analitik

Mual Seusai Cicip Menu MBG, Ketua SPPG Karanganyar: Mungkin Tubuh Saya Kurang Fit

Ule.co.id – Mual seusai cicip menu MBG, Ketua SPPG Karanganyar: Mungkin tubuh saya kurang fit. Abra Yodha Raya, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Desa Jati, Jaten, Karanganyar, mengalami gejala keracunan usai mencicipi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Abra mengaku merasakan mual dan muntah usai memakan menu ayam rempah sebelum menu tersebut dibagikan ke siswa.

Alhasil dengan temuan tersebut menu MBG ayam rempah pun batal dibagikan kepada para siswa. Kejadian itu terjadi pada Rabu (12/8) usai pihak SPPG menerima laporan adanya menu ayam rempah yang berbau aneh. Abra mengungkapkan, awalnya mendapat laporan dari tim dapur mengenai ayam rempah dengan bau mencurigakan.

Baca juga:
Belanja MBG Kalteng Capai Rp73 Miliar, Layani Lebih dari 230 Ribu Penerima Manfaat

Menurut Abra, ada 10 orang mencicipi makan tersebut. Akan tetapi hanya dirinya yang merasakan mual-mual dan muntah. "Kalau saya kemarin iya (muntah-muntah) sama mual dan pusing. Yang mencicip ada saya, pengolahan tuh semua, ada ahli gizi, jadi sekitar 10 orang. Yang lain enggak apa-apa," tuturnya.

Mual seusai cicip menu MBG, Ketua SPPG Karanganyar: Mungkin tubuh saya kurang fit. Abra menduga merasakan mual hingga pusing karena merasa kecapekan setelah banyak aktivitas. "Mungkin bisa jadi itu karena saya sorenya habis sepak bola pol-polan sampai lemas terus paginya kan jaga di sini, jadwal piket juga di sini. Kalau piket otomatis enggak tidur, nah mungkin efek itu juga bisa," terangnya.

Mual seusai cicip menu MBG, Ketua SPPG Karanganyar: Mungkin tubuh saya kurang fit. Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mendukung langkah kepala SPPG yang mencicip makanan sebelum dibagikan. Yasin mengatakan keterlibatan kepala SPPG dalam mencicip MBG yang hendak didistribusikan merupakan bentuk tanggung jawab.

Baca juga:
BGN Larang Makanan MBG Dibawa Pulang: Harus Dimakan di Kelas Sebelum 4 Jam Usai Dimasak

Di tempat lain, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas setelah ratusan siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan seusai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Sudaryono menyatakan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan kasus tersebut dicopot, sedangkan operasional dapurnya ditangguhkan selama proses investigasi berlangsung.

Mual seusai cicip menu MBG, Ketua SPPG Karanganyar: Mungkin tubuh saya kurang fit. BGN juga akan memeriksa pelaksanaan standar penyajian makanan, termasuk kewajiban mencantumkan batas waktu konsumsi pada setiap wadah makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat. BGN menegaskan bahwa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan syarat mutlak bagi SPPG untuk beroperasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *