Tekno

Telkom Solution Raih Penghargaan Bergengsi, Sementara Telkom Perkuat Infrastruktur Digital di 2026

Telkom Solution Raih Penghargaan Bergengsi, Sementara Telkom Perkuat Infrastruktur Digital di 2026

Ule.co.id – Telkom kembali menjadi sorotan utama di kancah industri teknologi Indonesia, baik melalui prestasi Telkom Solution yang berhasil meraih penghargaan Business Impact & Industry Growth dari Kabar Group Indonesia (KGI), maupun melalui strategi transformasi yang menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur digital untuk menstabilkan pertumbuhan hingga akhir 2026. Keberhasilan ini menegaskan peran sentral Telkom sebagai enabler transformasi digital B2B sekaligus menyoroti tantangan operasional yang masih dihadapi, seperti insiden tragis di Gowa yang menimpa tiga pekerja Telekomunikasi.

Penghargaan yang diterima Telkom Solution diumumkan pada 14 September 2026 melalui beberapa media nasional. VP Enterprise Marketing & Growth Telkom, Reni Yustiani, menerima trofi Business Impact & Industry Growth atas kontribusi nyata solusi digital perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan pertumbuhan industri nasional. Penilaian penghargaan melibatkan tim internal KGI serta pakar eksternal dari LPPM Universitas Hasanuddin dan Direktorat Inovasi dan Riset Terapan Bisnis Universitas Indonesia, menegaskan kredibilitas proses seleksi.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi kuat untuk terus berinovasi. “Kami tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi pelanggan melalui layanan cloud, keamanan siber, AI, dan data center,” ujarnya. Telkom Solution menekankan bahwa dampak bisnis menjadi ukuran utama keberhasilan, sehingga setiap solusi dirancang untuk memberikan value creation yang berkelanjutan.

Sementara itu, di tingkat grup, Telkom Indonesia meluncurkan agenda transformasi yang menitikberatkan pada empat fokus utama: operational & service excellence, streamlining, unlocking value, dan modus‑operandi shift. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menjelaskan bahwa perusahaan sedang melakukan delayering menjadi lima segmen utama—B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta Others and Ancillary—sebagai bagian dari implementasi TLKM 30. Langkah ini diharapkan meningkatkan akuntabilitas, mempercepat pengambilan keputusan strategis, dan menyalurkan sumber daya ke unit bisnis yang paling potensial.

Hasil kinerja semester I 2026 menunjukkan tren positif. Pendapatan konsolidasi mencapai Rp75,9 triliun, naik 3,9 % YoY, sementara EBITDA meningkat 3,8 % menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4 %. Laba bersih tercatat Rp10,6 triliun, naik 1,4 % YoY, dan bila dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau pertumbuhan 6,2 %. Angka-angka tersebut mencerminkan dampak awal dari restrukturisasi dan investasi pada infrastruktur digital, termasuk pengembangan jaringan serat optik, pusat data, dan layanan cloud yang semakin terintegrasi.

Di samping pencapaian bisnis, Telkom juga aktif dalam dunia penghargaan industri. Pada 2026 PRISM Awards, yang berlangsung 22–24 Oktober di Johannesburg, Telkom Radio Awards meluncurkan inisiatif The Listening Panel. Program ini mengundang profesional audio dan broadcasting dari seluruh Indonesia untuk bergabung sebagai juri, memperluas partisipasi dan memastikan representasi yang lebih beragam dalam proses penjurian. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Telkom untuk menjaga kredibilitas dan relevansi dalam lanskap media yang terus berubah.

Namun, tidak semua berita bersifat positif. Pada 14 September 2026, tiga pekerja Telkom Akses di Gowa, Sulawesi Selatan, mengalami kecelakaan fatal ketika sebuah tembok panel roboh di lokasi pekerjaan penyambungan kabel. Korban dengan inisial NC (24) meninggal dunia, sementara MI (31) dan AA (28) mengalami luka-luka dan dirawat di RS Unismuh. Polisi setempat masih menyelidiki penyebab keruntuhan tembok, sementara perusahaan menegaskan komitmen terhadap keselamatan kerja dan akan meningkatkan prosedur keamanan di lapangan.

Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah upaya digitalisasi dan pertumbuhan, aspek operasional dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Telkom berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar kerja lapangan, termasuk pelatihan tambahan bagi tim teknis dan audit keamanan yang lebih ketat.

Secara keseluruhan, rangkaian penghargaan, strategi pertumbuhan, dan tantangan operasional yang dihadapi Telkom pada 2026 mencerminkan dinamika industri telekomunikasi yang kompleks. Dengan portofolio layanan B2B ICT yang mencakup konektivitas, keamanan siber, cloud, data center, hingga AI, Telkom Solution berada di posisi strategis untuk menjadi motor penggerak transformasi digital di Indonesia. Di sisi lain, upaya restrukturisasi grup Telkom diharapkan dapat menghasilkan model bisnis yang lebih gesit, berfokus pada nilai tambah, dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang.

Ke depan, Telkom menargetkan peningkatan investasi pada infrastruktur digital, memperluas jaringan serat optik ke daerah terpencil, serta mengoptimalkan ekosistem digital melalui pembentukan Telkom Enterprise. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Telkom di pasar domestik, tetapi juga meningkatkan daya saing internasional, terutama dalam layanan B2B ICT yang semakin diminati oleh perusahaan multinasional.

Nicol Terrill

Nicol Terrill, seorang penulis yang mengembangkan kreativitasnya di kota Surabaya, telah memulai debutnya di kancah penulisan sejak 2020. Dengan latar belakang di industri kreatif, ia berhasil menggabungkan hobi dan pekerjaannya dengan baik, terutama dalam menikmati kopi manual brew dan mengisi waktu luang dengan bersepeda balap. Kehidupan yang sederhana dan fokus pada passionnya membentuk Nicol menjadi penulis yang unik dan kreatif.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *