Mayat Diduga Penumpang KM Virgo Ditemukan di Pantai Lunci, Sukamara: Penemuan Terbaru Tambah Daftar Korban
Ule.co.id – Mayat Diduga Penumpang KM Virgo Ditemukan di Pantai Lunci pada dini hari Rabu (30/9/2026) menambah panjang daftar korban kapal transportasi yang tenggelam di Laut Jawa pada 13 September lalu. Penemuan jasad laki-laki ini terjadi di pesisir Pantai Lunci, Desa Sungai Tabuk, Kabupaten Sukamara, setelah seorang warga menemukan tubuh tersebut saat menyisir pantai.
Warga bernama M. Mubarak melaporkan temuan kepada Polsek Pantai Lunci sekitar pukul 00.57 WIB. Segera setelah laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari Polri, Basarnas, Satpolair, serta unsur TNI AL setempat melakukan evakuasi. Pada pukul 01.20 WIB, jasad dibawa ke ruang jenazah RSUD Sukamara untuk penanganan lebih lanjut.
Identitas korban belum dapat dipastikan. Pihak berwenang masih berkoordinasi dengan Basarnas Banjarmasin, Basarnas Pangkalan Bun, serta tim SAR lainnya untuk melakukan proses identifikasi DVI (Disaster Victim Identification). Jasad tersebut akan dijemput oleh Basarnas Pangkalan Bun dan dibawa ke Banjarmasin demi proses otopsi dan identifikasi resmi.
Penemuan ini merupakan bagian dari operasi pencarian yang telah berlangsung selama lebih dari dua minggu. Hingga kini, total 18 jenazah telah ditemukan di tiga kabupaten Kalimantan Tengah: Sukamara (sembilan jenazah), Seruyan (tujuh jenazah), dan Kotawaringin Barat (dua jenazah). Berikut rangkuman temuan per wilayah:
- Sukamara: tiga jenazah pada 25 September, empat jenazah pada 26 September, dua jenazah pada 27 September, dan satu jenazah pada 30 September (Mayat Diduga Penumpang KM Virgo Ditemukan di Pantai Lunci).
- Seruyan: dua jenazah pada 21 September, dua jenazah pada 24 September, tiga jenazah pada 25 September.
- Kotawaringin Barat: satu jenazah pada 22 September, satu jenazah pada 25 September.
Seluruh jenazah yang ditemukan telah dievakuasi ke fasilitas medis terdekat untuk proses identifikasi. Pada beberapa kasus, kondisi jasad ditemukan tanpa kepala, menambah kompleksitas proses identifikasi.
Pada 26 September, tim SAR gabungan mencatat rekor penemuan sebanyak 11 korban dalam satu hari. Empat korban ditemukan melalui operasi penyelaman bawah air di sekitar bangkai KM Virgo, sementara tujuh korban lainnya terdampar di pesisir Kalimantan Tengah. Penyelaman melibatkan Basarnas Special Group (BSG), Kopaska, dan Koarmada TNI AL.
Dirpolairud Polda Kalteng, Kombes Pol Dony Eka Putra, menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam penanganan kasus ini. “Setiap laporan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti, baik untuk evakuasi jasad maupun pencarian korban yang masih hilang,” ujarnya.
KM Virgo Transport 8, yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Sampit, tenggelam pada 13 September 2026 setelah menabrak bangkai kapal di Laut Jawa. Kapal tersebut mengangkut 57 penumpang dan awak. Hingga kini, belum ada kepastian jumlah korban tewas, mengingat proses identifikasi masih berlangsung.
Penemuan Mayat Diduga Penumpang KM Virgo Ditemukan di Pantai Lunci menjadi bukti bahwa upaya pencarian masih intensif dan melibatkan banyak pihak. Keluarga korban diharapkan dapat memperoleh kepastian identitas melalui proses DVI yang sedang berjalan.
Para pihak terkait terus mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu lokasi penemuan jasad serta melaporkan setiap temuan barang atau benda yang mungkin terkait dengan kecelakaan kapal. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi dan memberikan kejelasan bagi keluarga korban.

