Vanguard Valorant Kini Bisa Mati Otomatis, Ini Syarat PC yang Harus Dipenuhi
PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Vanguard Valorant akhirnya mendapatkan perubahan besar yang telah lama dinantikan komunitas gamer PC. Riot Games resmi menghadirkan sistem baru yang memungkinkan perangkat lunak anti-cheat tersebut tidak lagi selalu aktif sejak komputer dinyalakan. Namun, fitur ini hanya tersedia bagi pengguna dengan perangkat yang memenuhi standar keamanan tertentu.
Selama bertahun-tahun, Vanguard Valorant menjadi perbincangan karena menggunakan sistem anti-cheat berbasis kernel-level yang berjalan di latar belakang (always-on) sejak Windows melakukan proses booting. Meski dinilai efektif menekan praktik kecurangan, banyak pengguna menganggap metode tersebut terlalu invasif karena memiliki akses sangat tinggi ke sistem operasi.
Riot Games Ubah Cara Kerja Vanguard
Melalui pembaruan terbaru, Riot Games memperkenalkan mekanisme on-demand untuk Vanguard. Artinya, driver anti-cheat hanya akan aktif ketika pemain menjalankan Valorant dan otomatis berhenti setelah permainan ditutup.
Perubahan ini membuat Vanguard memiliki cara kerja yang lebih mirip dengan anti-cheat milik game lain yang tidak terus berjalan selama komputer menyala.
Meski demikian, Riot Games menegaskan bahwa perubahan ini tidak berlaku untuk semua pengguna. Sistem kernel-level tetap dipertahankan, tetapi mode on-demand hanya diberikan kepada PC yang dianggap memiliki tingkat keamanan memadai atau sufficiently secured.
Syarat PC agar Vanguard Valorant Bisa Mati Otomatis
Agar Vanguard Valorant tidak lagi berjalan sepanjang waktu, pengguna harus memastikan komputer telah memenuhi sejumlah persyaratan keamanan modern.
Beberapa fitur yang wajib aktif antara lain:
- Windows 11 versi 25H2 atau yang lebih baru.
- UEFI Secure Boot.
- Trusted Platform Module (TPM) 2.0.
- Virtualization-Based Security (VBS).
- Hypervisor-Protected Code Integrity (HVCI).
- IOMMU.
Dengan kombinasi fitur tersebut, Riot Games memanfaatkan sistem keamanan bawaan Windows untuk menjaga integritas proses booting dan melindungi sistem dari modifikasi ilegal. Karena perlindungan dasar sudah ditangani oleh Windows, Vanguard tidak lagi harus memantau komputer selama 24 jam.
Baru Sebagian Pemain yang Bisa Menikmati
Riot Games mengungkapkan bahwa baru sekitar 35 persen pemain yang langsung memenuhi syarat untuk menggunakan mode on-demand setelah pembaruan dirilis.
Sementara itu, sekitar 65 persen pemain lainnya masih harus melakukan konfigurasi manual. Sebagian besar pengguna perlu masuk ke menu BIOS atau UEFI untuk mengaktifkan Secure Boot maupun TPM 2.0 yang pada beberapa motherboard masih dinonaktifkan secara bawaan.
Bagi pengguna yang masih menggunakan Windows 10 atau versi Windows 11 yang lebih lama, fitur terbaru ini juga belum dapat dinikmati sebelum melakukan pembaruan sistem operasi.
Privasi dan Performa PC Lebih Baik
Kebijakan baru ini dinilai menjadi kompromi antara menjaga integritas pertandingan kompetitif dan meningkatkan kenyamanan pengguna.
Sebelumnya, banyak gamer mengeluhkan Vanguard Valorant karena selalu berjalan di latar belakang meskipun Valorant tidak sedang dimainkan. Selain memunculkan kekhawatiran terkait privasi, sebagian pengguna juga merasa keberadaan driver tersebut memengaruhi performa sistem.
Dengan sistem on-demand, ikon Vanguard tidak lagi harus selalu muncul di taskbar, sementara driver anti-cheat hanya aktif ketika benar-benar diperlukan.
Riot Games Tetap Pertahankan Keamanan
Walaupun pendekatan baru lebih fleksibel, Riot Games memastikan keamanan tetap menjadi prioritas utama. Sistem kernel-level tidak dihapus, melainkan dikombinasikan dengan berbagai teknologi keamanan bawaan Windows 11 agar perlindungan terhadap praktik cheat tetap optimal.
Bagi pemain yang ingin menikmati pengalaman baru ini, memastikan seluruh fitur keamanan aktif menjadi langkah penting. Jika semua persyaratan telah dipenuhi, Vanguard Valorant akan berjalan hanya saat game dimainkan dan berhenti secara otomatis setelah sesi permainan selesai.
Perubahan ini menjadi salah satu pembaruan terbesar yang pernah dilakukan Riot Games terhadap sistem anti-cheat mereka, sekaligus menjawab kritik komunitas yang selama ini menginginkan Vanguard bekerja lebih efisien tanpa mengorbankan keamanan permainan.

