Bupati Lamandau Janjikan Peningkatan Kualitas SDM Kesehatan lewat Yudisium Bidan Baru
Ule.co.id – Pemkab Berkomitmen Meningkatkan Kulitas SDM dalam upaya memperkuat layanan kesehatan, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra memimpin yudisium S1 dan Profesi Kebidanan Universitas Kediri (Uniska) di Aula BPKPD Kabupaten Lamandau. Acara yang diselenggarakan bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Lamandau ini menandai kelulusan puluhan mahasiswi kebidanan yang siap mengabdi sebagai bidan profesional di daerah.
Dalam sambutan resmi, Bupati Rizky menekankan pentingnya peran bidan dalam menurunkan angka stunting serta kematian ibu dan anak. “Yudisium ini bukan akhir, melainkan awal pengabdian. Lamandau sangat membutuhkan tenaga bidan yang kompeten, berintegritas, dan berjiwa pelayanan,” ujarnya. Ia menambahkan, komitmen pemerintah kabupaten untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan tidak hanya terbatas pada acara ini, melainkan berkelanjutan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.
Kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Lamandau dan Universitas Kediri telah menghasilkan kelas jauh kebidanan yang beroperasi di Nanga Bulik. Program pendidikan jarak jauh ini memungkinkan calon bidan di wilayah terpencil untuk mengakses kurikulum standar nasional tanpa harus meninggalkan rumah. Bupati Rizky menyampaikan apresiasi kepada Uniska Kediri atas kehadirannya, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi “Pemkab Berkomitmen Meningkatkan Kulitas SDM”.
Yudisium yang berlangsung khidmat diakhiri dengan pengucapan sumpah jabatan oleh para lulusan. Setelah mengucapkan sumpah, mereka bergabung dalam foto bersama Bupati, menandakan ikatan resmi antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan baru. Momentum ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan layanan kesehatan di seluruh wilayah Lamandau, khususnya di desa-desa yang selama ini mengalami keterbatasan akses medis.
Fokus utama Pemerintah Kabupaten Lamandau adalah menurunkan angka stunting yang masih berada di atas rata-rata nasional. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa provinsi Kalimantan Tengah memiliki tingkat stunting yang signifikan, dan Lamandau sebagai salah satu kabupaten berkontribusi pada statistik tersebut. Dengan menambah jumlah bidan profesional, diharapkan layanan antenatal, persalinan, dan postnatal dapat menjangkau lebih banyak ibu dan anak, sehingga menurunkan risiko komplikasi dan kematian.
Selain menambah tenaga bidan, Pemkab juga berencana memperkuat pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan yang sudah ada. Program pelatihan ini mencakup peningkatan kompetensi dalam penanganan gizi, imunisasi, serta edukasi kesehatan masyarakat. Bupati menegaskan, “Kualitas SDM bukan sekadar jumlah, melainkan kompetensi yang terus diperbaharui sesuai standar terbaru.”
Upaya peningkatan kualitas SDM kesehatan ini selaras dengan program nasional “Indonesia Sehat” yang menargetkan penurunan angka kematian ibu melahirkan menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup pada 2025. Dengan dukungan dari Uniska Kediri, IBI, dan pemerintah daerah, Lamandau berada pada jalur yang tepat untuk berkontribusi pada pencapaian target tersebut.
Para lulusan yudisium mengekspresikan rasa terima kasih kepada pihak penyelenggara, terutama kepada Bupati dan dosen Uniska yang telah memberikan bimbingan intensif selama masa studi. Salah satu lulusan, Siti Nurhaliza, mengungkapkan harapannya dapat segera bertugas di puskesmas setempat dan membantu menurunkan angka stunting di desa asalnya.
Secara keseluruhan, acara yudisium ini tidak hanya menjadi simbol kelulusan, melainkan juga wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam meningkatkan kualitas SDM kesehatan. Dengan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan organisasi profesi, diharapkan layanan kesehatan di wilayah ini akan semakin merata, profesional, dan berdaya saing.

