Beras SPHP Jadi Andalan, Bulog Kalteng Salurkan 2.500 Ton dan Percepat Bantuan Pangan
PALANGKA RAYA, Ule.co.id – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP atau Beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Hingga awal Juni 2026, Bulog Kalteng telah menyalurkan sekitar 2.500 ton beras SPHP ke berbagai daerah melalui jaringan distribusi resmi yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Selain memperluas distribusi beras SPHP, Bulog juga mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan gejolak harga beras dan minyak goreng di tingkat konsumen.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalimantan Tengah, Erwin Budiana, mengatakan distribusi beras SPHP terus ditingkatkan agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Kami terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP, hingga mencapai sebanyak 2.500 ton ke berbagai saluran distribusi resmi, termasuk pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Erwin Budiana di Palangka Raya, Minggu.
Beras SPHP Menjadi Instrumen Stabilitas Harga
Pemerintah menjadikan beras SPHP sebagai salah satu instrumen utama dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. Program ini dirancang untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras berkualitas dengan harga yang terkendali.
Menurut Erwin, keberadaan beras SPHP sangat penting terutama ketika harga beras di pasar mengalami tekanan akibat faktor pasokan, distribusi, maupun peningkatan permintaan.
“Beras SPHP menjadi instrumen strategis pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Maka penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.
Dengan distribusi yang semakin luas, pemerintah berharap masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan beras dengan harga yang sesuai ketentuan.
Harga Beras SPHP Lebih Murah dari Pasaran
Salah satu keunggulan beras SPHP adalah harganya yang lebih rendah dibandingkan rata-rata harga beras yang beredar di pasaran.
Saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP di Kalimantan Tengah ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 untuk kemasan lima kilogram.
Harga tersebut masih berada di bawah harga rata-rata beras medium maupun premium yang dijual di pasar.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalimantan Tengah, harga rata-rata beras medium mencapai Rp14.426 per kilogram. Sementara harga beras premium berada pada kisaran Rp16.967 per kilogram.
Selisih harga yang cukup signifikan membuat beras SPHP menjadi pilihan penting bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah dan menengah.
Program ini juga membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang memengaruhi kebutuhan pokok.
Distribusi Menjangkau Berbagai Saluran
Bulog Kalteng memastikan distribusi beras SPHP dilakukan melalui berbagai jalur resmi agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
Penyaluran dilakukan melalui:
- Pasar tradisional.
- Kios pangan.
- Gerakan Pangan Murah (GPM).
- Jaringan pengecer resmi.
- Mitra pemerintah daerah.
Melalui pola distribusi tersebut, beras SPHP diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga ke berbagai wilayah di Kalimantan Tengah.
Langkah ini juga bertujuan mencegah terjadinya kelangkaan beras serta mengurangi potensi spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen.
Stok Beras Bulog Kalteng Masih Sangat Aman
Selain fokus pada distribusi, Bulog Kalteng juga memastikan ketersediaan stok beras dalam kondisi aman.
Erwin menjelaskan bahwa hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog Kanwil Kalimantan Tengah mencapai sekitar 16.000 ton.
Jumlah tersebut dinilai sangat memadai untuk memenuhi berbagai kebutuhan pemerintah, termasuk program beras SPHP, bantuan pangan, serta intervensi pasar apabila diperlukan.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog Kanwil Kalteng mencapai sekitar 16.000 ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” ujar Erwin.
Ketersediaan stok yang kuat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Bantuan Pangan Terus Dipercepat
Selain penyaluran beras SPHP, Bulog Kalteng juga terus mempercepat distribusi bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.
Hingga 6 Juni 2026, realisasi bantuan pangan telah mencapai hampir 70 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
Data Bulog menunjukkan sebanyak 2.800 ton beras dan 560 ribu liter minyak goreng telah diterima oleh lebih dari 140 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Jumlah tersebut merupakan bagian dari target total sekitar 205 ribu PBP yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Percepatan distribusi bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mengurangi tekanan harga pangan di tingkat konsumen.
Kombinasi Beras SPHP dan Bantuan Pangan Dinilai Efektif
Bulog menilai kombinasi antara distribusi beras SPHP dan bantuan pangan menjadi strategi yang efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan serta harga pangan di pasar.
Ketika bantuan pangan membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan, keberadaan beras SPHP berfungsi menjaga harga tetap stabil melalui mekanisme pasar.
Menurut Erwin, kedua program tersebut saling melengkapi dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Dengan pasokan yang memadai dan distribusi yang berjalan lancar, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras dalam beberapa bulan ke depan.
Kondisi ini juga penting untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pangan menjelang berbagai momentum nasional maupun daerah.
Menjaga Daya Beli Masyarakat
Keberadaan beras SPHP tidak hanya bertujuan menjaga harga pangan tetap stabil, tetapi juga membantu mempertahankan daya beli masyarakat.
Dalam kondisi harga beras yang cenderung lebih tinggi di pasar, program ini menjadi alternatif yang dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, selisih harga beberapa ribu rupiah per kilogram dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran bulanan.
Karena itu, pemerintah terus mendorong distribusi beras SPHP agar menjangkau lebih banyak wilayah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Target Penyaluran Rampung Akhir Juni
Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026.
Bulog Kalteng optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat distribusi saat ini telah mendekati 70 persen.
Percepatan penyaluran bantuan pangan bersama distribusi beras SPHP diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasar serta mengendalikan harga kebutuhan pokok di Kalimantan Tengah.
Dengan stok yang masih mencapai sekitar 16.000 ton dan jaringan distribusi yang terus diperluas, Bulog memastikan pasokan beras tetap aman dan tersedia bagi masyarakat.
Melalui program beras SPHP dan bantuan pangan, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika pasar pangan nasional.

