analitik

Ketua DPRD Sebut Palangka Raya Fair 2026 Bisa Jadi Pintu Masuk Investasi dan Lapangan Kerja

Palangka Raya, Ule.co.idPalangka Raya Fair 2026 diproyeksikan tidak lagi sekadar menjadi ajang hiburan tahunan, melainkan berubah menjadi ruang strategis penggerak ekonomi daerah. Konsep baru Palangka Raya Fair 2026 tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem investasi, membuka lapangan kerja, serta memperluas akses pelaku usaha lokal ke pasar yang lebih besar.

Ketua DPRD Palangka Raya Subandi menilai transformasi Palangka Raya Fair 2026 merupakan langkah penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut kegiatan ini harus mampu mempertemukan pelaku usaha dengan investor secara langsung sehingga menciptakan peluang usaha baru.

Baca juga:

“Palangka Raya Fair harus menjadi ruang yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan investor. Jika kolaborasi ini berjalan baik, maka akan tercipta peluang usaha baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

Palangka Raya Fair 2026 Dorong Ekonomi Kreatif

Menurut Subandi, Palangka Raya Fair 2026 kini mengalami pergeseran konsep dari sekadar pameran menjadi wadah penguatan ekosistem ekonomi kreatif. Perubahan ini dinilai penting agar kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak ekonomi nyata.

Ia menegaskan bahwa Palangka Raya Fair 2026 harus mampu mengakomodasi berbagai sektor, mulai dari UMKM, industri kopi, komunitas seni, hingga pelaku kuliner. Dengan keterlibatan lintas sektor tersebut, perputaran ekonomi diharapkan semakin luas dan merata.

Subandi juga menilai bahwa Palangka Raya Fair 2026 dapat menjadi momentum penting bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas melalui kolaborasi dengan investor.

UMKM Didorong Manfaatkan Palangka Raya Fair 2026

Lebih lanjut, Subandi berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan Palangka Raya Fair 2026 sebagai ruang promosi sekaligus perluasan jaringan bisnis. Menurutnya, kehadiran investor dalam kegiatan tersebut harus menjadi peluang strategis bagi pengembangan usaha daerah.

Baca juga:

“Investor yang hadir harus menjadi peluang bagi pelaku usaha daerah untuk naik kelas, bukan hanya sebatas promosi, tetapi juga membuka akses pengembangan usaha,” katanya.

Dengan demikian, Palangka Raya Fair 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga pintu masuk kerja sama bisnis jangka panjang yang berkelanjutan.

Coffee Week Jadi Andalan Palangka Raya Fair 2026

Salah satu agenda unggulan dalam Palangka Raya Fair 2026 adalah Coffee Week yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar. Subandi menyebut sektor kopi memiliki rantai ekonomi yang luas, mulai dari petani, pengolah, pemilik kedai, hingga sektor pendukung makanan dan minuman.

Ia menilai penguatan subsektor kopi dalam Palangka Raya Fair 2026 dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat regional maupun nasional.

Karena itu, Palangka Raya Fair 2026 juga diharapkan mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Palangka Raya.

Baca juga:

Dampak Jangka Panjang Palangka Raya Fair 2026

Subandi menegaskan bahwa setiap kegiatan pemerintah daerah, termasuk Palangka Raya Fair 2026, harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya dampak jangka panjang yang tidak hanya dirasakan saat acara berlangsung.

Menurutnya, Palangka Raya Fair 2026 harus mampu memperluas kesempatan ekonomi, memperkuat pelaku usaha lokal, serta membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kokoh.

“Harapannya, kegiatan ini bukan hanya ramai saat berlangsung, tetapi juga meninggalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan dunia usaha,” pungkasnya.

Dengan konsep baru tersebut, Palangka Raya Fair 2026 diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah yang mampu membuka investasi baru sekaligus menciptakan lapangan kerja secara berkelanjutan di Kota Palangka Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *