Ekonomi Dunia: Indonesia Dorong Pemuda, Kendalikan Inflasi, dan Manfaatkan AI dalam Era BRICS
Ule.co.id – Dalam konteks ekonomi dunia yang semakin dinamis, Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan inklusif melalui pemberdayaan generasi muda, kebijakan energi yang stabil, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang didorong oleh lembaga internasional seperti IMF.
Di Samarkand, Uzbekistan, Rio A.J. Dondokambey, anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam mengatasi tantangan ketenagakerjaan pemuda. Ia menyoroti bahwa Indonesia memiliki 64,5 juta jiwa berusia 16-30 tahun, yang menjadi aset utama dalam memanfaatkan bonus demografi. Namun, sekitar 20,31% atau 9 juta pemuda masih berada dalam kategori NEET (Not in Employment, Education, or Training), menandakan kebutuhan mendesak akan program pendidikan dan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan.
Rio mengusulkan tiga pilar utama: penyesuaian kurikulum pendidikan dengan tren industri, perlindungan sosial serta kesempatan belajar seumur hidup, dan peran aktif parlemen dalam merumuskan kebijakan inklusif. Ia menegaskan bahwa strategi tersebut tidak hanya mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi dunia.
Sementara itu, keputusan Menteri Energi Bahlil Lahadalia untuk mempertahankan harga Pertalite di Rp10.000 per liter mendapat dukungan kuat dari ekonom Dr. Robert R. Winerungan. Menurutnya, kenaikan harga BBM dapat memicu inflasi yang sulit terkendali, mengingat dampaknya yang meluas ke sektor transportasi dan kebutuhan pokok. Meski kebijakan ini menambah beban subsidi, ia berargumen bahwa stabilitas harga Pertalite membantu menjaga daya beli masyarakat dan mengurangi tekanan inflasi dalam ekonomi dunia.
Di tingkat provinsi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menandatangani Peraturan Gubernur Nomor 20 Tahun 2026 yang membuka beasiswa hingga jenjang S-3 bagi warga Jakarta. Program ini, yang dikenal sebagai Beasiswa Jakarta Unggul, menyediakan dana pendidikan, biaya hidup, asuransi, serta tunjangan penelitian. Dengan anggaran sekitar Rp100 miliar, beasiswa ini diharapkan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang dapat bersaing di pasar global, memperkuat kontribusi Indonesia pada ekonomi dunia melalui inovasi dan keahlian tinggi.
Di panggung internasional, Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi peran BRICS dalam mengubah kerentanan menjadi peluang. Dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi, ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengelola tantangan perubahan iklim, sumber daya alam, dan pembangunan berkelanjutan. Prabowo menyoroti potensi mineral kritis dan energi terbarukan yang dimiliki negara-negara BRICS, termasuk Indonesia, sebagai landasan bagi ekonomi hijau yang dapat memperkuat posisi mereka dalam ekonomi dunia.
International Monetary Fund (IMF) menambahkan dimensi baru pada diskusi ekonomi dunia dengan menyoroti dampak AI. Direktur Komunikasi IMF Julie Kozack menjelaskan bahwa investasi dalam AI telah meningkatkan permintaan chip dan produk teknologi, memberikan dorongan pertumbuhan jangka pendek di Amerika Serikat dan beberapa negara Asia. IMF menilai bahwa manfaat AI akan semakin terasa dalam jangka menengah melalui peningkatan produktivitas yang berkelanjutan.
Berbagai inisiatif ini saling melengkapi. Pemberdayaan pemuda melalui pendidikan dan pelatihan menyiapkan tenaga kerja yang siap mengadopsi teknologi AI. Kebijakan energi yang stabil menjaga inflasi tetap terkendali, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi. Sementara kerjasama BRICS membuka akses ke sumber daya kritis yang dibutuhkan untuk transisi energi bersih, mendukung agenda AI dalam ekonomi dunia.
Berikut rangkuman poin penting dalam bentuk tabel:
| Inisiatif | Tujuan | Implikasi pada Ekonomi Dunia |
|---|---|---|
| Pemberdayaan Pemuda (BKSAP) | Penyesuaian pendidikan, perlindungan sosial | Meningkatkan produktivitas tenaga kerja muda |
| Stabilisasi Harga Pertalite | Kontrol inflasi | Menjaga daya beli konsumen global |
| Beasiswa Jakarta Unggul | Pengembangan SDM tingkat tinggi | Menambah kompetensi inovatif di pasar global |
| Kerjasama BRICS | Pengelolaan sumber daya kritis | Memperkuat rantai pasok energi hijau |
| AI (IMF) | Investasi teknologi, produktivitas | Stimulus pertumbuhan jangka menengah |
Dengan sinergi kebijakan domestik dan partisipasi aktif dalam forum internasional, Indonesia berupaya memperkuat perannya dalam ekonomi dunia, menjadikan tantangan sebagai peluang untuk pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

