Ule.co.id – Polisi Pakai Cairan Surfaktan Padamkan Api dalam upaya terbaru memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Selasa (8/9/2026). Inovasi ini diharapkan mempercepat penurunan suhu titik api yang masih menyala, sekaligus menambah efektivitas tim pemadam yang terdiri dari Polri, TNI, serta relawan setempat.
Polda Kalteng mengirimkan sekitar 1.000 liter cairan surfaktan khusus ke lokasi kebakaran. Cairan tersebut bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan air, sehingga dapat menembus lapisan bahan bakar dan menurunkan suhu secara drastis. Menurut data lapangan, suhu titik api yang semula melebihi 100°C dapat turun menjadi 10‑20°C dalam hitungan detik setelah disemprot, mempercepat proses pemadaman dan mengurangi risiko penyebaran api.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa penggunaan surfaktan merupakan langkah strategis untuk mengatasi tantangan geografis Kalimantan. “Penggunaan surfaktan menjadi bagian penting dalam operasi pembasahan lahan, terutama di area yang sulit dijangkau dengan metode konvensional,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Polda Kalimantan Selatan memperkuat logistik, karena bantuan antarwilayah memungkinkan distribusi cepat cairan ke titik kritis.
Polisi Pakai Cairan Surfaktan Padamkan Api tidak hanya menjadi aksi simbolik, melainkan didukung oleh data ilmiah. Tim riset dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pengujian suhu sebelum dan sesudah penyemprotan, mencatat penurunan suhu rata-rata 85% dalam satu menit. Hasil ini memberi keyakinan bahwa surfaktan dapat menjadi standar operasional baru dalam penanggulangan karhutla di seluruh Indonesia.
Selain dukungan material, Polda Kalteng juga mengoptimalkan koordinasi lintas instansi. Tim gabungan yang melibatkan Polri, TNI, BPBD, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan berperan aktif dalam memantau titik api, menyiapkan jalur evakuasi, dan melakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar. “Sinergi antar‑polda dan antar‑instansi menjadi kunci utama, karena kebakaran dapat muncul simultan di beberapa wilayah,” ujar Kapolda.
Ke depan, Polda Kalteng berencana memperluas penggunaan surfaktan ke daerah rawan lainnya, seperti wilayah pegunungan dan rawa-rawa yang sulit diakses. Rencana tersebut mencakup pelatihan teknis bagi personel lapangan, serta pengadaan peralatan penyemprotan berteknologi tinggi yang dapat menyalurkan cairan secara merata di area luas.
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga yang sebelumnya khawatir akan dampak kebakaran kini melihat adanya upaya nyata yang meningkatkan rasa aman. Dengan terus mengembangkan inovasi seperti Surfaktan Pemadam Api, diharapkan Indonesia dapat menurunkan angka kerusakan akibat karhutla dan melindungi ekosistem hutan yang vital bagi keseimbangan iklim.







