Populasi Sapi Potong Kobar Terus Naik, Ribuan Pedet Lahir Sepanjang 2025
PANGKALAN BUN, Ule.co.id – Populasi sapi potong Kobar terus menunjukkan tren positif seiring upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat memperkuat sektor peternakan sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 2.698 ekor pedet atau anak sapi lahir di wilayah tersebut.
Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan peningkatan populasi sapi potong Kobar merupakan hasil dari program inseminasi buatan dan intensifikasi kawin alam yang berjalan optimal di tingkat peternak.
“Pemerintah daerah mengapresiasi para peternak yang telah berkontribusi besar terhadap peningkatan populasi sapi potong. Capaian ini menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” ujar Nurhidayah.
Populasi Sapi Potong Kobar Didukung Program Peternakan
Pemerintah daerah menilai pertumbuhan populasi sapi potong Kobar menjadi indikator positif keberhasilan program pengembangan peternakan yang selama ini dijalankan.
Program inseminasi buatan dinilai mampu membantu meningkatkan produktivitas ternak sekaligus mempercepat pertumbuhan populasi sapi di daerah.
Selain itu, intensifikasi kawin alam juga tetap dilakukan untuk mendukung keberhasilan reproduksi ternak di kalangan peternak lokal.
Dengan kombinasi kedua program tersebut, sektor peternakan sapi potong di Kotawaringin Barat dinilai semakin berkembang dan memiliki prospek menjanjikan.
Pemerintah berharap peningkatan populasi sapi potong Kobar dapat memperkuat ketersediaan pangan berbasis protein hewani sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Peternak Dinilai Berperan Besar
Nurhidayah menegaskan capaian peningkatan populasi sapi potong Kobar tidak terlepas dari kontribusi besar para peternak di berbagai wilayah.
Menurut dia, para peternak telah berperan aktif menjaga produktivitas ternak dan mendukung program pemerintah di sektor peternakan.
Karena itu, pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap kerja keras peternak yang terus mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan.
Peningkatan populasi ternak juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama di sektor usaha peternakan rakyat.
Dengan meningkatnya jumlah sapi potong, peluang usaha dan pendapatan peternak diharapkan ikut bertambah.
Kontes Ternak Jadi Wadah Edukasi dan Promosi
Selain fokus pada peningkatan populasi sapi potong Kobar, pemerintah daerah juga mendukung inovasi di sektor peternakan yang dilakukan desa-desa.
Salah satu inovasi tersebut terlihat melalui kegiatan kontes ternak yang digelar Dinas Pertanian dan Peternakan di Kecamatan Pangkalan Lada.
Nurhidayah mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Pangkalan Dewa yang dinilai mampu menghadirkan nilai tambah bagi sektor peternakan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Desa Pangkalan Dewa. Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan kreativitas, potensi desa seperti peternakan bisa dikemas menjadi daya tarik wisata dan kekuatan ekonomi,” ungkapnya.
Kontes ternak tersebut menjadi wadah bagi peternak untuk menampilkan kualitas hewan ternak sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi hiburan warga dan media promosi potensi peternakan lokal.
Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berharap kegiatan kontes ternak dapat terus digelar secara rutin setiap tahun.
Selain mendukung pengembangan populasi sapi potong Kobar, kegiatan tersebut dinilai mampu memotivasi peternak untuk meningkatkan kualitas ternak mereka.
Nurhidayah berharap inovasi serupa dapat menginspirasi desa-desa lain untuk menggali potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.
Menurut dia, sektor peternakan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa.
Dengan pengelolaan yang baik, sektor peternakan tidak hanya berfungsi sebagai usaha tradisional, tetapi juga dapat berkembang menjadi sektor modern yang kompetitif.
Dorong Peternakan Modern dan Peternak Muda
Pemerintah daerah ingin sektor peternakan di Kotawaringin Barat berkembang lebih modern dan menarik minat generasi muda.
Nurhidayah menilai pengembangan populasi sapi potong Kobar harus dibarengi inovasi, teknologi, dan penguatan sumber daya manusia di bidang peternakan.
“Sektor peternakan diharapkan tidak lagi dipandang sebagai usaha tradisional, melainkan mampu berkembang menjadi sektor modern yang kompetitif, menarik minat investasi, hingga melahirkan peternak muda yang inovatif dan berdaya saing,” katanya.
Transformasi sektor peternakan menjadi lebih modern dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah.
Selain itu, keterlibatan peternak muda juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan usaha peternakan di Kotawaringin Barat.
Ketahanan Pangan Jadi Fokus Utama
Peningkatan populasi sapi potong Kobar menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Ketersediaan daging sapi lokal dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Dengan tren pertumbuhan populasi ternak yang positif, pemerintah optimistis sektor peternakan akan menjadi salah satu penopang ekonomi dan ketahanan pangan di Kotawaringin Barat.
Program pengembangan peternakan pun diperkirakan terus diperkuat agar peningkatan populasi sapi potong Kobar dapat berlangsung secara berkelanjutan di masa mendatang.

