Kebangkitan Janice Tjen: Dari Kegagalan US Open ke Kemenangan Gemilang di Guadalajara Open 2026
Ule.co.id – janice tjen menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa setelah tersingkir dini di US Open 2026, berhasil mengukir kemenangan penting di Guadalajara Open presentado por Santander, menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu harapan tenis Indonesia.
Di babak 32 besar turnamen WTA 500 tersebut, janice tjen, unggulan kelima, mengalahkan petenis Republik Ceko, Dominika Vidmanova, dengan skor 7-6(6), 6-2. Pertandingan yang berlangsung di lapangan keras berlangsung selama satu jam tiga puluh empat menit, di mana set pertama berakhir dramatis lewat tie‑break 8-6 setelah kedua pemain saling menukar servis hingga 6-6.
Keunggulan janice tjen pada set kedua semakin jelas. Ia mematahkan servis Vidmanova pada poin ke‑2‑2, kemudian mengendalikan ritme permainan hingga menutup set dengan 6-2. Selama laga, pemain Indonesia mencatat sepuluh ace dan memenangkan 66 dari 125 poin yang dimainkan, serta mengonversi dua dari tiga peluang break point, menandakan performa servis dan return yang tajam.
Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiket janice tjen ke babak 16 besar, tetapi juga menjadi bukti kebangkitan setelah kegagalan di Grand Slam New York. Pada US Open 2026, janice tjen harus mengakui kekalahan 2-6, 2-6 di babak pertama tunggal setelah berhadapan dengan unggulan kelima Mirra Andreeva dari Rusia. Kekalahan tersebut memicu kritik dan menambah tekanan pada pemain muda berusia 22 tahun.
Setelah kejatuhan tersebut, janice tjen mencoba mengembalikan kepercayaan diri melalui sektor ganda bersama petenis Kanada, Leylah Fernandez. Pasangan tersebut memulai turnamen dengan kemenangan meyakinkan 6-1, 6-1 atas pasangan Belanda‑Slovenia, Ineke Haverlag dan Nina Radisic. Namun, kolaborasi mereka harus berakhir di babak kedua setelah kalah 4-6, 4-6 dari pasangan unggulan kesembilan yang dipadukan oleh petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi, dan pemain Selandia Baru, Erin Routliffe.
Di Guadalajara, janice tjen juga menunjukkan kemampuan taktik yang matang. Selama set pertama, ia berhasil mengatur pola servis dengan variasi spin dan kecepatan, memaksa Vidmanova melakukan kesalahan tidak dipaksa. Pada tie‑break, janice tjen memanfaatkan peluang break point pertama dengan pukulan forehand yang tajam, mengunci keunggulan 5-3 sebelum menutup set dengan dua poin berurutan.
Statistik pertandingan menegaskan dominasi janice tjen. Dari total 125 poin, ia memenangkan 53% poin servis, sementara pada poin return, ia berhasil mengembalikan 44% servis lawan. Selain itu, jumlah unforced errorsnya berada di bawah 10, menunjukkan konsistensi dan kontrol emosi yang baik di lapangan.
Keberhasilan janice tjen di Guadalajara Open juga berdampak pada peringkat WTA-nya. Meskipun belum masuk dalam 10 besar dunia, poin tambahan dari kemenangan ini mengangkatnya beberapa posisi, menambah peluang untuk masuk dalam daftar 20 pemain teratas pada akhir musim. Pengamat tenis menilai bahwa performa konsisten di turnamen WTA 500 dapat menjadi kunci bagi janice tjen untuk menembus babak semifinal Grand Slam di masa depan.
Selain prestasi di tunggal, janice tjen tetap aktif di sektor ganda, berlatih bersama Leylah Fernandez untuk meningkatkan chemistry di lapangan. Kedua pemain berencana mengoptimalkan strategi permainan net dan servis‑volley, dengan fokus pada penempatan bola yang presisi untuk mengatasi pasangan-pasangan berpengalaman.
Menatap ke depan, janice tjen dijadwalkan akan berkompetisi di turnamen berikutnya, yakni Monterrey Open, di mana ia akan berhadapan dengan lawan-lawan berperingkat tinggi. Jika ia dapat mempertahankan performa seperti di Guadalajara, peluang untuk melaju ke babak delapan besar atau bahkan semifinal semakin terbuka lebar.
Kesuksesan janice tjen di Guadalajara Open tidak lepas dari dukungan tim pelatih, sponsor, serta fanbase yang terus memberikan semangat. Dengan mentalitas pantang menyerah dan kerja keras, janice tjen siap menorehkan lebih banyak prestasi, menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengejar mimpi di dunia tenis internasional.

