analitik

Kemendag Gandeng Pemkab Murung Raya, Memperkuat SDM Kemetrologian untuk Perdagangan Lebih Transparan

Ule.co.id – Memperkuat SDM Kemetrologian Bersama Kemendag menjadi agenda utama Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) dalam rangka meningkatkan tata kelola perdagangan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan antara Kepala Badan Pengembangan SDM Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI), Djatmiko Bris Witjaksono, dengan Bupati Mura, Heriyus, pada Jumat, 28 Agustus 2026 di Jakarta.

Kesepakatan tersebut menandai komitmen Pemkab Mura untuk membangun sumber daya manusia yang kompeten di bidang kemetrologian, khususnya dalam hal takar, ukur, timbang, serta perlengkapannya. Dengan memperkuat kemampuan aparat, diharapkan layanan kepada masyarakat dan pelaku usaha menjadi lebih akurat, cepat, dan dapat dipercaya.

Baca juga:
DPRD Klaten Bentuk Pansus PD BKK, Soroti Masalah dan Cari Solusi untuk Nasabah

Kerja sama ini tidak berjalan sendiri. Pemerintah Kabupaten Murung Raya juga menjalin sinergi dengan Direktorat Metrologi Bandung, sebuah unit yang memiliki keahlian teknis dalam standar ukuran dan kalibrasi. Kolaborasi ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas aparatur lokal, memperluas jaringan pengawasan, serta memastikan bahwa setiap alat ukur yang beredar di wilayah tersebut memenuhi standar nasional.

“Kemetrologian memiliki peran penting dalam memastikan transaksi perdagangan berlangsung secara jujur, akurat, dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak,” ujar Bupati Heriyus. Ia menegaskan bahwa tanpa standar takar yang jelas, risiko ketidakadilan dalam perdagangan akan meningkat, yang pada akhirnya dapat merugikan konsumen maupun pelaku usaha.

Implementasi program ini mencakup serangkaian pelatihan intensif bagi petugas lapangan, workshop tentang standar internasional, serta penyediaan peralatan kalibrasi modern. Selain itu, akan dibentuk unit khusus yang bertugas melakukan inspeksi rutin terhadap alat ukur yang dipergunakan di pasar tradisional, pasar modern, serta sektor industri ringan di seluruh wilayah Murung Raya.

Pengembangan SDM Kemetrologian tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis, melainkan juga pada aspek manajerial. Pelatihan mencakup manajemen data, pelaporan hasil inspeksi, serta penggunaan sistem informasi geografis (SIG) untuk memetakan wilayah yang membutuhkan pengawasan lebih intensif.

Langkah ini diharapkan dapat menurunkan tingkat sengketa perdagangan yang terkait dengan perbedaan ukuran atau berat produk. Data historis menunjukkan bahwa sengketa semacam ini seringkali berujung pada kerugian finansial bagi kedua belah pihak serta menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi perdagangan.

Baca juga:
PT Hutan Sawit Lestari Inovatif: Membangun Keserasian Kerja Melalui PKB Ketenagakerjaan

Dengan memperkuat SDM Kemetrologian Bersama Kemendag, Pemkab Murung Raya berupaya menciptakan iklim perdagangan yang sehat, transparan, dan berkeadilan. Upaya ini sejalan dengan agenda nasional untuk meningkatkan kualitas layanan publik melalui profesionalisasi aparatur serta penerapan standar internasional dalam setiap aspek pemerintahan.

Keberhasilan program ini akan dipantau melalui indikator kinerja utama (KPI) yang meliputi jumlah petugas yang telah tersertifikasi, persentase alat ukur yang terkalibrasi, serta penurunan jumlah laporan sengketa ukuran dalam setahun. Evaluasi berkala akan dilakukan bersama Kemendag dan Direktorat Metrologi Bandung untuk memastikan bahwa target-target yang telah ditetapkan tercapai.

Jika berhasil, model kolaborasi ini dapat dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia yang ingin meningkatkan kualitas layanan kemetrologian mereka. Pada akhirnya, masyarakat akan merasakan manfaat langsung berupa harga yang lebih adil, produk yang sesuai standar, serta rasa aman dalam setiap transaksi perdagangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *