilan tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap perusahaan teknologi dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Banyak analis menilai bahwa daya tarik utama SpaceX bukan hanya berasal dari bisnis peluncuran roket, melainkan dari ekosistem teknologi yang dibangun Elon Musk dalam beberapa tahun terakhir.
Pendapatan Meningkat, Tetapi Masih Rugi
Meski valuasi dan harga saham SpaceX melonjak, laporan keuangan perusahaan menunjukkan bahwa SpaceX masih menghadapi tantangan besar.
Berdasarkan dokumen yang disampaikan kepada SEC, perusahaan membukukan:
- Pendapatan tahun 2025 sebesar USD18,67 miliar
- Pendapatan terbesar berasal dari bisnis konektivitas dan Starlink sebesar USD11,39 miliar
- Kerugian bersih mencapai USD4,94 miliar
Kerugian tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh besarnya investasi yang dilakukan perusahaan untuk pengembangan teknologi baru.
Investor tampaknya tidak terlalu khawatir terhadap kondisi tersebut karena fokus utama pasar saat ini adalah potensi pertumbuhan jangka panjang.
Starlink Menjadi Mesin Pendapatan Utama
Dalam laporan keuangan terbaru, Starlink muncul sebagai kontributor terbesar bagi pendapatan perusahaan.
Layanan internet satelit tersebut telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan kini menjadi salah satu bisnis paling strategis di dalam ekosistem SpaceX.
Starlink tidak hanya melayani pelanggan individu, tetapi juga sektor pemerintahan, pertahanan, pendidikan, hingga perusahaan global yang membutuhkan akses internet di wilayah terpencil.
Pertumbuhan pelanggan Starlink menjadi faktor penting yang mendorong optimisme investor terhadap saham SpaceX.
Transformasi Menjadi Raksasa Teknologi Terintegrasi
SpaceX saat ini tidak lagi sekadar perusahaan peluncuran roket.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan terus melakukan ekspansi ke berbagai sektor teknologi.
Pada 2025, platform X yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter digabungkan ke dalam perusahaan kecerdasan buatan xAI.
Kemudian pada 2026, SpaceX mengambil langkah lebih besar dengan mengakuisisi xAI beserta berbagai aset teknologinya.
Langkah tersebut membuat SpaceX memiliki portofolio bisnis yang sangat luas, meliputi:
- Peluncuran roket dan transportasi luar angkasa
- Internet satelit Starlink
- Kecerdasan buatan melalui xAI
- Platform media sosial X
- Infrastruktur komputasi AI
Diversifikasi ini menjadi salah satu alasan mengapa investor menilai saham SpaceX memiliki prospek pertumbuhan yang sangat besar.
Belanja AI Diperkirakan Meningkat
Di sisi lain, ekspansi agresif ke sektor AI diperkirakan akan meningkatkan pengeluaran perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Pengembangan pusat data, chip AI, serta infrastruktur komputasi membutuhkan investasi dalam jumlah sangat besar.
Karena itu, sejumlah analis memperkirakan SpaceX masih akan mencatat kerugian dalam jangka pendek.
Namun, pasar tampaknya melihat investasi tersebut sebagai upaya membangun fondasi bisnis yang lebih kuat untuk masa depan.
Strategi serupa sebelumnya juga dilakukan oleh perusahaan teknologi besar seperti Amazon dan Tesla pada fase pertumbuhan awal mereka.
Musk Tetap Memegang Kendali Penuh
Salah satu aspek yang menarik perhatian investor adalah struktur kepemilikan SpaceX.
Perusahaan menggunakan sistem saham super-voting yang memberikan hak suara lebih besar kepada Elon Musk dibandingkan pemegang saham biasa.
Dengan struktur tersebut, Musk tetap memiliki kendali penuh terhadap arah strategis perusahaan.
Bahkan setelah IPO, pemegang saham publik memiliki ruang yang sangat terbatas untuk memengaruhi keputusan manajemen.
Model ini dianggap penting oleh Musk untuk memastikan visi jangka panjang perusahaan tetap berjalan tanpa tekanan jangka pendek dari pasar.
Nasdaq Beri Perlakuan Khusus
Besarnya skala IPO SpaceX juga disebut-sebut membuat Nasdaq melakukan sejumlah penyesuaian dalam proses pencatatan saham.
Langkah tersebut menunjukkan betapa pentingnya IPO SpaceX bagi pasar modal Amerika Serikat.
Masuknya perusahaan ke bursa dianggap sebagai salah satu pencatatan saham paling fenomenal dalam beberapa dekade terakhir.
Volume perdagangan yang sangat tinggi pada hari pertama juga menjadi bukti bahwa minat investor terhadap saham SpaceX berada pada level yang luar biasa.
Prospek Saham SpaceX ke Depan
Setelah debut yang impresif, perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan SpaceX mempertahankan momentum pertumbuhannya.
Investor akan mencermati sejumlah faktor utama, antara lain:
- Pertumbuhan pelanggan Starlink
- Pengembangan teknologi AI xAI
- Kemajuan program Starship
- Ekspansi layanan luar angkasa komersial
- Efisiensi operasional perusahaan
Jika berbagai proyek tersebut berjalan sesuai target, banyak analis percaya bahwa saham SpaceX masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar dalam jangka panjang.
Keberhasilan IPO ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi perusahaan, tetapi juga menandai babak baru dalam perkembangan industri teknologi dan antariksa global. Dengan valuasi triliunan dolar dan dukungan investor yang kuat, saham SpaceX kini menjadi salah satu aset paling menarik untuk diperhatikan di pasar modal dunia.

