analitik

Pembangunan Jawa Tengah Fokus pada Kesejahteraan Rakyat, Desil 9 Jadi Sasaran

Ule.co.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa seluruh program pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada satu tujuan, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat (14/8/2026).

Menurut Luthfi, angka kemiskinan Jawa Tengah turun menjadi 9,21 persen pada Maret 2026 dan pertumbuhan ekonominya mencapai 5,71 persen pada triwulan II 2026. Realisasi investasi di Jawa Tengah pada semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp48,54 triliun dengan menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja.

Baca juga:
Kritik Masyarakat Kobar Diharapkan Perkuat Transparansi dan Pelayanan DPRD

Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya kemandirian pangan agar Indonesia tidak bergantung pada pasokan dari luar, terutama di tengah ketidakpastian global. Saat ini, Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Desil 9 dan 10 menjadi sasaran dalam rencana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pembatasan tersebut akan menyasar masyarakat yang berada pada desil 9 dan 10. Rencana tersebut mencuat setelah Purbaya bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Ekonom sekaligus Direktur Kolaborasi Internasional Indef Imaduddin Abdullah mengatakan pemberian subsidi langsung kepada penerima atau orang akan lebih tepat sasaran. Ia menilai bahwa pencabutan atau penertiban subsidi energi cukup sulit terutama secara politik, karena ketika ada wacana untuk pengendalian maka diartikan nantinya ada kenaikan harga.

Desil 9 juga menjadi perhatian khusus dalam program Gesah Bareng Ambi Bupati yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Program tersebut menjadi wadah dialog antara masyarakat dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Warga dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi sekaligus berdiskusi mengenai solusi bersama pemerintah.

Baca juga:
Komisi II DPRD Kalteng Evaluasi Pelaksanaan CSR dan Pengelolaan Perkebunan di Bartim

Dalam konteks Jawa Tengah, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang beriringan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi pengingat untuk terus meningkatkan hasil pembangunan. Luthfi menyebut, angka kemiskinan Jawa Tengah mengalami penurunan. Pada Maret 2026 angkanya menjadi 9,21 persen. Jumlah itu turun dibanding Maret 2025 yang masih pada angka 9,48 persen.

Desil 9 dan kelompok desil lainnya menjadi fokus dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan hasil pembangunan dan menyejahterakan rakyat, terutama mereka yang berada dalam kelompok desil 1 hingga 4 atau sekitar 3,9 juta warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *